ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Intervensi Kebijakan Pemerintah Masih Diperlukan di Bidang Pendidikan

09 November 2018
Intervensi Kebijakan Pemerintah Masih Diperlukan di Bidang Pendidikan
Salah satu kegiatan bimbingan teknis bagi para pendidik yang dilaksanakan Kementerian Agama RI (Dok. DBK)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru,  merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh Pemerintah. Hal ini sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menyatakan: bahwa untuk menjamin perluasan dan pemerataan akses, peningkatan mutu dan relevansi, serta tata pemerintahan yang baik dan akuntabilitas pendidikan yang mampu menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global perlu dilakukan pemberdayaan dan peningkatan mutu guru dan dosen secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. Selain itu,  guru dan dosen mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional dalam bidang pendidikan sehingga perlu dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat.

Saat ini, masyarakat Indonesia dan dunia mengalami perubahan yang sangat cepat terkait dengan kehidupan individu, bermasyarakat, dan berbangsa di tengah-tengah kehidupan global. Fenomena globalisasi yang membuka batas-batas fisik negara dan bangsa dipertajam dan dipercepat oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membutuhkan kesiapan dan kesediaan sumberdaya manusia untuk menjawabnya. Hanya saja hingga saat ini, dunia pendidikan kita masih belum mampu menjawab tantangan zaman, terutama banyak Guru Tingkat Dasar  yang telah memenuhi kualifikasi dan memiliki sertifikat pendidik, namun kompetensi yang dimiliki masih jauh dari memadai untuk menghasilkan peserta didik yang memiliki kemampuan integratif antara afektif, kognitif dan psikomotorik. Pendidikan Agama Katolik saat ini terletak pada lemahnya kualitas guru pendidikan Agama, termasuk strategi pembelajaran yang digunakan kurang menarik, dan penguasaan materi sangat terbatas.

Oleh karena itu, proses pembelajaran di sekolah harus direkonstruksi, melalui proses peneladanan, pembiasaan, pembudayaan, pemberdayaan, pembaharuan, dan motivasi peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Dalam proses tersebut diperlukan  pendidik  yang  mampu  memberikan  keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan potensi kreativitas peserta didik. Implikasi dari prinsip ini adalah adanya pergeseran paradigma proses pendidikan, yaitu dari paradigma pengajaran keparadigma pembelajaran.

Seiring  dengan  dinamika  tersebut,  Pemerintah seyogyanyalah menetapkan kebijakan komprehensif untuk mendukung pengembangan proses pendidikan dan pembelajaran pada setiap satuan pendidikan untuk memperkuat implementasi Kurikulum 2013 serta peningkatan penguasaan kompetensi guru khususnya terkait dengan kompetensi pendidik.

Karenanya penting dilakukan kegiatan bimbingan teknis bagi peningkatan kompetensi guru. Melalui program ini, diharapkan para guru mampu menguasai kompetensinya dan memberikan pembelajaran di kelas yang efektif dan menyenangkan.

Intervensi pemerintah dalam memberikan pembekalan bagi para guru, juga diamini Direktur Program Inovasi sebuah kemitraan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Pemerintah Australia, MarkHeyward menuturkan. Ia menuturkan  intervensi berupa kebijakan,  masih perlu dilakukan dengan pendekatan dari atas ke bawah. Pemerintah pusat membuat modul pelatihan dan dijalankan di daerah. Modul itu bersifat umum dan tidak menyasar permasalahan yang spesifik di daerah, apalagi di kelas tertentu.

Pakar pendidikan Donie Koesoema berpendapat, langkah yang bisa diambil ialah membangun kepercayaan antara sekolah, orangtua siswa, siswa, dan masyarakat sekitar. Dialog yang rutin dan mendalam diperlukan guna membahas permasalahan spesifik, seperti kasus guru mangkir. "Apabila masalahnya adalah kemalasan guru, warga boleh menuntut mengganti guru. Apabila masalahnya adalah jarak, bisa didiskusikan cara meringankannya," ujarnya.



Editor: Maria L Martens
KOMENTAR