ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Peran Guru sebagai Pembentuk Kehidupan

14 September 2018
Peran Guru sebagai Pembentuk Kehidupan
Siswa mendapat bimbingan guru dalam pembentukan kehidupan. (Net)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Dua tokoh trainer kawakan di bidang SDM, khususnya Character Building, Eileen dan Emilia Jacob, mengatakan bahwa peran seorang Guru dalam membentuk individu yang kompeten, memiliki andil yang signifikan. Sekurangnya, disebutkan, ada tiga hal yang merupakan kunci dari suksesnya seorang guru dalam menginspirasi murid-muridnya.

Pertama, pastinya adalah pendidikan. Guru yang baik bisa menghadirkan kegiatan belajar yang fun, merangsang, dan melibatkan emosi murid sehingga mereka semangat untuk berprestasi. Ada murid yang sulit berkonsentrasi dan cenderung mengambil jarak dari apa yang ia pelajari. Perhatian ekstra sang guru. Kelas harusnya menjadi lingkungan yang menarik sehigga murid merasa tertantang dan menjangkau motivasi mereka.

Yang kedua adalah inspirasi. Ada murid yang sangat tertarik dengan pelajaran sejarah. Alasannya, karena gutu sejarahnya membuat pelajaran Sejarah seperti cerita-cerita heroik, yang terkadang tidak diakhiri dengan happy ending. Namun keahlian sang guru dalam membawakan materi sejarah membuat minat para siswa menggeluti sejarah secara 'serius' misalnya dengan gemar membaca buku-buku sejarah. Guru pada era sekarang malah bisa menginspirasi murid-muridnya dengan dengan berbagai kegiatan, seperti riset-riset kecil, eksperimen, bacaan yang tidak ada batasnya sampai pada obrolan mengenai cita-cita sang anak.

Di satu sisi, murid yang terinspirasi bisa memproduksi hal-hal yang mencengangkan. Hal yang juga sering diingat murid yang sukses adalah bagaimana minat dan kecintaan mereka terhadap satu bidang yang ditekuni sampai sukses sering kali dibidani oleh gurunya.

Yang terakhir adalah bimbingan. Kita sering menemui mahasiswa atau pelajar yang memandang sekolah sebagai hukuman sampai hampir 'drop out'. Gejala ini sebetulnya menunjukan masa kritis, ketika inividu menentukan keputusan hidupnya. Disinilah peranan guru sangat dibutuhkan untuk membimbing mereka mengubah hidup menjadi postif.

Peran guru dalam membentuk kehidupan seseorang adalah harus berdasarkan rasa cinta. Cinta pada sekolah, cinta pada kegiatan mengajar, cinta kepada murid-muridnya sehingga murid pun merasakan kehangatan yang ada di antara mereka. Walaupun guru tidak meletakan dasar-dasar nilai kehidupan muridnya karena keluarga dan orang tualah yang seharusnya bertanggung jawab, seorang guru tetap bisa menambahkan nilai-nilai tertentu untuk dianut murid-muridnya. Mereka bisa diajak untuk memperjelas purpose of life-nya. Mereka pun bisa ditulari kepedulian dan rasa cinta kepada sesama.

Adapun Menag, Lukman Hakim Saifuddin, meminta orangtua dan seluruh satuan pendidikan keagamaan, seperti madrasah, pondok pesantren, dan pendidikan keagamaan, supaya meningkatkan pengawasan penggunaan penggunaan gawai pada anak-anak. (Maria L. Martens)


Tags :

KOMENTAR