ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Penghargaan Internasional buat 'Sang Dosen'

14 Oktober 2018
Penghargaan Internasional buat 'Sang Dosen'
Sri Mulyani dinobatkan sebagai Finance Minister of the Year, East Asia Pacific oleh Global Markets (Net)

MENTERI Keuangan,  Sri Mulyani Indrawati  sebagai Finance Minister of the Year, East Asia Pacific di tahun 2018. Penghargaan itu diberikan oleh majalah Global Markets. Sri Mulyani dianggap mampu berkinerja baik merancang berbagai kebijakan ekonomi yang dapat menjaga momen pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Indonesia Adopsi Human Capital Index (HCI) yang Pertama

Arsitek keuangan Indonesia ini, memang analis ekonomi yang handal. Hal ini lantaran, sejak muda, Menteri yang biasa disapa dengan "ibu Ani" ini, kerap terlibat dengan kajian ilmiah yang menyoroti masalah-masalah sosial-ekonomi.

Ia misalnya, pernah menjadi bagian dari Research Associate, Wakil Kepala Pendidikan, dan Wakil Kepala Bidang Penelitian di FE-UI. Ia sering terlibat dalam penelitian-penelitian bidang ekonomi moneter, tenaga kerja, dan perbankan. Beberapa hasil risetnya di antaranya Research Demand for Housing, World Bank Project (1986), Fiscal Reform in Indonesia : History and Perspective (1995), Studi Kesiapan Industri Dalam Negeri Memasuki Era Perdagangan Bebas, Departemen Perindustrian dan Perdagangan bersama LPEM FEUI (1997), dan Country Economic Review for Indonesia bersama Asian Development Bank (1999).

Maka ketika rangkaian pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali menggaungkan soal Human Capital Index atau Indeks Modal Manusia, Sri Mulyani yang hadir sebagai salah satu pembicara menegaskan, "Indonesia akan menjadi negara pertama yang mengadopsi Human Capital Index (HCI) dari Bank Dunia ini,"

“Human capital adalah kunci untuk menekan angka kemiskinan dan melawan ketidakadilan. Data global membuktikan, human capital adalah faktor kunci yang menentukan arah ekonomi. Menyadari kondisi ini dalam beberapa dekade terakhir, pemerintah di berbagai negara telah berinvestasi dalam human capital yang membawa hasil cukup besar, seperti kematian anak yang turun hingga 50 persen, anak-anak yang tidak mampu menyelesaikan pendidikan dasar turun hingga 40 persen, dan setidaknya ada satu program jaminan sosial di setiap negara,” papar Sri Mulyani.

Wajar saja, kalau dunia pendidikan menjadi fokusnya. Latar belakang Menteri lulusan Ph.D. of Economics dari University of lllinois Urbana-Champaign, U.S.A ini, memang bertumbuh dari dunia kampus. Sebelum hijrah ke Negeri Paman Sam, ia sempat menjadi asisten pengajar di Fakultas Ekonomi UI pda usia 23 tahun. Di Amerika sendiri, Sri Mulyani pernah menjabat sebagai Asisten Profesor di University of lllinois at Urbana.

Berkat keahliannya dalam bidang ekonomi, Sri Mulyani dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Asia oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007 dan wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008.

Kini prestasi dunia kembali ditoreh istri dari Tony Sumartono itu.  Ia dinobatkan sebagai Finance Minister of the Year, East Asia Pacific tahun ini.

Saat menyampaikan sambutan pada perhelatan internasional itu,  Sri Mulyani mengungkapkan 'Kalau kita mendapatkan sebuah penghargaan, tentu kita harus meneliti standar mereka. Jika menyebutkan bahwa efektivitas dan kredibilitas APBN saya rasa itu kriteria yang cukup baik. Menunjukkan apa yg selama ini Kementerian Keuangan lakukan'.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun mengungkapkan bahwa salah satu standar penilaian penghargaan itu mengacu pada efektivitas dan kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sri Mulyani pun berpesan jika masih terdapat kritik terhadap kinerja Kementerian Keuangan, maka itu akan menjadi pemicu untuk terus memperbaiki dan memajukan ekonomi Indonesia. (Editor: Maria L. Martens)


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR