ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

IPB Akan Rawat Hewan dan Lakukan Penelitian di Istana Kepresidenan

06 November 2018
IPB Akan Rawat Hewan dan Lakukan Penelitian di Istana Kepresidenan
Penandatanganan MoU di Wisma Negara, komplek Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa (6/11/2018) antara IPB dan Kementerian Sekretariat Negara. (Inilah.com)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Kementerian Sekretariat Negara bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) merawat sejumlah satwa dengan menandatangani sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) terkait penelitian hewan.

"Kami di lingkungan Sekretariat Negara memiliki beberapa lokasi Istana Kepresidenan yang tentunya perlu kami kembangkan dan kami rawat," kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono saat acara penandatanganan MoU di Wisma Negara, komplek Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa (6/11/2018).

Terdapat dua nota kesepahaman yang ditandatangani yaitu MoU tentang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh Kasetpres Heru dan Rektor IPB Arif Satria.

Sementara Nota Kesepahaman Kerja Sama Bidang Pendidikan dan Penelitian Bidang Kedokteran Hewan ditandatangani oleh Kepala Istana Cipanas Mustafa dan Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB diwakili oleh Prof dr hewan Agus Setiono.

Menurut Heru, terdapat sejumlah potensi kerja sama seperti pemeliharaan satwa yang ada di sejumlah istana serta pengelolaan benda-benda istana.

Heru mengatakan perawatan sejumlah satwa antara lain kuda, rusa, dan kambing dapat diternakkan dan IPB berkemampuan dalam hal itu.

Hingga saat ini Heru mencatat terdapat sebanyak 21 hewan kuda yang dipelihara istana.

Kasetpres menjelaskan istana nantinya juga terbuka bagi mahasiswa-mahasiswi IPB untuk menggunakan satwa tersebut bagi uji coba dan penelitian.

Sementara itu, Rektor IPB Arif Satria mengatakan IPB juga dapat mengerjakan pengembangan dan pengelolaan lanskap termasuk pengukuran dan diagnosis kondisi pepohonan di lima istana kepresidenan yang berada di Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogyakarta dan Bali.

 "Saya kira kerja sama ini akan bersifat sangat luas dan semoga bisa segera dilanjut dengan 'Memorandum of Agreement' sehingga bisa kita langsungkan kegiatan-kegiatan di lapangan," jelas Arif sebagaimana diberitakan Antara.

Arif menjelaskan IPB memiliki alat USG pohon untuk mendeteksi kekuatan pohon untuk mengantisipasi pohon tumbang yang dapat memberi kerugian.

Editor: Farida Denura
KOMENTAR