ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Romo Casutt SJ: Dalam Senyap Bangun Pendidikan Vokasi Indonesia

02 Oktober 2018
Romo Casutt SJ: Dalam Senyap Bangun Pendidikan Vokasi Indonesia
Peluncuran Buku Rm. Casutt SJ (Istimewa)

SEJAK berdirinya di Solo - Jawa Tengah tahun 1968, Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) memantapkan pelayanannya pada dunia pendidikan vokasi, yang diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu. Tujuannya, mempersiapkan calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Seiring perjalanan waktu,di tahun 2011 ATMI berubah menjadi Politeknik ATMI Surakarta, dengan tetap memfokuskan diri pada pendidikan praktek.

Hingga di tahun 2018 ini, ATMI genap 50 tahun mengabdi di jalur pendidikan. Tercatat, lembaga ini telah meluluskan 3.508 mahasiswa yang tersebar di berbagai perusahaan dalam dan luar negeri.  Serta telah menjalin kerja sama dengan 750 industri usaha. Sebagai perintis pendidikan tinggi vokasi, ATMI juga telah membantu pendirian lembaga vokasi, antara lain: Polman Bandung, Polman Astra, Puslastek UCC Tangerang, PT Sugar Group Lampung.

Kini, setelah berkarya mencetak SDM unggulan selama 5 dekade ini, ATMI mengadakan berbagai rangkaian acara sejak September 2017, sebagai ucapan syukur 50 Tahun pengabdiannya di bidang pendidikan.

Salah satu acaranya adalah penerbitan buku Romo Casutt SJ, salah seorang Direktur ATMI yang berkarya sebagai Direktur ATMI di kurun waktu 1971 - 2000. Buku ini diterbitkan bukan untuk mengkultuskan sosok pria kelahiran Swiss tetapi untuk mengangkat sejarah ATMI dalam mengarungi sejarah dan melestarikan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan oleh Romo Casutt di kepada anak didiknya di tanah kelahiran keduanya, Indonesia. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas ini diluncurkan Senin, 29 Januari 2018 di Jakarta.

Kesahajaan Sang Master di Mata Seniman Peni Candra Rini

Seorang Komposer, penulis lagu, Jawa tradisional dan penyanyi kontemporer, Peni Candra Rini pernah menuturkan sosok Rm. Casutt, SJ dengan sangat gamblang dan indah.

Romo Casutt, SJ adalah seorang Jesuit yang berasal dari Eropa. Sebuah negara di bumi bagian barat. Negara yang lebih maju industrinya. Tetapi beliau mengabdikan diri di Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara di bagian Timur bumi ini. Negara yang memberi harapan dan keyakinan. Demikian kuatnya misi hidup seorang Romo Casut, SJ yang bisa menginspirasi siapapun. Dia yang berada di puncak karir, menjadi pimpinan perguruan tinggi vokasi terbaik, tetap memilih jalan diam, santun, rendah hati, dan tidak menyukai hingar bingar kehidupan. Ia lebih memilih memusatkan konsentrasi dan dedikasinya untuk pendidikan para mahasiswa.

Seorang Komposer, penulis lagu, jawa tradisional dan penyanyi kontemporer, Peni Candra Rini pernah menuturkan sosok Rm. Casutt, SJ dengan sangat gamblang dan indah.
Romo Casutt, SJ adalah seorang Jesuit yang berasal dari Eropa. Sebuah negara di bumi bagian barat. Negara yang lebih maju industrinya. Tetapi beliau mengabdikan diri di Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara di bagian Timur bumi ini. Negara yang memberi harapan dan keyakinan. Demikian kuatnya misi hidup seorang Romo Casut, SJ yang bisa menginspirasi siapapun. Dia yang berada di puncak karir, menjadi pimpinan perguruan tinggi vokasi terbaik, tetap memilih jalan diam, santun, rendah hati, dan tidak menyukai hingar bingar kehidupan. Ia lebih memilih memusatkan konsentrasi dan dedikasinya untuk pendidikan para mahasiswa.

Peni yang juga seorang dosen di departemen Institut Seni Indonesia Karawitan, bertutur pula tentang sebuah pementasan sarat makna bertajuk TIMUR. Lewat tulisan "Inspired by Father Casutt’s mission of life", pemilik di produksi Gamelan dan Sentana Art Music, mengungkapkan bahwa filosofi arah “Timur” melatarbelakangi penciptaan karya TIMUR. Sebuah karya musik yang menggabungkan karakter Timur dan Barat agar bisa menyampaikan pesan kehidupan seorang Romo Casutt, SJ.

TIMUR mengapresiasi keberanian, tingginya rasa kemanusiaan, ketaatan, dan dedikasi Romo Casutt untuk Indonesia. Sebuah negara yang saat dia tiba pada tahun 1955 baru 10 tahun mengecap kemerdekaan. Negara yang saat itu sedang berada pada salah satu titik kulminasi persaingan politik yang berbaur dengan tingginya semangat untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain di dunia.

Berkarya di negara yang sedang berada tahap transisi membutuhkan keberanian dan ketulusan pada level tertinggi. Pada situasi seperti inilah, perjalanan rohani Romo Casutt menjadi penentu. Sebagai seorang pastor Jesuit, Romo Casutt ditempa dengan nilai-nilai yang selanjutnya menjadi pegangan hidup.

