ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Inovasi Ratih untuk Bantu Kaum Tani

02 Oktober 2018
Inovasi Ratih untuk Bantu Kaum Tani
Ratih Rachmatika, mahasiswi UNS penemu inovasi untuk petani (istimewa)

SOLO, SCHOLAE.CO - Sebuah apikasi untuk membantu para petani, diciptakan oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Apikasi yang dinamakan Perfect tersebut, adalah inovasi untuk membantu para petani mengetahui kondisi hasil panenannya.

Adalah Ratih Rachmatika si penemu inovasi tersebut. Mahasiswi menyebutkan kata Perfect merupakan kepanjangan dari 'perishable food maturity and freshness detector' yaitu aplikasi berbasis android yang mampu mengidentifikasi tingkat kematangan dan kesegaran buah.

Kemampuan Ratih merancang aplikasi ini, juga karena keinginannya untuk membantu kaum petani dalam meningkatkan kualitas ekspor produk makanan Indonesia, yang tidak dapat tahan lama. Perfect dilengkapi dengan tiga fitur sekaligus, yaitu perfect maturity, perfect fresh food", dan perfect fertilizer. "Perfect maturity berguna untuk mengidentifikasi kematangan buah," terang Ratih, saat menampilkan temuannya di Solo, kemarin.

Sedangkan perfect fresh food untuk mengukur kesegaran buah dan 'perfect fertilizer' bisa digunakan petani untuk menentukan takaran pupuk yang sesuai ketika menanam buah.

Meski terbilang canggih, aplikasi ini tidaklah rumit. "Penggunaannya sangat mudah," cetus Ratih sembari sigap memperlihatkan cara pengoprasiannya. Ia lalu menjelaskan, buah yang ingin diperiksa cukup difoto menggunakan kamera ponsel. Selanjutnya, hasil foto dipotong untuk memperkecil resolusi gambar sehingga mempermudah dalam menentukan tingkat kematangan dan kesegaran buah berdasarkan citra warna kulit buah. "Setelah itu, tekan tombol proses untuk mengetahui hasilnya," ujar Ratih

Pada prinsipnya, pemanfaatan alat ini adalah untuk mengukur tingkat kematangan dan kesegaran buah. Kondisi buah yang baik, dilihat dari citra warna dengan bantuan aplikasi temuan Ratih. Inovasi ini juga, belum ditemukan persamaannya di Indonesia. Kalau pun mancanegara pernah memperkenalkan aplikasi serupa, itu dengan menggunakan sensor bau. "Jadi ini memang belum ada kompetitornya," terang Ratih.

Aplikasi Perfect ini bisa digunakan siapa saja, tidak terbatas untuk kalangan petani saja. “Misalnya untuk mengecek kualitas makanan masih bagus atau tidak, pengguna yang awam juga bisa. Pengepul hingga retail store juga dapat menggunakannya,” terangnya.

Ke depannya, Ratih berharap aplikasinya benar-benar dapat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas produk para petani yang akan diekspor. Dengan menggunakan aplikasinya, petani bisa menghindari proses gagal panen atau gagal produksi produk. “Selanjutnya, saya ingin mematangkan lagi strategi memasarkan aplikasi ini,” harap Ratih.

Karena kemampuannya menemukan kecanggihan alat ini, aplikasi Perfect ciptaan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tersebut berhasil meraih juara tiga dalam kompetisi karya tulis ilmiah (LKTI) nasional yang diselenggarakan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank. Penghargaan telah diserahkan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung Kementerian Keuangan, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Selain kompetisi, LPEI juga mengadakan seminar nasional bertajuk “Peningkatan Ekspor Nasional dan Dukungan Pemangku Kebijakan". (Editor: Maria L. Martens)


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR