ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Perdalam Pengetahuan Animasi dengan Menguatkan Konten Cerita

20 Oktober 2018
Perdalam Pengetahuan Animasi dengan Menguatkan Konten Cerita
Animator harus bisa mengembangkan cerita menjadi menarik dan unik (Net)

Jalan cerita merupakan inti dari tayangan animasi. Oleh karena, animator harus berkolaborasi dengan penulis naskah yang bisa mengembangkan cerita menjadi menarik dan unik.

"Banyak orang yang mengira kehalusan animasi dari kecanggihan efek komputer merupakan penentu mutu animasi. Faktor utama tetap pada hal yang paling sederhana, yaitu jalan cerita," kata pendiri studio animasi MPIC Eki NF, dalam sebuah even animasi, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Eki mengatakan, penulisan cerita, merupakan kelemahan studio pembuat animasi di Indonesia. Umumnya, mereka masih mengedepankan desain produksi yang mentereng. Padahal, tanpa jalan cerita, tayangan animasi menjadi hampa.

Selain mengembangkan kolaborasi antara animator yang memiliki pengetahuan teknis dan penulis naskah, katanya, juga harus ada diskusi agar kedua belah pihak saling memahami. "Penulis harus memahami keterbatasan teknologi animasi sehingga bisa membuat naskah yang tetap menjaga keutuhan cerita sekaligus masih bisa diwujudkan animator di tengah kebeterbatasan teknologi suatu rumah produksi," katanya.

Eki menyarankan kepada peserta diskusi yang mayoritas adalah siswa SMK Multimedia untuk memulai menulis naskah yang diadaptasi dari hal-hal di kehidupan sekitar. Kunci cerita yang bagus adalah ketika ketika penulis menulis topik yang ia ketahui. Apabila tidak tahu, dibutuhkan riset dan pencarian informasi secara mendalam.

Fajar Ramayel, pembuat film animasi pendek Lukisan Nafas yang memenangi Piala Citra di Festival Film Indonesia 2017, mengatakan, langkah pertama kolaborasi bisa dilakukan dengan membuat komik. Cara ini lebih mudah dan murah dibanding langsung membuat film animasi.

"Hasil karya pertama-tama bisa diunggah ke media sosial, selain untuk mempromosikan kolaborasi, juga untuk melihat animo masyarakat terhadap karya tersebut sehingga pembuat karya bisa menilai aspek-aspek yang perlu dibenahi," ucapnya.

Industri animasi di Indonesi a bisa diumpamakan seperti seoramg bayi jika dibandingkan dengan industri film, televisi, dan iklan. Menurut data Badan Ekonomi Kreatif Indonesia tahun 2017, industri animasi baru menyumbang pendapatan domestik bruto 0,79 persen. (Editor: Maria L. Martens)


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR