ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Pentingnya Metode STEM dalam Perkembangan Anak Usia Dini

12 April 2018
Pentingnya Metode STEM dalam Perkembangan Anak Usia Dini
Orang tua memilih waktu yang tepat dalam memperkenalkan gadget ke anak. (Elevenia)
JAKARTA, SCHOLAE.CO  –  Dalam  era  dengan  perkembangan  teknologi  yang  pesat,  anak-anak  generasi  masa  kini  tumbuh menjadi  generasi yang cerdas dalam menggunakan teknologi digital (digital savvy), dimana mereka sudah  mengenal  perangkat  pintar  dan  internet  sejak  lahir.  

Sayangnya,  orang  tua  seringkali menggunakan kecanggihan perangkat ini sebagai alat untuk mengalihkan perhatian agar anak-anak tetap  sibuk, atau sebagai mekanisme negosiasi dengan anak.  

Dr.  Deborah  Weber,  Ph.D,  Director,  Early  Childhood Department  Research  dari  Fisher-Price,  USA, Rabu (11/4/2018 di Jakarta menyarankan beberapa kiat bagi orang tua, seperti memilih waktu yang tepat  dalam memperkenalkan  gadget  ke anak,  memperhatikan  kelayakan  konten,  menerapkan  batasan  waktu  bermain,  serta  memastikan jeda  berkala  dalam  setiap  sesi  bermain.  

Dengan  demikian,  sangatlah  penting  untuk  menjaga keseimbangan antara penggunaan mainan tradisional dan berbasis teknologi. 

Sehubungan dengan perkembangan teknologi, Dr. Deborah Weber juga menyampaikan pentingnya metode STEM (Science, Technology, Engineering & Mathematics)  atau sains, teknologi, teknik, dan matematika)  dalam perkembangan anak usia dini. 

Metode STEM menekankan pada pembelajaran aktif, menstimulasi anak untuk memecahkan masalah, fokus pada  solusi, membangun cara berpikir logis  dan  sistematis,  dan  mempertajam  kemampuan  berpikir  kritis.  

Hal  ini  berperan  besar  dalam mempersiapkan anak untuk membangun karakter yang kompetitif secara global dan mempersiapkan mereka untuk kesempatan karir di bidang teknis dan kreatif di masa depan.

Melihat  keunggulan  dari  metode  pembelajaran  STEM  dan  memahami  pentingnya  memberikan pembekalan dasar yang kuat sejak usia dini, Fisher-Price menghadirkan rangkaian permainan Think &  Learn  dan  Laugh  &  Learn  yang  menggabungkan  metode  STEM  dan  sistem  pembelajaran berbasis teknologi yang menyenangkan dan aman.

Dr. Deborah  Weber  memperagakan tipe mainan beberapa seri produk mainan Think & Learn Code-A-Pillar yang mendapat banyak perhatian. 

Mainan ini memiliki sembilan segmen  yang mudah disambungkan dan dapat diatur ulang oleh anak-anak prasekolah  untuk  “memberi  tahu”  mainan  cara  bergerak  maju,  kiri,  kanan,  bergoyang,  menari,  atau bahkan menunggu beberapa detik sebelum bergerak lagi. 

Seorang anak dapat mulai bermain Code A-pillar  di  titik  A  dan  mencari  tahu  bagaimana  cara  memindahkannya  ke  titik  tujuan  B  melalui pengurutan. Dengan kata lain, belajar memecahkan masalah.

Meresponi hal ini, presenter, penulis buku, dan pemerhati isu tumbuh kembang anak  Nadia Mulya menjelaskan,  “Merupakan  suatu  pengalaman  yang  berharga  bagi  saya  ketika  melihat  anak-anak bermain dengan senang. Tanpa mereka sadari, sesungguhnya mereka sedang mengembangkan kemampuan  berpikir  kritis  pada  momentum  tersebut.  Permainan  Code-A-Pillar  dari  Fisher-Price mendukung pola bermain ini.”

Lebih lanjut, Dr Deborah Weber  menekankan  bahwa setiap orang tua ingin memberikan pendidikan dan pembekalan keterampilan yang terbaik bagi anak-anaknya. Merupakan momentum yang penting bagi orang tua untuk terlibat dalam waktu  bermain  berkualitas  bersama anak, serta menyaksikan perkembangan anak mereka secara langsung. 

Di era perkembangan teknologi yang pesat sambung dia sangatlah penting bagi anak untuk dapat mengembangkan ketrampilan pemecahan masalah dan  keterampilan lain  melalui  bermain.  

“Ketika  anak-anak  sibuk  bermain,  mereka  membangun  lebih  dari  sekedar kemampuan pembelajaran usia dini  mereka membangun fondasi untuk tumbuh menjadi pemikir besar kelak,” tutupnya.

Menurut Dr. Deborah Weber, “Belajar dari cara anak bermain agar dapat membuat mainan yang disenangi anak-anak  merupakan peran penting Play Lab bagi pengembangan produk Fisher-Price.”

Menentukan kelompok usia  untuk  suatu produk juga merupakan tanggung jawab penting Play Lab. Dengan  mempertimbangkan  aspek-aspek  fisik,  kognitif,  serta  sosial  dan  emosional,  Fisher-Price melibatkan para ahli perkembangan anak untuk mendesain mainan yang sesuai dengan rentang usia anak  dan  dapat menjawab kebutuhan yang berbeda dari setiap tahap perkembangan   anak. 

Dr. Deborah Weber juga mendorong orang tua untuk terus mengingat bahwa setiap anak memiliki tahapan pertumbuhan yang berbeda-beda.

Perusahaan  mainan  edukatif  ternama  Fisher-Price sebagai penyelenggara diskusi tersebut memperkenalkan  rangkaian  mainan  edukatif  yang  mengadopsi  metode  pembelajaran  STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) bagi anak usia dini. Sejak tahun 1930 hingga saat ini, Fisher-Price tetap konsisten menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan mainan yang edukatif, aman, tahan lama, dan berkualitas tinggi. 

Menyadari bahwa paparan teknologi tidak dapat dihindari, Fisher-Price melalui fasilitas risetnya Play Lab, mengusung riset berbasis observasi dalam strategi desainnya.  

Sebanyak lebih dari 127.000 bayi dan anak prasekolah, serta 1.700 orang tua dilibatkan dalam uji coba mainan setiap tahunnya. Berbagai aspek dalam  bermain,  seperti  ukuran,  skala,  ergonomi,  minat,  serta  kelayakan  pengembangan,  terus dievaluasi secara berkala. 





Tags :

KOMENTAR