Sebanyak 163 peneliti se-Asia hadir dalam kegiatan yang bertajuk 1st Asian Researcher Symposium 2016: Asian Role in Sustainable World Development 2016 yang berlangsung selama dua hari , 25 – 26 April 2016. (Foto: Humas UI )

UI Hadirkan 163 Peneliti se-Asia Kolaborasi Riset Global

DEPOK - Untuk pertama kalinya, Universitas Indonesia (UI) menggagas Simposium Internasional yang bertujuan untuk menampilkan hasil temuan peneliti di Asia dan menjalin kerja sama dalam kegiatan riset bersama yang komprehensif dalam mencari solusi bagi masalah-masalah yang dihadapi Indonesia pada umumnya.

Kegiatan yang bertajuk 1st Asian Researcher Symposium 2016: Asian Role in Sustainable World Development 2016  ini berlangsung selama dua hari (25 – 26 April 2016) dengan menghadirkan tidak kurang dari 163 peneliti dari sejumlah Negara di Asia seperti Singapura, Malaysia, Thailand, India, Filipina, Vietnam, Korea Selatan dan Jepang.

UI sendiri menghadirkan 72 peneliti dari tiga kluster ilmu yaitu Kesehatan, Sains dan Teknologi serta Sosial Humaniora. Pembukaan simposium internasional dihadiri oleh Wakil Rektor UI bidang akademik dan kemahasiswaan Prof.Dr.Bambang Wibawarta, SS, MA serta Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Ainun Na'im di Balai Sidang UI Kampus Depok pada Senin (25/4/2016).

Rektor UI Prof. Muhammad Anis, M.Met mengatakan, selama bertahun-tahun hingga kini, UI telah mengembangkan kerja sama internasional dengan perguruan tinggi di berbagai belahan dunia.

Kerjasama tersebut khususnya pada pengembangan penelitian mengingat UI sebagai think tank Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas penelitian yang mampu berkontribusi untuk mengatasi tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia di tingkat nasional, regional maupun global.”

Pada kluster ilmu Kesehatan, sebanyak 32 penelitian akan dipresentasikan di antaranya penelitia mengenai infertilitas, penyakit Kanker, Diabetes, Gigi & Mulut dan lainnya.

Pada kluster Sains dan Teknologi terdapat 51 hasil penelitian yang ditampilkan, di antaranya pengolahan limbah sampah, sistem ketahanan pangan, temuan udang terpapar logam berat di Malaysia, bioengineering dan lain sebagainya.

Sedangkan pada kluster ilmu Sosial dan Humaniora terdapat 80 temuan penelitian yang dipresentasikan di antaranya transformasi kampanye Turn Back Crime di Indonesia, faktor pendorong motivasi memberi zakat, peran kegiatan CSR di Indonesia.

Sejak tahun 2013, internasionalisasi merupakan salah satu kebijakan  penting di lingkungan UI. UI telah merumuskan empat motivasi internasionalisasi yaitu pertama di bidang akademik, UI mengupayakan agar tercapai standar internasional pada komponen pendidikan, riset dan layanan masyarakat.

Selain itu, UI juga memiliki semangat meningkatkan mobilitas staf dan mahasiswa serta mengupayakan pengakuan kesetaraan antara institusi Pendidikan Tinggi.

Kedua, di bidang Sosial Budaya, UI menghormati dan menghargai keberagaman, melindungi dan mempromosikan perdamaian melalui pendidikan, Riset dan layanan masyarakat dalam rangka globalisasi.

Ketiga, di bidang politik, UI mengembangkan kerjasama internasional untuk meningkatkan daya saing bangsa di dunia internasional.

Terakhir, melalui bidang ekonomi, UI berupaya mereposisi berbagai program pendidikan di lingkungan UI dalam kerangka pembangunan perekonomian nasional dan peningkatan daya saing bangsa.

Diharapkan melalui inisasi ini, UI dapat meningkatkan reputasi periset andal di Indonesia agar semakin terpapar di tingkat internasional. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memacu mobilitas staf asing ke UI dan mendorong terciptanya riset-riset internasional serta publikasi .(PR)