ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Jari-jemari Bermatematis, Anak pun Pandai Berhitung

13 Oktober 2018
Jari-jemari Bermatematis, Anak pun Pandai Berhitung
Berhitung menggunakan jari dapat membantu anak belajar keterampilan matematika lebih efektif (Net)

SAAT soal matematika masih sederhana, anak akan berhitung dengan bantuan jarinya. Rupanya, kebiasaan itu berkontribusi pada pengembangan pola pikir si Kecil lebih lanjut. Kebutuhan dan pentingnya koordinasi jari dan otak, bisa menjadi alasan bahwa pianis, dan musisi lain, sering menunjukkan pemahaman matematika yang lebih tinggi daripada orang yang tidak mempelajari alat musik.

Sebuah penelitian  baru menemukan bahwa berhitung menggunakan jari dapat membantu anak-anak belajar keterampilan matematika lebih efektif daripada beberapa metode tradisional.

Anak-anak kelas 3 Sekolah Dasar masih ada yang menyembunyikan tangannya di bawah meja untuk menghitung dengan jari saat mengerjakan pekerjaan rumah. Tapi coba tebak? Bukan hanya tidak ada yang salah dengan menggunakan metode itu, tetapi menurut penelitian baru, ternyata penghitungan jari sebenarnya bisa menjadi bagian penting dari pembelajaran.

Penelitian ini berasal dari Profesor Tim Jay dari Sheffield Hallam University dan Dr Julie Betenson dari University of Bristol. Mereka menganalisis perilaku sekitar 140 siswa usia 6 dan 7. Anak-anak diberi kombinasi yang berbeda dari permainan menghitung dan angka.

Beberapa memainkan permainan yang melibatkan simbol angka, seperti kartu domino, sementara yang lain diminta memainkan permainan jari--hal-hal seperti memegang sejumlah jari yang diberikan, menomori jari 1 sampai 5, atau menelusuri garis-garis berwarna menggunakan jari tertentu. Kelompok ketiga belajar keterampilan numerik melalui metode "bisnis seperti biasa" di kelas dengan guru mereka.

Inilah yang ditemukan para peneliti. Anak-anak yang tidak ambil bagian dalam permainan apa pun tetapi belajar di kelas dengan guru mereka menunjukkan yang paling lemah. Kelompok yang mengambil bagian dalam permainan seperti domino tampil sedikit lebih baik, dan orang-orang yang menggunakan kombinasi permainan dan latihan jari dilakukan secara signifikan lebih baik.

"Studi ini memberikan bukti bahwa jari memberikan anak-anak dengan jembatan antara representasi angka yang berbeda, yang bisa verbal, tertulis, atau simbolik," jelas Jay. "Latihan kombinasi jari dan permainan angka bisa menjadi alat yang berguna bagi para guru untuk mendukung pemahaman anak-anak tentang angka." ungkapnya pula. (Editor: Maria L. Martens)


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR