ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Menggugah Gairah Sociopreneur Lewat Dunia Kampus

26 September 2018
Menggugah Gairah Sociopreneur Lewat Dunia Kampus
Peserta inkubasi bisnis Soprema 2018 berasal dari Sulawesi, Maluku, Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Jawa (Dok. Humas UGM)

YOGYAKARTA, SCHOLAE.CO - Semangat kewirausahaan mulai ditumbuhkan di dunia kampus. Meski hal-hal akademis menjadi prioritas mahasiswa, namun pengetahuan sociopreneur, juga dianggap penting untuk diketahui. Seperti yang dilakukan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, yang menggelar kegiatan Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda, selama tanggal 25 - 26 September 2018.

Kementerian Pemuda dan Olahraga, menanggapi positif kegiatan ini dan menyebut bahwa  bahwa kegiatan ini telah mendukung program pemerintah dalam menumbuhkan minat generasi muda dalam bidang kewirausahaan.

"Keberadaan teman-teman dengan bisnis sosial adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan, bagaimanapun memang jangkauan dari pemerintah ada batasnya, ada area-area yang pemerintah tidak bisa menjangkau," ujar Asisten Deputi, seperti yang dilansir Humas UGM, di Yogyakarta, Rabu (26/9/2018).

Imam Gunawan mengaku banyak faktor menjadi kendala dalam upaya menumbuhkan kewirausahaan sosial. Bukan karena tidak memiliki resources, namun pemerintah terkadang terbatas dalam ide.

Meski begitu, kadang memiliki ide, namun miskin pakar sehingga kreativitas yang dihasilkan tidak terlalu tinggi. Belum lagi soal inovasi-inovasi, tentu sangat jauh dari yang dimiliki para mahasiswa yang tergabung di Soprema.

"Keberadaan teman-teman para calon wirausaha sosial amat penting karena sebagai penguat elemen. Ada beberapa elemen penguat yang kita tahu, pemerintah, masyarakat atau komunitas, semakin kuat komunitas mencirikan semakin modern sebuah negara karena yang tidak modern adalah serba sentralistik," katanya.  

Imam Gunawan juga menandaskan, bahwa tolok ukur keberhasilan perusahaan zaman sekarang adalah ketika perusahaan berhasil melibatkan lingkungan setempat. Perusahaan dikatakan suskes jika sudah berdampak pada masyarakat.

"Salah satu keberhasilan nilai sosiopreneur, jika sisi material berdampak atau memberi kemudahan, memberikan makna kehidupan, kita sukses tapi juga mampu menyukseskan orang lain," tandasnya.`

Rangkaian gelaran Sociopreneur Muda Indonesia (Soprema) 2018 yang diiikuti 37 peserta ini dilaksanakan selama 2 hari, di kampus Fisipol UGM dan University Club Hotel UGM. Kegiatan Soprema 2018 diawali dengan program inkubasi bisnis bagi para sociopreneur dari berbagai provinsi di Indonesia.

Sebanyak 37 peserta inkubasi bisnis Soprema 2018 berasal dari Sulawesi, Maluku, Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Jawa. Peserta program inkubasi bisnis ini seluruhnya merupakan finalis Soprema dan kompetisi sociopreneur lain di tahun sebelumnya.

Dekan Fisipol UGM, Dr. Erwan Agus Purwanto, M. Si., berharap melalui program inkubasi ini dapat mengakselerasi pertumbuhan bisnis kewirausahaan sosial di seluruh penjuru Indonesia. Para peserta dapat mengembangkan bisnisnya secara intensif dan optimal sehingga mampu memberikan dampak sosial yang lebih besar bagi masyarakat.

Disamping belajar dan berlatih para peserta dapat  mengembangkan bisnis wirausaha sosial yang telah digeluti. Dengan kegiatan ini mereka dapat memperluas jejaring dengan sesama peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

"Ini menjadi wujud kontribusi positif dunia akademik dalam berpartisipasi menyelesaikan persoalan sosial yang dihadapi pemuda Indonesia. Soprema UGM 2018 merupakan medium untuk mendorong penciptaan dan pengembangan gagasan-gagasan pemuda dalam mewujudkan kesejahteraan di Indonesia, siapa tahu dari sini akan muncul seperti bukalapak, tokopedia dan lain-lain," kata Erwan saat membuka kegiatan Soprema 2018.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR