ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Pendidikan Vokasi Menentukan Kemajuan Sektor Maritim Indonesia

03 Oktober 2018
Pendidikan Vokasi Menentukan Kemajuan Sektor Maritim Indonesia
Dari 4.529 lembaga pendidikan tinggi, hanya 5,4 persen atau 245 yang merupakan perguruan tinggi ataupun politeknik vokasi (Net)

SEMARANG, SCHOLAE.CO - Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kementristek dan Dikti) Patdono Suwignjo mengatakan, bila dibanding negara lain, Indonesia masih tertinggal dalam hal pendidikan vokasi.

"Dari 4.529 lembaga pendidikan tinggi, hanya 5,4 persen atau 245 yang merupakan perguruan tinggi ataupun politeknik vokasi," ungkapnya kepada wartawan di Semarang, Jawa Tengah, kemarin.

Sejak 2017, jumlah pengajuan izin pendidikan tinggi (PT) vokasi naik dari 3-4 PT vokasi jadi 8 PT pert tahun. "Peningkatan pendidikan tinggi vokasi harus dipacu mengingat Indonesia tertinggal dalam  perguruan tinggi vokasi dan politeknik. Jika tak dirintis, Indonesia butuh waktu 200 tahun guna menyamai kemajuan PT vokasi tingkat global," katanya.

Untuk memacu kemajuan sektor maritim dan pengembangan manufaktur lain, pendidikan tinggi vokasi diperbanyak. Perguruan tingi vokasi atau politeknik memperkuat lahirnya tenaga ahli dan praktisi.

"Indonesia tertinggal dari bangsa lain dalam pendidikan vokasi. Hal itu terkait budaya masyarakat suka mengejar pendidikan tinggi yang memberi gelar daripada belajar jadi tenaga praktisi andal. Pendidikan vokasi dipandang  tak menarik mengingat lulusannya hanya pekerja praktisi," kata Patdono.

Untuk itu, Kemristek dan Dikti mendorong tumbuhnya PT vokasi.  Ada 262 PT vokasi yang diupayakan memenuhi standar. Dari jumlah itu, baru tiga PT vokasi yang terakreditasi A. Pada dosen tak berlaar belakang kevokasian ikut pelatihan.

 Asisten Potensi Maritim Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Edi Sucipto, juga mengemukakan TNI AL peduli pegembangan industri kemaritiman dengan pendidikan tinggi vokasi kemaritiman. Karena itu, TNI AL membantu menyusun arah pendidikan vokasi maritim Indonesia. (Editor: Maria L. Martens)

Tags :

KOMENTAR