ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Universitas Prasetiya Mulya Bersama LAPAN Menyambut Era Keantariksaan

09 Oktober 2018
Universitas Prasetiya Mulya Bersama LAPAN Menyambut Era Keantariksaan
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan Universitas Prasetiya Mulya menandatangani nota kesepahaman (Istimewa)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Bertempat di Kampus BSD, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan Universitas Prasetiya Mulya menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding - MoU). Langkah ini ditempuh guna mempersiapkan sumber daya manusia dalam menyambut era-keantariksaan. Demikian rilis yang diterima scholae.co, Selasa (9/10/2018).

Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Prof. Djisman Simandjuntak, menyambut baik kerja sama dengan LAPAN. Dalam sambutannya, disebutkan bahwa ditengah upaya mengejar ketertinggalan teknologi keantariksaan, sebenarnya peluang juga muncul melalui ranah ilmu sosial.

Prof. Erna Sri Adiningsih selaku Sekretaris Utama LAPAN menjelaskan kini aktor utama kegiatan keantariksaan telah bergeser dari negara menjadi swasta. Tantangannya ialah bagaimana menyiapkan mereka dalam menghadapi komersialisasi ruang angkasa, salah satunya yang sedang populer ialah space mining. Indonesia memang telah memiliki master plan penyelenggaraan keantariksaan hingga tahun 2040, tetapi jangan dilupakan rintangan yang menghadang.

Ridha Aditya Nugraha selaku Ketua Air and Space Law Studies Universitas Prasetiya Mulya menjelaskan bahwa kegiatan keantariksaan sebenarnya begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. “Bagi yang menggunakan transportasi online, pastinya tidak asing dengan fitur GPS (satelit) yang diaktifkan guna meningkatkan akurasi posisi penjemputan”, tuturnya.

Menurutnya, salah satu realisasi konkrit kerja sama dengan LAPAN ialah menyediakan sumber daya manusia yang mumpuni. Dijelaskan fondasi harus kuat guna merealisasikan master plan LAPAN hingga tahun 2040 - salah satunya melalui jalur pendidikan.

“Kita memang tertinggal dari beberapa negara maju dalam menyelenggarakan pendidikan keantariksaan yang sistematis - dan terpenting ialah diperkenalkan sejak tingkat sekolah dasar atau menengah”, tutur Ridha Aditya Nugraha. Tidak heran jika dirinya berinisiatif menjadikan hukum udara dan angkasa sebagai mata kuliah wajib pada prodi International Business Law di Universitas Prasetiya Mulya. (Editor: Maria L. Martens)

Tags :

KOMENTAR