ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Pilah-Pilih Strategi Jitu

06 Oktober 2018
Pilah-Pilih Strategi Jitu
Ambara Purusottama, Faculty Member Universitas Prasetiya Mulya. (Foto: Istimewa)
Oleh: Ambara Purusottama

STRATEGI merupakan sebuah kata yang tidak asing lagi di telinga masyarakat saat ini. Akan tetapi belum banyak yang memahami makna dan konsep sebuah strategi. Strategi merupakan sebuah pemikiran yang ditetapkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan namun terhambat karena banyaknya batasan.

Strategi muncul agar sebuah individu atau organisasi dapat menjadi “pemenang” meskipun tidak sedikit tantangan yang dihadapi. Karena kurangnya memahami makna dan konsep strategi seringkali individu atau organisasi tidak mencapai tujuan yang diharapkan. Strategi menjadi instrumen yang sangat vital dalam menghadapi “turbulensi” ketidakpastian yang pasti terjadi.

Dalam prosesnya, untuk mendapatkan strategi yang jitu dibutuhkan proses pembuatan strategi yang cukup panjang. Proses pembuatan strategi selalu dimulai dari mencari tahu mengenai situasi yang terjadi di lingkungan sekitar kita, baik individu ataupun organisasi. Dalam prosesnya, lingkungan sekitar dapat diklasifikasikan menjadi dua bentuk yaitu lingkungan luar dan lingkungan dalam. 

Lingkungan luar yang dimaksud adalah situasi makro yang dibentuk oleh lingkungan yang lebih umum. Oleh karenanya biasanya alat bantu analisis PESTEL sangat membantu dalam pembentukan analisis lingkungan makro.

Proses berikutnya merupakan analisis lingkungan industri dan kompetisi dimana individu atau organisasi tersebut berdomisili. Banyak sekali alat bantu yang bisa digunakan, namun yang cukup familiar adalah analisis industri yang dikemukakan oleh Michael Porter yang lebih dikenal dengan Five Forces Porter’s Model.

Model tersebut meskipun umum namun masih berpolemik hingga saat ini. Menurut Porter struktur industri dibangun oleh lima fondasi antara lain pembeli, pemasok, barang subtitusi, pemain baru, dan rivalitas para pemain. Penilaian dengan menggunakan model Porter akan membantu kita dalam memahami industri yang saat ini sedang berjalan.


Gambar 1. Proses Pembuatan dan Evaluasi Strategi Organisasi

Mengetahui kapasitas dan kemampuan internal individu atau organisasi menjadi elemen yang harus dilakukan. Model daya saing kompetisi yang juga dikembangkan oleh Porter membantu individu atau organisasi mengetahui sejauh mana daya saing yang dimiliki.

Model daya saing kompetisi Porter sangat ditentukan oleh tiga faktor utama yaitu manfaat yang diberikan, pasar sasaran, dan kompetisi. Agar bisa sukses maka manfaat yang diberikan oleh individu atau organisasi haruslah sesuai dengan kebutuhan pasar sasaran dan haruslah lebih baik dibandingkan dengan pesaing lainnya. Singkatnya, daya saing kompetitif haruslah memberikan manfaat lebih bagi konsumennya.

Sintesis hubungan antara lingkungan luar dengan sumber daya yang dimiliki sangat penting dalam menentukan formulasi strategi. Penting untuk digaris bawahi adalah data yang
digunakan tidak hanya masa kini dan masa lalu. Kemampuan memprediksi masa depan sangat penting meskipun sangat sulit dilakukan.

Ketajaman analisis dan juga pengalaman yang dimiliki seorang analis akan menentukan efektifitas strategi yang digunakan. Bagi beberapa orang yang dapat mempengaruhi masa depan menjadi elemen yang jauh lebih vital. Tidak mengherankan orang-orang tertentu yang dianggap menentukan akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari kebanyakan orang.

Dalam menyusun formulasi strategi, haruslah sesuai dengan visi dan misi organisasi yang ditentukan di awal. Aktivitas tersebut untuk menyelaraskan dengan strategi yang mungkin dapat dilakukan oleh individu ataupun organisasi. Dalam ilmu strategi, strategi bisa menjadi sangat banyak dan luas tergantung pada kebutuhannya.

Penting bagi sebuah individu atau organisasi mengetahui maksud dan tujuannya sedari awal sehingga strategi yang muncul merupakan yang paling logis dan relevan bagi individu atau organisasi tersebut. Penting bagi para analis untuk mempuat opsi-opsi strategi karena situasi bisnis yang sedemikian dinamis.

Implementasi strategi menjadi langkah berikutnya. Dibutuhkan komitmen dari manajemen untuk mengeksekusi strategi yang telah dipilih karena sebagian besar kasus kegagalan eksekusi strategi adalah kurangnya keterikatan komitmen manajemen. Poin tersebut dibutuhkan mengingat hasil dari implementasi strategi umumnya membutuhkan rentang periode yang cukup panjang dibandingkan dengan implementasi taktik.

Situasi bisnis yang cukup dinamis terkadang membuat manajemen “tidak tahan” untuk melihat hasil akhir dari strategi yang dipilih. Kesabaran dan pemahaman akan konsep strategi sekali lagi menjadi tolak ukur awal pentingnya implementasi strategi.

Langkah terakhir ialah mengevaluasi implementasi strategi yang dilakukan. Adalah krusial bagi individu atau organisasi untuk menentukan indikator keberhasilan. Hal tersebut juga menjadi acuan bagi setiap anggota organisasi untuk mengukur tingkat keberhasilannya secara efektif dan efisien. Pentingnya indikator juga diperlukan untuk menjaga kesinambungan organisasi dalam jangka panjang. 

Anggota yang tergabung dalam organisasi akan sangat terbantu dalam mengukur tingkat pencapaian individu dan juga meminimalisir terjadinya konflik baik vertikal maupun horizontal. Dengan kata lain, tidak ada alat ukur dalam suatu aktivitas akan meningkatkan risiko konflik antar anggota dan bagian yang menjadi bagian dari organisasi.

Persaingan antar Produsen
Industri sepeda motor merupakan salah satu industri yang menjadi primadona di Indonesia karena tren pertumbuhan yang tinggi. Faktor penggerak pertumbuhan industri tersebut adalah terus meningkatnya populasi masyarakat di Indonesia, akses terhadap kendaraan yang semakin terjangkau, dan peningkatan permintaan karena kejenuhan transportasi di kota-kota besar di Indonesia. 

Diperkirakan industri ini akan terus tumbuh apabila tidak ada perbaikan transportasi publik yang dapat menggantikan industri tersebut; serta menggeliatnya perekonomian daerah sehingga permintaan yang cenderung meningkat.

Persaingan antar produsen menjadi tidak terhindarkan. Empat produsen sepeda motor yang terdiri dari Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki - produsen asal Jepang yang memiliki pangsa pasar yang dominan di Indonesia. Produsen-produsen lain lebih menggarap pasar niche dibandingkan harus ikut bersaing di pasar sepeda motor massal yang digeluti keempatnya.

Dalam perjalanannya, keempat produsen tersebut menganut strategi yang berbeda. Honda yang digawangi salah satu grup perusahaan paling sukses di Indonesia, PT Astra International Tbk, menjadi pemimpin pasar hingga saat ini. Dengan strategi yang dipilih, produsen berlogo sayap tersebut berhasil menancapkan kedigdayaan dalam beberapa dekade terakhir.

Persaingan antar produsen berlogo sayap dan garpu tala saat ini menjadi persaingan yang paling panas di jagad industri sepeda motor. Positifnya, persaingan diantara mereka akan menguntungkan konsumen. Meskipun sempat mengusik di tahun 2010, produsen berlogo garpu tala seakan tidak berkutik.

Strategi pengembangan produk yang dipilih menjadi ujung tombak produsen garpu tala terbukti ampuh menodai pencapaian pemimpin pasar. Berani mengambil risiko dan masuk pada pasar yang sulit digarap oleh produsen lainnya menjadi pembeda produsen garpu tala dalam berkompetisi di pasar. Sebaliknya, produsen berlogo sayap lebih mengutamakan jaringan pasokan hingga purna jual ketimbang mengedepankan produk baru yang mungkin dianggap lebih berisiko.
Jadi, strategi siapakah yang paling jitu?

Penulis adalah Faculty Member Universitas Prasetiya Mulya


Editor: Ambara Purusottama
KOMENTAR