ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Kemampuan Numerasi dan Literasi Perlu Ditingkatkan

07 November 2018
Kemampuan Numerasi dan Literasi Perlu Ditingkatkan
Salah satu kegiatan bimbingan teknis bagi para guru (Istimewa)
DALAM sebuah penelitian, ditemukan bahwa kemampuan numerasi dan literasi yang dimiliki sebagian masyarakat Indonesia, masih belum optimal. Padahal sejatinya, pengetahuan tersebut sudah harus didalami sejak dibangku tingkat dasar. Karenanya, sebuah lembaga penelitian merekomendasinya perlunya diupayakan pembekalan bagi pada pendidik atau guru, khususnya di jenjang pendidikan dasar.

Pendidikan yang berbobot merupakan keniscayaan di sekolah. Pembekalan guru agar memahami secara komprehensif materi pelajaran beserta pemilihan metode ajar yang sesuai dengan situasi di setiap kelas mendesak diakukan.

"Pemerataan mutu pendidikan tidak hanya meningkatkan angka partisipasi kasar di setiap jenjang pendidikan, tetapi juga memastikan siswa di sekolah mendapat pembelajaran yang sesuai dengan taret kurikuum," kata Ketua Tim Peneitian untuk Meningkatkan Sistem Pendidikan (RISE) yang diakukan lembaga penelitian Smeru, Sudarmo Sumarto.

RISE merupakan program yang disposori Pemerintah Inggris dan Australia untuk memajukan pendidikan di negara-negara berkembang. Terdapat enam negara tempat program dilaksanakan selama lima tahun, yaitu Indonesia, India, Etiopia, Vietnam, Pakistan, dan Tanzania. Di Indonesia, RISE dilaksanakan lembaga riset Smeru dari 2017 hingga 2022.

Sebagai langkah awal, RISE Smeru mengevaluasi kemampuan masyarakat Indonesia dalam kelompok umur 8 tahun, 18 tahun dan 28 tahun. Soal-soal yang digunakan berasal dari Survei Kehidupan Keluarga Indonesia (IFS) yang dikeluarkan oeh Rand Coorporation, sebuah lembaga penelitian pendidikan nirlaba dari Amerika Serikat. Mereka rutin melakukan IFS setiap tujuh tahun sekali, yakni pada 2000, 2007, dan 2014.

Survei tersebut menggunakan soal-soal matematika dasar, seperti penjumlahan bilangan ratusan dan pecahan yang merupakan materi keas V SD. Sampelnya merepresentasikan 83 persen penduduk Indonesia, Hasilnya, hanya 51,2 persen peserta berusia delapan tahun yang bisa mengerjakan soal. Untuk golongan dewasa dari kelompok usia 18 tahun hanya 66 persen yang bisa mengerjakan soal dan dari kelompok usia 28 tahun malah hanya 55 persem yang lulus ujian.

"Artinya pembeajaran di sekoah belum bisa memberi kemampuan numerasi dan literasi yang memadai," ucap Sudarmo.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR