ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Ketua Umum BPK Penabur, Adri Lazuardi: Di Era 4.0 Sekolah Harus Berani Melakukan Perubahan

27 Oktober 2018
Ketua Umum BPK Penabur, Adri Lazuardi: Di Era 4.0 Sekolah Harus Berani Melakukan Perubahan
Ketua Umum BPK Penabur, Adri Lazuardi membawakan sambutan sebagai Ketua Terpilih pada Kebaktian Pelantikan Yayasan BPK Penabur 2018-2022 yang berlangsung di Aula SMK 1 Penabur Jl. Tanjung Duren Raya No. 4 Jakarta Barat, Sabtu (27/10/2018). (Scholae/Rafael)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Ketua Umum Yayasan BPK Penabur, Adri Lazuardi dalam sambutannya sebagai Ketua Terpilih pada Kebaktian Pelantikan Yayasan BPK Penabur 2018-2022 yang berlangsung di Aula SMK 1 Penabur Jl. Tanjung Duren Raya No. 4 Jakarta Barat, Sabtu (27/10/2018) mengatakan di era 4.0 yang diwarnai oleh teknologi digital dan internet  sekolah-sekolah juga harus berani melakukan perubahan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan kemajuan teknologi. 

Dan sambung Adri, perubahan itu juga untuk menegaskan kontribusi lembaga penyelenggara pendidikan ini kepada bangsa melalui pendidikan yang membangun generasi muda dengan kecerdasan dan karakter.

Untuk melakukan perubahan itu, kata Adri, akan banyak dilakukan pelatihan-pelatihan bagi para guru agar bisa menyelenggarakan pembelajaran yang kreatif. Diakui bahwa perubahan itu juga akan menghadapi berbagai tantangan. Namun hal ini wajar dalam dinamikan melakukan perubahan.

Adri dalam sambutannya mengatakan bahwa pemanfaatan e-learning akan terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.  Sekarang ini, katanya, sejumlah sekolah bahkan sudah menggunakan Ipad.

Adri dipilih kembali menjadi Ketua BPK Penabur untuk periode empat tahun mendatang (2018 -2022), setelah empat tahun sebelumnya menjabat di posisi yang sama. Ibadah pelantikan pengurus baru dilakukan hari itu di Aula SMAK 1 Penabur, di Jakarta.

Dari 147 sekolah di 15 kota di bawah naungan Yayasan Badan Pendidikan Kristen (BPK) Penabur, sekitar setengahnya telah memanfaatkan teknologi e-learning dalam proses pembelajaran mereka.

BPK Penabur dalam usianya yang ke-66 menyelenggarakan 147 sekolah di 15 kota (Bandar Lampung, Bandung, Bogor, Cianjur,  Cicurug, Cimahi, Cirebon, Indramayu, Jakarta, Jatibarang,  Metro, Rengas Dengklok, Serang, Sukabumi, dan Tasikmalaya). Ada sekitar 50 ribu siswa yang belajar di lembaga pendidikan ini dari berbagai tingkatan.

Ibadah pelantikan dilakukan dengan tema “Berani Berubah” dengan kotbah yang disampaikan oleh Pendeta Jotje H Karuh berdasarkan Roma 12:1-2. Sementara pemberkatan pelantikan dilakukan oleh Ketua Sinode GKI Wilayah Jawa Barat, Pendeta Sheph Davidy Jonasz.

Pendeta Jotje mengingatkan untuk berani melakukan perubahan melalui perubahan pola pikir dan tindakan, dengan juga berani meninggalkan zona nyaman. Karena tanpa perubahan tidak akan ada hal baru, dan hal besar tidak akan dihasilkan dari zona nyaman.

Dikatakan bahwa perubahan itu diperlukan untuk mengupayakan hal-hal baru dalam menanggapi kebutuhan kehidupan. Tanpa itu, lembaga pendidikan ini akan tertinggal dan ditinggalkan masyarakat. Hal ini disampaikan sebagai pesan bagi pengurus baru. Para pengurus yang baru, katanya, dipanggil dalam keterbatasan, namun mereka diteguhkan untuk menuntaskan pekerjaan.

Selain pelantikan pengurus BPK Penabur, pada ibadah itu juga dilantik pengurus baru (periode 2018-2022) pengurus Badan Pendidikan Tinggi Kristen (BPKT) Krida Wacana, lembaga yang menaungi Universitas Krida Wacana (UKRIDA), Jakarta.

Pelantikan itu dihadiri oleh para pengurus baru dan pengurus lama, serta sejumlah pendeta di lingkungan GKI Sinwil Jabar. Sejumlah siswa dan mahasiswa memeriahkan acara pelantikan itu dengan paduan suara, dan tari tradisional dari beberapa daerah. (Laporan: Rafael)





Editor: Farida Denura
KOMENTAR