ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | SCHOLAE

Menristekdikti Ingatkan Mahasiswa Tidak Lupakan Wawasan Kebangsaan di Era Digital

02 April 2018
Menristekdikti Ingatkan Mahasiswa Tidak Lupakan Wawasan Kebangsaan di Era Digital
Menristekdikti, Mohamad Nasir foto bersama mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Ngawi. (BKPK Kemenristekdikti)
NGAWI, SCHOLAE.CO – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir memberikan kuliah umum pada sarasehan pendidikan Institut Agama Islam (IAI) Ngawi dan STKIP Modern Ngawi, bertempat di Gedung Eka Kapti Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jum’at (30/3/2018).

Menurut Menristekdikti M. Nasir, Indonesia memiliki potensi ekonomi untuk meningkatkan akses relevansi dan mutu pendidikan tinggi agar menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

“Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dalam rangka membangun peradaban bangsa,” ucap Nasir dalam kuliah umumnya yang dihadiri civitas akademika IAI Ngawi dan STKIP Modern Ngawi.

Menristekdikti juga mengingatkan kepada mahasiwa bahwa era digital yang saat ini semakin mendominasi di Indonesia agar tidak meninggalkan literasi manusia dan kebangsaan yang berpotensi melunturkan semangat gotong royong, solidaritas dan toleransi antar sesama.

“Era kita sekarang ini dipenuhi dengan digital, tetapi kita tidak boleh meninggalkan soal literasi tentang manusia dan kebangsaan. Majunya teknologi apapun harus kembali kepada dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” terang Nasir.

Nasir mengatakan, dengan semakin berkembangnya era digital saat ini, masyarakat harus tetap bersatu tanpa melihat komitmen dari agama, etnis dan suku apapun. Harus tetap memegang semboyan NKRI harga mati yang sudah ditegaskan oleh Presiden Republik Indonesia ke-1 Sukarno sejak awal bangsa Indonesia berdiri.

“Dalam kehidupan sehari-hari, tak kalah pentingnya kita jangan pernah melupakan bahwa Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan pancasila sebagai ideologi negara,” kata Nasir.

Terakhir, Nasir menegaskan agar tetap menyerukan dan mengingat semboyan Bhineka Tunggal Ika sehingga tidak akan merusak sendi-sendi kesatuan bangsa Indonesia yang sudah dibuat selama ini. 

Tags :

KOMENTAR