ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Hadiri Reuni Kagama 2018, Presiden Jokowi: Kalau Dulu ‘Ngutang’ Supaya Dibayar

23 September 2018
Hadiri Reuni Kagama 2018, Presiden Jokowi: Kalau Dulu ‘Ngutang’ Supaya Dibayar
Presiden Jokowi menjawab wartawan usai menghadiri Reuni Akbar Kagama 2018, di Cendrawasih, JCC, Jakarta, Sabtu (22/9/2018) siang. (Foto: JAY/Humas Setkab)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai bukan sesuatu yang mengagetkan, jika banyak mahasiswa, khususnya alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, tahun 1980-an memiliki utang saat masih kuliah.

Ia mengingatkan, mahasiswa UGM semua dari kelas rakyat, dari Sabang sampai Merauke ada semuanya. Yang banyak mereka berjalan kaki sama naik sepeda, sambung Presiden, hampir 90 persen mereka naik sepeda sama jalan kaki.

“Jadi kalau ngutang-ngutang Bukan sesuatu yang mengagetkan, sesuatu yang biasa,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai menghadiri acara Reuni Akbar Alumni Keluarga Universitas Gadjah Mada (Kagama) Tahun 2018, di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu (22/9/2018) siang.

Sebelumnya dalam kesempatan menghadiri reuni itu, Presiden Jokowi mengundang sejumlah alumni UGM yang sering utang di warung disuruh maju. Namun ia meminta, jangan semua maju ke panggung.

“Jangan sampai panggungnya penuh gara-gara urusan utang saja,” pinta Presiden sebagaimana dilansir dari laman setkab.go. id.

Dari dialog tersebut, alasan sejumlah alumni mengaku berutang saat kuliah adalah karena duitnya pas-pasan tapi makan telor. Ada juga, dalam dialog, yang terpaksa berutang karena kiriman duit dari kampung kurang, dan juga kiriman tidak tepat waktu.

Untuk itu, Presiden Jokowi berpesan yang dulu berutang agar sekarang dibayar utang-utang mereka.

“Saya perlu ingatkan kepada bapak ibu sekalian yang ngambil 5 tapi bayarnya 2 tolong dibayarlah sekarang. Itu di akhiratnya hati-hati nanti,” pesan Presiden Jokowi yang disambut tertawa para peserta Reuni Akbar Kagama 2018.



Editor: Patricia Aurelia
KOMENTAR