#"Fliptruck" Multifungsi " /> #"Fliptruck" Multifungsi " />
ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

"Fliptruck" Multifungsi Diciptakan Tiga Mahasiswa Ubaya

12 Mei 2016
Tiga mahasiswa Ubaya yang menciptakan Fliptruck multifungsi dan menjuarai kompetisi desain produk nasional bertajuk DESCOMFIRST 2016
SURABAYA - Tiga mahasiswa Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik (FT), Universitas Surabaya (Ubaya), menciptakan "fliptruck" (alat memindahkan barang sejenis troli) yang multifungsi, karena posisi bisa diatur untuk vertikal, horisontal, dan ketinggian tertentu.

"Kami bersyukur, karena alat yang kami rancang meraih juara pertama dan juara umum dalam ajang DESCOMFIRST 2016 (Design Competition for Industrial System and Environtment) di UNS (Solo) pada 2-3 Mei lalu," kata anggota tim mahasiswa, Yongky Lio, di Surabaya, Rabu.

Didampingi rekannya, Oktavia Karlina dan Florencia Tandian, mahasiswa Ubaya angkatan Tahun 2013 itu menjelaskan kompetisi desain produk (Descomfirst) tingkat nasional itu baru pertama kalinya diadakan dengan tema "Sustainable Design for Manual Material Handling" dengan finalis ada 12 tim se-Indonesia.

"Akhirnya, kami merancang produk manual handling sesuai tema itu dengan membuat prototipe Fliptruck dengan ukuran 60x130 centimeter," katanya, didampingi dosen pembimbing, Indri Hapsari ST MT.

Ditanya inspirasi dari karya buatannya, ia mengatakan ide awal terinspirasi dari handtruck yang ada pada umumnya di bandara, pasar swalayan modern, dan sebagainya.
Namun, mereka berusaha membuat produk serupa yang multifungsi, sehingga penggunaannya akan lebih efektif dengan biaya produksi yang minimal.

"Untuk posisi vertikal mampu menampung beban 50 kilogram dengan tinggi maksimal 100 centimeter, sedangkan posisi horisontal dengan tinggi sama (maksimal 100 cm) mampu menampung beban sebanyak 300 kilogram," katanya.

Selain itu, posisi ketinggian juga bisa diatur secara naik-turun dengan ketinggian maksimal 100 cm. "Kalau tumpukan barang mungkin maksimal 4-5 tumpuk barang," katanya.
Untuk biaya produksi untuk "fliptruck" dengan bahan dari baja dan beberapa engsel serta roda permanen, mereka sudah melakukan kalkulasi biaya produksi dengan nilai sebesar Rp1,2 juta.

"Ke depan, kami belum berpikir untuk memproduksi, karena kami masih ingin melakukan perbaikan terlebih dulu, baik estetika maupun teknis," katanya, didampingi Humas Ubaya, Hayuning Purnama. 

Sumber: antaranews.com

Editor: Patricia Aurelia
KOMENTAR