ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | SCHOLAE

Kisah Huud Alam, Penerima Beasiswa LPDP Mengajar Para Pengungsi di Inggris

22 Maret 2018
Kisah Huud Alam, Penerima Beasiswa LPDP Mengajar Para Pengungsi di Inggris
Huud Alam bersama para pengungsi di Inggris. (Dok. LPDP)
KEINGINAN saya untuk menjadi relawan bermula dari kegemaran saya untuk mengajar dan juga bertemu dengan orang-orang baru. Tidak lama setelah perkuliahan dimulai, saya memutuskan bergabung dengan N.E.S.T (North East Solidarity Teaching), sebuah organisasi kampus yang berfokus dalam pemberdayaan dan pendidikan untuk para pengungsi yang berasal dari berbagai negara, terutama yang berasal dari bagian Timur Tengah dan Afrika.

Pertemuan pertama mengenalkan saya dan berbagai relawan dengan jadwal mengajar Bahasa Inggris kepada para pengungsi. Jadwal utama mengajar adalah di akhir pekan setiap jam satu siang, namun banyak kegiatan lainnya seperti mengunjungi perpustakaan atau sesi tambahan di hari lain. Mayoritas relawan yang mendaftar adalah mahasiswa yang berasal dari Inggris, namun terdapat beberapa mahasiswa internasional lain termasuk saya.

Sesi awal saya dimulai dan saya langsung dihadapkan dengan seorang pria lanjut usia asal Timur Tengah dengan kemampuan bahasa Inggris yang sangat minim. Saya yang belum berpengalaman akhirnya meminta bantuan kepada relawan lain yang mempunyai kemampuan bahasa Arab untuk menterjemahkan apa yang ia mau dari sesi ini. 

Sesi awal yang kurang mulus membuat saya termotivasi untuk belajar melalui internet dan buku tentang metode yang lebih baik untuk mengajar para pengungsi yang rentang usia dan kemampuannya sangat beragam.

Setelah beberapa sesi pengajaran, saya dan beberapa relawan lainnya mendapatkan pelatihan dari International House, sebuah lembaga yang mengajarkan Bahasa Inggris kepada masyarakat internasional yang datang ke Inggris, termasuk persiapan ujian untuk sertifikasi dan lainnya. Saya semakin mengerti bagaimana cara berinteraksi dan mengakrabkan diri, khususnya kepada pengungsi yang cenderung tertutup.

Setiap kali saya mengajar, saya sering mendapat pengalaman berharga. Saya sempat memiliki siswa tetap, yaitu seorang Ibu yang sering bercerita tentang keluarganya. Darinya saya mengerti betapa bangganya Ia memiliki anak yang jauh lebih baik kemampuan bahasa Inggrisnya dari orang tuanya dan betapa seringnya Ia dan suaminya berdebat tentang suatu kosakata baru. 

Atau juga tentang seorang Kakek yang menunjukkan foto negara Irak sebelum perang terjadi dan mengatakan bahwa itu adalah masa terbaik dalam hidupnya. Saya benar-benar terharu dan bersyukur bisa besar di Indonesia, yang walaupun memiliki banyak kekurangan, tapi tetap bisa menjaga kesatuan dan keutuhan masyarakatnya.

Saya juga pernah mengajar seorang anak muda yang berasal dari negara Eritrea, negara kecil yang tidak pernah saya dengar sebelumnya yang ternyata berada di antara Sudan dan Etiopia.

Ia berusaha bercerita tentang indahnya negaranya dengan bahasa Inggris yang terbata-bata tapi saya benar-benar menghargai tekadnya untuk merubah nasib dengan mencari peruntungan di Inggris. Semua yang saya alami ini benar-benar menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan untuk saya.

Pada akhirnya, saya benar-benar berterimakasih kepada LPDP karena bukan hanya membiayai perkuliahan magister saya sampai saya lulus, namun juga memberikan kesempatan saya untuk melihat dunia secara berbeda melalui pengalaman yang saya dapat di sini.

Dikisahkan: Huud Alam (Awardee LPDP program Renewable Energy Enterprise and Management, Newcastle University)

Tags :

KOMENTAR