ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Sosial Media sebagai Media Promosi Efektif bagi Pariwisata Indonesia

07 Maret 2018
Sosial Media sebagai Media Promosi Efektif bagi Pariwisata Indonesia
Theodosia C Nathalia, dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan- STPPH (tengah: berkebaya putih). (Humas UPH)
KARAWACI, SCHOLAE.CO - Potensi sosial media sebagai media promosi semakin banyak dimanfaatkan dunia industri. Kelebihan sosial media sebagai media interaktif memberikan pengalaman menarik dalam berkomunikasi, karean pengguna media dapat secara aktif ikut berinteraksi terhadap konten informasi yang diberikan.

Konten-konten menarik dan pemberian informasi berupa teks, gambar, audio dan video juga dapat dilakukan  sehingga pengguna dapat dengan jelas mengetahui produk dan layanan yang diberikan (Kotler dan Keller 2016).  

Perkembangan teknologi komunikasi sebagai sumber informasi dan hiburan berdampak pada pergeseran budaya sosialisasi yang lebih luas lagi. Sosial media merupakan media komunikasi  yang saat ini paling diminati oleh pengguna teknologi komunikasi. Karena besarnya pengguna sosial media ini maka sosial media berpotensi menjadi media promosi yang dapat digunakan industri, termasuk industri pariwisata. 

Sebuah penelitian tentang penggunaan sosial media terhadap intensi perilaku traveler Indonesia juga dilakukan  oleh Theodosia C Nathalia, dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan (STPPH) dalam disertasi-nya yang berjudul “Investigasi Peranan Motivasi Dalam Memediasi Faktor-faktor Pendorong Penggunaan Media Sosial Terhadap Intensi Perilaku Traveler Indonesia”. 

Berdasarkan survei kepada responden traveler Indonesia dalam disertasi ini, ditemukan Instagram sebagai jejaring sosial yang paling banyak digunakan, selanjutnya facebook.

Alasan para traveler suka menggunakan sosial media ini karena konten dari Instagram lebih menarik dengan tampilan layout, gambar dan tingkat privasi yang tinggi. Alasan lainnya karena karakteristik traveler Indonesia suka menggunakan sosial media sebagai media menyimpan kenangan.

Konten yang diposting traveler di sosial media memberikan kontribusi yang cukup signifikan tidak saja terhadap bisnis jasa pariwisata, namun juga memberikan keuntungan kepada wisatawan yang akan melakukan wisata, di antaranya berupa informasi tentang kualitas layanan, pengalaman, sampai variasi harga yang menarik. 

Untuk mencapai tujuan dari pariwisata, ternyata karakteristik pesan yang disampaikan melalui sosial media, berperan penting dalam membentuk kepercayaan terhadap informasi yang diberikan. Hal ini dibuktikan dalam disertasi yang dilakukan Theodosia, bahwa dalam konteks pemenuhan informasi bagi traveler maka kualitas argumen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motif pencarian informasi. 

Traveler Indonesia membutuhkan informasi yang dilengkapi dengan data-data yang akurat, relevan, komplit dengan konsistensi informasi yang jelas, untuk membantu traveler memilah informasi yang berguna dan diminati. Selain kualitas argumen, faktor penting dalam pencarian informasi para traveler adalah kredibilitas sumber.

Menarik dari penelitian ini, Theodosia menemukan bahwa kompetensi tidak selalu didasari pengetahuan dan keahlian sumber saja, melainkan adanya pengaruh seseorang terhadap orang lain, contohnya yang paling diminati responden adalah informasi yang dibagikan oleh  publik figur. 

Melalui disertasinya Theodosia merekomendasikan kepada para profesional bidang pariwisata untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam berbagai forum kepariwisataan serta mensosialisasikan penggunaan media sosial secara maksimal sebagai media untuk memperkenalkan destinasi wisata  Indonesia.

Lebih lanjut ia merekomendasikan kepada pemerintah untuk  lebih aktif menggunakan media sosial dengan menggunakan brand ambassador yaitu publik figur dengan memiliki kemampuan serta pengaruh yang baik sehingga dapat meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap destinasi wisata Indonesia. 

Tags :

KOMENTAR