ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | SCHOLAE

Indonesia Belum Maksimal Manfaatkan Beasiswa Tiongkok

13 April 2018
Indonesia Belum Maksimal Manfaatkan Beasiswa Tiongkok
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir. (Net)
BEIJING, SCHOLAE.CO - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan bahwa Indonesia belum maksimal memanfaatkan program beasiswa, terutama untuk jenjang pendidikan S2 dan S3, yang ditawarkan pemerintah Tiongkok.

"Sebenarnya banyak fasilitas yang diberikan oleh Tiongkok kepada kita, apalagi perkembangan teknologi Tiongkok sangat pesat," katanya di Kedutaan Besar RI di Beijing, Jumat (13/4/2018).

Ia menduga hal itu disebabkan lemahnya komunikasi antara Indonesia dengan Tiongkok sehingga kelemahan itu harus segera dibenahi.

"Yang gencar justru Taiwan. Tidak punya hubungan diplomatik dengan kita, tapi malah luar biasa. Kita dapat bantuan beasiswa dari TETO (Kantor Dagang dan Ekonomi Taiwan di Indonesia) untuk 6.000 mahasiswa," ujar Nasir.

Bahkan 27 direktur dan rektor perguruan tinggi di Indonesia diundang secara khusus ke Taiwan.

"Mereka ke Taiwan bisa 'U to U' (kerja sama antaruniversitas). Demikian juga dengan Jepang dan Korea (Selatan)," ucapnya sebagaimana dilaporkan Antara.

Dibandingkan dengan Taiwan, Jepang, dan Korsel, lanjut dia, justru beasiswa dan kerja sama pendidikan dengan Tiongkok yang kurang ada perubahan.

Di KBRI Beijing, Menristekdikti akan bertemu dengan para pelajar yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT).

Sebelumnya Menristekdikti menghadiri pencanangan Tahun Inovasi Tiongkok-ASEAN, Forum Tiongkok-ASEAN, pertemuan bilateral dengan Menteri Iptek Tiongkok Wang Zhigang, dan mengunjungi kampus Tsinghua University pada 12-13 April 2018.

Dari KBRI Beijing, Nasir dan rombongan bertolak menuju Chengdu, Provinsi Sichuan, untuk melakukan serangkaian kunjungan di antaranya ke Pusat Litbang Kereta Cepat di Xinan Jiaotong University.

Tags :

KOMENTAR