Romo Casutt selalu berpakaian rapi dan tentu saja bersih. Dia selalu tiba di tempat berkaryanya tepat waktu. Dia tidak hanya mau mendapatkan laporan, tetapi langsung keliling kampus, setiap hari, untuk mengecek bagaimana disiplin dan tata aturan dilaksanakan dengan baik. Tidak ada keraguan apalagi ketakutan dalam diri Romo Casutt menerapkan semua aturan dengan disiplin tinggi. Padahal, dia berkarya di negara yang baru menata diri. Negara di mana nilai-nilai disiplin belum menjadi prioritas penilaian penting. Sudah pasti ada yang suka dan ada yang tidak dengan penegakan disiplin Romo Casutt. Tetapi dia tidak pernah mundur. Romo Casutt yakin, penegakan disiplin tidak hanya akan membuat ATMI maju, tetapi juga membuat anak didiknya bisa bersaing di level tertinggi dunia kerja.

Makin Gemilang Berkarya Memasuki Usia Senja

Siapa yang meragukan semangat dan keberanian Romo Casutt, jika di usia 74 tahun, dia masih berjuang mendirikan ATMI di Cikarang, salah satu kota satelit Jakarta. Semua itu terjadi karena harapan dan tingginya permintaan agar sekolah seperti ATMI Solo jumlahnya ditambah di Indonesia. Padahal, mendirikan kampus sekelas ATMI bukan pekerjaan mudah. Tidak hanya butuh dana besar, tetapi juga memerlukan banyak perangkat pendukung yang tidak mudah menyediakannya.

Bukan Romo Casutt jika melakukan langkah konvensional. Pria tingi kurus ini melakukan tindakan praktis. Dia mengirimkan “proposal” permintaan bantuan kepada para lulusan ATMI yang sebagian besar sudah sukses, dalam bentuk hanya selembar kertas. Kendati hanya selembar, “proposal” itu pantang diabaikan oleh para lulusan ATMI. Karena ini bukan soal kertas dan tulisannya, tetapi soal nama Romo Casutt sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap surat tersebut. Para lulusan akhirnya berkumpul dan berembug. Mereka sepakat, selembar kertas itu harus diberi perangkat pendukung agar layak menjadi proposal permohonan bantuan dana yang nilainya miliaran rupiah. Mereka paham, tindakan itu dilakukan tanpa harus memberitahu Romo Casutt. selanjutnya proposal yang sudah dilengkapi beredar, dana besar terkumpul dan berdirilah kampus ATMI di Cikarang.

Kenyataan itu menjadi bukti tambahan betapa besarnya pengaruh seorang Romo Casutt tidak hanya di lingkungan ATMI, tetapi juga di masyarakat Indonesia. Dengan ATMI berdiri di Cikarang, dunia industri yang berkembang pesat di sana memiliki peluang lebih besar mendapatkan lulusan perguruan teknik berkualitas timggi dan siap kerja. Semua berawal dari tindakan out of the box dari pria tua bernama Romo Casutt, SJ. Dia kembali menebarkan cahaya di bagian lain dari negara TIMUR.

Kendati berkarya di TIMUR, Romo Casutt tidak pernah takut dan memutuskan hubungan dengan BARAT. Secara periodik dia terbang ke Swiss dan negara-negara lain di Eropa untuk melihat perkembangan teknologi di sana. Saat melihat mesin baru yang belum ada di negara TIMUR tempatnya berkarya, Romo Casutt tak pernah ragu untuk membeli dan membawanya ke TIMUR. Tindakan itu membuat ATMI tidak pernah tertinggal jauh dari lembaga pendidikan bahkan dunia industri di negara-negara Eropa. Romo Casutt konsisten dan disiplin menjaga mutu pendidikan di ATMI.

Keberadaan mesin-mesin baru membuat mahasiswa ATMI selalu unggul dibandingkan lulusan sekolah teknik mesin lain di Indonesia. Saat lulus dan mulai kerja, lulusan ATMI bahkan kerap harus mengoperasikan mesin yang lebih tua dari mesin di kampusnya. Hal itu membuat mereka menonjol di perusahaan dan akhirnya bisa membangun karir dan kehidupan pribadinya dengan mantap.

Lulusan ATMI tidak selamanya berkarir di dunia industri. Ada yang berkarir di bidang lain, ada pula yang terpanggil menjadi pastor. Sebagian besar bisa berkiprah dengan maksimal di dunia masing-masing. Hal ini menjadi bukti, nilai-nilai dasar yang ditanamkan di ATMI, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, dan inovatif memberikan kontribusi positif di semua bidang. Sehingga layak jika disebut nilai-nilai dasar ATMI memiliki dimensi universal.

Romo Casutt sudah melakukan banyak tindakan berani untuk merintis dan memajukan pendidikan vokasi di Indonesia. Pemerintah sudah membuat banyak kebijakan untuk menjaga pendidikan vokasi di Indonesia semakin berkualitas. Sekarang, pemerintah melakukan banyak tindakan untuk mendorong pertumbuhan dan peningkatan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar generasi muda Indonesia bisa bersaing dengan generasi muda dari negara lain di dunia kerja dan inovasi.

Rangkaian Acara Syukur Tahun Emas

Puncak rangkaian acara akan diadakan pada Sabtu, 29 September 2018. Pada pagi hari akan diadakan Perayaan Ekaristi di Kampus Politeknik ATMI Surakarta yang dipimpin oleh Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko. Para pastor yang mendampingi sebanyak 26 imam yang telah berkarya di ATMI. Puncak acara diadakan malam seni berupa “MUSIC CONCERT TIMUR, Inspired by Father Casutt’s Mission of Life” oleh Peni Candra Rini dengan tema “Kobarkan Api Vokasi”. Pagelaran seni ini menampilkan 12 komposisi lagu dalam iringan gamelan Jawa dipadu dengan musik kontemporer. Lagu-lagu ini menceritakan tentang Romo Casutt, sejarah ATMI, dan pesan nilai-nilai kehidupan yang diberikan ATMI kepada lulusan- lulusannya. (Editor: Maria L. Martens)


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR