ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Benny Hardjono, Dosen Berprestasi Bidang Sains se-Kopertis Wilayah 3

04 Maret 2018
Benny Hardjono, Dosen Berprestasi Bidang Sains se-Kopertis Wilayah 3
Rektor UPH (kanan) Memberikan Apresiasi kepada Benny sebagai Dosen Berprestasi Berdasarkan Penilaian Kopertis Wilayah III. (Dok. Humas UPH)
BENNY HARDJONO, dosen SISTech (School of Information Science and Technology) yang bergabung sebagai pengajar di UPH sejak 2001, berhasil meraih prestasi sebagai Dosen Berprestasi, peringkat ke-2 di bidang Sains & Teknologi, berdasarkan penilaian Kopertis Wilayah 3 tahun 2017. 

Prestasi ini diumumkan langsung oleh Rektor UPH Dr. (Hon) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., pada 15 Desember 2017 dalam perayaan Natal UPH di Grand Chapel. Pengumuman ini disertai penghargaan dari Rektor dan harapan untuk terus menghasilkan buah-buah karya nyata yang lebih banyak lagi, sebagaimana tema ‘Bear Fruits’ yang dicanangkan UPH untuk tahun akademik 2017/2018.

Prestasi ini menurut Benny tidak luput dari dorongan sivitas UPH, secara khusus dari tim SISTech. Ia menyebutkan di antara beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk penilaian dosen terbaik tingkat Kopertis Wilayah 3, ada satu penelitian yang menurutnya memberikan point terbesar dalam penilaian. Penelitan yang dimaksud berkisar usaha membangun Intelligent Transport System untuk tujuan mengurangi dan menghindari kemacetan di Jalan Tol.

“Penelitian  saya mengenai Intelligent Transport System telah mengantar saya meraih prestasi dosen terbaik. Penelitian tersebut terintegrasi dengan pembuatan model lalu-lintas dari pengumpulan dua sumber data. Yaitu data dari smartphones bermodul Global Positioning Satellite atauGPS (sensor yang memberi data turunan, seperti kecepatan), atau dari satelit lainnya (seperti Glonass), dipadukan dengan data gambar-gambar Closed Circuit Television atauCCTV (sensor ini memberi data turunan, seperti kepadatan) di jalan raya target, kedua data ini diambil pada lokasi dan waktu yang bersamaan.  

CCTV umumnya telah disediakan oleh Jasa Marga untuk publik di berbagai jalan Tol, sedangkan, smartphones dibawa oleh sukarelawan. Model lalu-lintas telah berhasil dibuat dari data gabungan yang berasal dari dua sensor non-intrusif tersebut. Setelah dikalibrasi, model lalu-lintas yang dibangun untuk target jalan tertentu dapat membuat prediksi jangka singkat, kondisi jalan target, walau topologi jalan tersebut diubah, misal penambahan/pengurangan jalan masuk atau keluar tol pada lokasi tertentu. Cara ini termasuk baru (novel) karena selama ini, sensor yang dipakai minimal memakai satu sensor intrusif. 

Satu yang paling populer adalah sensor loop inductor; intrusif karena sensor ini perlu dipendam secara fisik di bawah aspal di Jalan raya, sehingga memerlukan biaya yang besar dan tidak praktis. Dalam pembangunan ITS terintegrasi, selain mobile application pada smartphone (seperti halnya dengan aplikasi Waze) dan data dari CCTV, diperlukan juga back end server.

Metode deteksi kendaraan secara Virtual Detection Zone (VDZ), pada mobile application telah dinilai novel, dan berhasil dicoba di Jalan raya tol Km 21-0 (arah Tangerang-Jakarta/Tomang). Hasil dari penelitian ini, telah dipublikasikan di IEEE conferences (sebagai penulis utama: 2 kali di Jepang, Indonesia, New Zealand, dan Tiongkok, serta satu berupa jurnal internasional berindeks Scopus. Semua publikasi dilaksanakan pada kisaran tahun 2012-2017” papar Benny.

Benny menambahkan penelitian ini didasari atas beban pribadi melihat kemacetan, sehingga sebagai akademisi, Benny ingin berkontribusi melakukan penelitian yang bermanfaat. Ia juga menyatakan bahwa semua ini merupakan kemurahan Tuhan  untuk membuka jalan meskipun ada hambatan, namun akhirnya dengan penelitian ini Benny berhasil lulus S3 pada Juni 2015. Tidak hanya itu dengan kemurahan Tuhan juga, Benny bersyukur dipercaya memimpin satu tim, saat ini di tahun ke dua, dalam hibah bersaing nasional Penelitian Produk Terapan, dengan pendanaan dari RistekDikti.

Melalui proses yang telah dilalui, ia tidak hanya sekedar berhasil meraih penghargaan ‘Dosen Berprestasi’, tapi lebih dari itu ia berharap penelitiannya dapat diwujudkan dan dapat berdampak nyata baik bagi komuter, desainer dan pengelola Jalan raya tol, serta pemerintah. Dan tentunya dapat berkontribusi pada nilai/kum untuk akreditasi SISTech dan UPH. 

Tags :

KOMENTAR