ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

PGRI Minta Pengangkatan Guru CPNS Ditunda

22 September 2018
PGRI Minta Pengangkatan Guru CPNS Ditunda
PGRI meminta Pemerintah untuk menunda pengangkatan Guru CPNS

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Pengangkatan guru CPNS yang ditargetkan 100.000, tidak memberi peluang kepada guru honorer yang telah belasan tahun mengabdi, untuk mengikuti prosedur ini, karena terkendala usia.

Karena itulah, Ketua Umum Pengurus Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi, menegaskan sikap PGRI akan memperjuangkan guru honorer. Ada guru honorer kategori I (APBN) yang masih tercecer pengangkatannya dan kategori 2 (APBD) yang banyak beum diangkat.

Ada 438.590 tenaga honorer jika mengacu pada basis data yang ada di pemerintah. Dari jumlah itu, guru honorer terdata 157.210 orang, tetapi hanya 12.883 yang memenuhi syarat untuk ikut tes CPNS.

Guru honorer yang mengabdi lama merasakan perlakuan tidak adil. Status mereka menjadi tidak jelas. "Mau ikut jadi CPNS terganjal usia maksimal 35 tahun. Terus mau diangkat jadi pegawai pemeruntah dengan perjanjian kerja atau P3K juga belum ada dasar hukumnya," ungkap Unifah kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (21/9/10).

Dia mengatakan, PGRI meminta pendaftaran CPNS ditunda dulu jika pengaturan pemerintah soal P3K belum ada. Sebab, menjadi guru berstatus P3K menjadi salah satu solusi bagi guru honorer yang usianya di atas 35 tahun.

"Kami meminta supaya ada instruksi atau keputusan preside dan aturan soal P3K. Ini menjadi solusi bagi guru honorer. Jangan sampai guru honorer ditinggalkan begitu saja karena kesalahan pemerintah yang buruk soal perencanaan kebutuhan guru selama ini," katanya.  (Editor: Maria L. Martens)


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR