ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Kemendag Gugah Mahasiswa Berwirausaha Ekspor Lewat Niaga Elektronik

05 Oktober 2018
Kemendag Gugah Mahasiswa Berwirausaha Ekspor Lewat Niaga Elektronik
Pemerintah mendorrong para mahasiswa berekplorasi bisnis ekspor pertanian lewat Niaga Elektronik (Net)

MEDAN, SCHOLAE.CO - Pemerintah kini tengah menyasar kaum muda, lewat dunia kampus, untuk mengajak para generasi ini berekplorasi bisnis ekspor pertanian lewat Niaga Elektronik.

Kementerian Perdagangan mengajak perguruan tinggi untuk bersama-sama mendorong para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor pertanian untuk melakukan ekspor melalui niaga elektronik (e-commerce/niaga-el). Upaya melibatkan kalangan kampus ini dilakukan Kemendag melalui kerja sama dengan Fakultas Pertanian, Universitas Sumatra Utara (USU) dengan menggelar lokakarya “Pengembangan Ekspor Produk Pertanian Melalui E-commerce” di Medan, Sumatra Utara, kemarin.

"Kerja sama ini digelar mengingat besarnya potensi penggunaan internet di kalangan mahasiswa atau dikenal sebagai kalangan milenial," kata Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Marolop Nainggolan saat membuka kegiatan. Lokakarya dihadiri para peserta yang terdiri dari pelaku usaha kecil dan menengah sektor pertanian berorientasi ekspo, serta staf pengajar dan mahasiswa. "Melalui kegiatan ini, diharapkan akan terjadi interaksi yang positif dan berkelanjutan dalam pengembangan usaha pertanian menggunakan teknologi informasi untuk tujuan ekspor, mengingat besarnya potensi inovasi pengembangan bisnis baru yang dapat dilakukan oleh kaum muda," imbuh Marolop.

Pemasaran melalui niaga-el menunjukkan tren pertumbuhan positif. Hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna internet dunia, termasuk di Indonesia. Menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJI) yang dilakukan tahun 2017, penetrasi pengguna internet Indonesia mencapai 143,26 juta jiwa atau sebesar 54,68 persen dari populasi Indonesia yang mencapai 262 juta jiwa.

Sedangkan penetrasi pengguna internet pada rentang usia antara 19-34 tahun sebesar 74,23 persen. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa merupakan profesi yang paling banyak menggunakan internet untuk mengakses berbagai informasi.

Sementara itu, perkembangan niaga-el juga memperlihatkan tren pertumbuhan yang positif. Hal ini mendorong munculnya usaha rintisan niaga-el di berbagai belahan dunia, seperti Jumia di  Afrika, Namshi di Timur Tengah, Jabong di India, Lazada dan Zalora di Asia Tenggara; serta Kaymu yang beroperasi melintasi Afrika, Asia, Eropa, serta Timur Tengah. Di Indonesia sendiri terdapat berbagai jenis usaha rintisan niaga-el yang besar yaitu TokoPedia, Bukalapak, Blibli, Alfacart, GoJek, MatahariMall, Blanja, dan Bhineka.

Hal ini sejalan dengan besarnya penggunaan internet dan media sosial. Berdasarkan data dari Forbes Media, lebih dari 62 persen kaum muda mempertimbangkan untuk memulai bisnis. Dari jumlah tersebut, 72 persen di antaranya berpandangan bahwa usaha rintisan dan kewirausahaan merupakan pendorong ekonomi yang diperlukan untuk penciptaan tenaga kerja dan inovasi.


Tags :

KOMENTAR