ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | SCHOLAE

Aksi Terorisme Surabaya, Mahasiswa Fakultas Hukum Unsika Gelar Refleksi dan Doa

17 Mei 2018
Aksi Terorisme Surabaya, Mahasiswa Fakultas Hukum Unsika Gelar Refleksi dan Doa
Sebagian mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang, foto bersama sebelum menggelar doa bersama. (Simfonews)
KARAWANG, SCHOLAE.CO - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) Selasa (15/5/2018) malam pukul 20.00 menggelar refleksi doa  di Lapangan Universitas Singaperbangsa Karawang dalam  rangka menentang aksi terorisme yang terjadi di Surabaya. 

Sebelum acara digelar, terlihat sekumpulan mahasiswa yang tampak larut dalam kesedihan.  Mereka mengutuk keras aksi terorisme maupun paham radikalisme.

Aksi terorisme yang terjadi di Surabaya mendapat kecaman dari berbagi elemen, setia daerah di wilayah Nusantara ini mengecam bahkan ada yang mengutuk keras. Universitas ternama di Kabupaten Karawang yang dikenal dengan nama Unsika juga menentang aksi terorisme tersebut.

Ketua Panitia Refleksi dan Doa, Sepri Antoni Sitopu mengatakan bahwa Peraturan Undang-undang saat ini masih belum efisien dalam menindak serta mencegah tindakan terorisme dan paham radikalisme

Sementara mahasiswi lainnya Caroline Taruli de Mega mahasiswi Fakultas Hukum angkatan 2016 yang ikut bagian dalam aksi menentang terorisme mengatakan teroris sekarang makin merajarela di bumi ini. Dan Olin, biasa disapa itu karena UU Terorisme  belum disahkan. maka teroris pun tidak takut untuk berbuat demikian.

"Semoga UU Terorisme segera disahkan dan buat masyarakat lebih berhati-hatidan tidak mudah percaya dengan ajaran yang menyimpang. Karena semua agama itu mengajarkan cinta dan kasih serta toleransi bukan mengajarkan bunuh membunuh,"ungkap Olin.

Olin berpesan agar kita semua berantas teroris bersama dengan semangat persatuan dan kesatuan Indonesia."Jangan sampai teroris menang karena mereka dapat memecahbelahkan persaudaraan kita antar agama suku, agama, ras, dan antargolongan,"ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Sepri menambahkan Undang-undang saat ini masih belum efisien dalam menindak serta mencegah tindakan terorisme dan paham radikalisme. 

Sementara sekelompok mahasiswa lainnya mempertegas bahwa seharusnya perlu diberlakukannya pembuatan UU Terorisme yang baru.

Lebih jauh Sepri menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus, tindakan terorisme selalu lolos berhasil melakukan aksinya. Terbukti aksi yang dilakukan pada saat di Surabaya benar-benar sangat terencana. Dan aksi terorisme itu juga sudah berlangsung secara berturut-turut. Terbukti dalam dua hari aksi terorisme menyerang banyak lokasi. Serta yang menjadi sasarannya yaitu pihak aparat kepolisian dan orang yang tidak sepaham dengan mereka.

Sepri juga menambahkan adapun urutan kegiatan yang digelar pada malam itu yakni penyalaan lilin, doa, renunggan, dan penyampaian kata-kata belasungkawa dari setiap mahasiswa.

“Kegiatan ini sangat positif karena mempertegas Kita sebagai mahasiswa menentang Aksi Terorisme dan Paham radikalisme, serta kita juga turut mendoakan para korban dan keluarga atas pemboman yang terjadi di surabaya” unjar Reo salah satu mahasiswa yang ikut dalam acara tersebut.

Mahasiswa sebagai kaum intelektual kata Sepri seharusnya tidak boleh diam saja melihat tragedi pemboman yang terjadi di Surabaya, mengingat banyaknya korban dalam tragedi tersebut dan menyampaikan turut berbelasungkawa atas tragedi yang menimpa para korban.

“Kita berharap kepolisian dapat mengusut tuntas kasus pemboman tersebut” ujar Sepri. 


Tags :

KOMENTAR