ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

April 2018, IPB Luncurkan Aplikasi Akademik "IPB Mobile APPS"

27 Maret 2018
April 2018, IPB Luncurkan Aplikasi Akademik
Ilustrasi - Mobile APPS. (Foto Antara/Linna S/Dok).
BOGOR, SCHOLAE.CO - Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, meluncurkan aplikasi `IPB Mobile APPS` pada April 2018 yang akan memberikan kemudahan kepada mahasiswa dalam mengakses infomasi akademik.

"Aplikasi ini sudah jadi, tinggal penyempurnaan akhir menambah salah satu aspek lagi," kata Rektor IPB Dr Arif Satria kepada Antara saat ditemui di ruang kerjanya di Bogor, Senin (26/3/2018).

Arif menyebutkan IPB Mobile APPS dapat diakses oleh seluruh mahasiswa melalui aplikasi yang ada di telepon pintar. Seluruh informasi akademik yang dibutuhkan oleh mahasiswa seperti jadwal perkuliahan hingga hilai dapat diakses melalui aplikasi tersebut.

IPB Mobile APPS merupakan salah satu dari program kerja Rektor IPB dibidang ICT sistem (informasi, komunikasi dan teknologi). Aplikasi ini sudah lebih dulu diterapkan di Fakultas Ekologi Manusia.

FEMA lanjut Arif sudah lebih dulu menerapkan apa yang saat ini akan dikerjakan oleh rektorat IPB tersebut, seperti aplikasi mobile phone, hingga pengelolaan sampah melalui bank sampah dan lainnya. Program-program internal yang disipakan oleh Rektor IPB merupakan "skill up" dari apa yan sudah ada di FEMA. "Bulan depan (April-red) diluncurkan," katanya.

Menurut Arif dengan aplikasi tersebut akan lebih efisien, dan mahasiswa tidak perlu datang mengatre untuk mengurus surat-surat, karena semua bisa diselesaikan dengan aplikasi tersebut.

"Kemudian mahasiswa bisa komplain terhadap layanan dan fasilitas melalui e-complain," katanya.

Keluhan yang masuk dalam aplikasi akan ditindaklanjuti oleh Direktorat Sistem Informasi dan Transformasi Digital yang ada di IPB. Dengan aplikasi tersebut akan tercipta budaya transparansi dalam hal informasi, efisiensi dan akuntabilitas.

"Dengan adanya ICT IPB ini tercipta akuntabilitas, efisiensi, dan transparansi informasi," kata mantan Dekan FEMA ini.

Menyinggung soal transparansi anggaran yang jadi aspirasi para mahasiswa dari sejumlah fakultas yang disampaikan dalam dialog dengan Rektor IPB, Minggu malam (25/3) kemarin. Arif menyatakan mahasiswa tidak perlu khawatir soal itu.

"Soal UKT harus transparan itu harus, apalagi kami diaudit oleh BPK, mahasiswa tidak perlu khawatir soal itu karena keuangan sudah menggunakan IT yang canggih," kata Doktoral lulusan Kagoshima University, Jepang.

Arif menambahkan IPB memiliki program UKT (uang kuliah tunggal), dan termasuk universitas yang sangat peduli dengan mahasiswa yang kurang mampu. Tercatat dari seluruh mahasiswa yang menempuh pendidikan di IPB yang membayar UKT 100 persen hanya sebanyak delapan persen saja.

"Jadi masih banyak mahasiswa yang disubsidi, lewat beasiswa. Kenapa FKH lebih tinggi karena memang bahan praktikumnya lebih banyak," kata Arif.

Tags :

KOMENTAR