ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | SCHOLAE

Generasi Zaman Now Harus Menguasai Teknologi

13 April 2018
Generasi Zaman Now Harus  Menguasai Teknologi
Prof. Dr. Jusman Syafii Djamal hadir menjadi pembicara dalam Executive Lecture yang dilaksanakan, Jumat (13/4/2018) di Auditorium Arifin Panigoro, UAI, Jakarta Selatan. (Foto-Foto: Scholae/Jack Gobang)
JAKARTA, SCHOLAE.CO -  Perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini berjalan lurus dengan perkembangan inovasi di berbagai aspek kehidupan. Pembahasan mengenai pentingnya meningkatkan inovasi di berbagai aspek kehidupan kerap dilaksanakan di berbagai tempat. Salah satunya di perguruan tinggi. 

Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), sebagai enterprising university, senantiasa melakukan berbagai kegiatan dalam mendorong pengembangan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Salah satu kegiatan untuk mendorong terciptanya inovasi bagi para mahasiwa adalah  Executive Lecture yang dilaksanakan, Jumat (13/4/2018) di Auditorium Arifin Panigoro, UAI, Jakarta Selatan.

Prof. Dr. Jusman Syafii Djamal hadir menjadi pembicara yang bertemakan “Technology, Innovation and The Future of Industries”. Dalam pemaparannya, guru besar kehormatan dari Guodong University  dan Zeyjiang University of Technology, Tiongkok, ini menyampaikan bahwa orang-orang yang menguasai teknologi adalah manusia yang bersumber daya. Menurut Mc Kinsey, pada tahun 2030 Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-7 di dunia.

Hal tersebut didukung dengan jumlah anggota kelas konsumen menengah di Indonesia yang mencapai 135 juta. Sebelumnya, Rektor UAI, Prof. Dr. Asep Saefuddin, M.Sc. menyampaikan dalam sambutannya, bahwa pentingnya penguasaan teknologi yang berkesinambungan dan bersinergi. Sinergi yang dimaksud adalah antara pihak pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Selain unsur sivitas akademika UAI, acara ini juga dihadiri oleh jajaran kemenristekdikti, kementerian perindustrian, BPPT, pimpinan dari beberapa perguruan tinggi di Jakarta, para pengurus ASPIRASI, dan pengurus Yayasan Pesantren Islam Al Azhar (YPIA). Prof. 

Prof. Asep berharap agar acara ini dapat memotivasi para pelaku industri dan masyarakat untuk dapat meningkatkan kesadaran pentingnya inovasi di berbagai aspek.


Menurutnya, setiap perguruan tinggi di Indonesia sudah saatnya mengembangkan industri berbasis teknologi.   Kurikulum harus dapat menyiapkan generasi milenial untuk menjadi pemain utama dalam perkembangan zaman yang begitu cepat berubah karena adanya era digitalisasi.  

Ia menilai metode klasik pola satu arah di ruang kelas sudah tidak relevan lagi diterapkan sebagai model utama dalam pembelajaran. Saat ini, sudah waktunya menggunakan pola hybrid e-learning dan multiresource learning, di mana mahasiswa harus terbiasa dengan pembahasan masalah dan dibiasakan mencari solusi dari masalah dengan pola diskusi. 

“Misalnya, mahasiswa bisa memanfaatkan kafetarian untuk berdiskusi setelah membaca buku. Pola pembelajaran dengan pola diskusi ini terus kami galakkan di UAI agar mahasiwa tidak monoton dalam menyerap materi pelajaran di ruang kelas,” jelasnya.  (Jack Gobang)
 

 

 


Tags :

KOMENTAR