ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Gotong Royong Bangun Budaya Mutu Sekolah

12 November 2018
Gotong Royong Bangun Budaya Mutu Sekolah
Program PINTAR Tanoto Foundation di Pekanbaru, Riau (8-10/11/2018). (Foto: Tanoto Foundation)

PEKANBARU, SCHOLAE.CO – Enang Ahmadi, Direktur Pembinaan SMP Kemendikbud yang belum lama ini dilantik, menyampaikan prioritas pemerintah dalam pembangunan pendidikan yaitu membentuk insan dan ekosistem pendidikan yang berkarakter berlandaskan gotong royong. Penguatan pendidikan karakter diharapkan menghasilkan anak yang karakternya kuat sehingga Indonesia akan lebih kuat.

Budaya mutu pendidikan juga perlu dibangun dan didorong agar ada kesadaran dari dalam pendidik dan tenaga kependidikan untuk mengembangkan kemampuan diri secara berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Enang saat menghadiri pelatihan Praktik yang Baik dalam Pembelajaran di SMP dan MTs yang diselenggarakan Program PINTAR Tanoto Foundation di Pekanbaru, Riau (8-10/11/2018). “Kuncinya ada dua hal, yaitu terbentuknya karakter dan adanya prinsip gotong rotong. Kehadiran organisasi seperti Tanoto Foundation, adalah dalam prinsip gotong royong membangun budaya mutu sekolah. Kami mengapresiasi dukungan untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan,” kata Enang Ahmadi kepada wartawan.

Tanoto Foundation melalui Program PINTAR saat ini tengah melatih para guru, kepala sekolah, komite, dan pengawas di lebih dari 800 SD dan MI serta SMP dan MTs di lima provinsi, yaitu Sumatera Utara, Riau, Jambi, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur. Mereka dilatih dan didampingi dalam menerapkan praktik-praktik baik pembelajaran aktif, manajemen berbasis sekolah, dan budaya baca.

“Banyak sekolah yang mengharapkan sentuhan seperti ini. Karenanya, sekolah-sekolah yang dilatih perlu diprioritaskan untuk sekolah yang belum mendapat pelatihan sejenis agar pemerataan kualitas pendidikan dapat terwujud. Termasuk adanya anggaran dari daerah untuk mempercepat penyebarluasannya. Inilah prinsip gotong royong tadi,” kata Enang Ahmadi.

Lebih dari 120 guru, kepala sekolah, dan pengawas SMP dan MTs di Pekanbaru dilatih Program PINTAR dalam mengembangkan pembelajaran aktif yang memfasilitasi siswa menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti melakukan analisis, evaluasi, dan kreasi.

Termasuk kemampuan mengelola lingkungan belajar yang membuat siswa belajar secara kooperatif, mengembangkan budaya baca, menciptakan manajemen yang mendukung keberhasilan pembelajaran, dan melibatkan peran serta masyarakat dalam meningkatkan mutu sekolah. Mereka juga didampingi dalam menerapkan hasil pelatihan di sekolah dan madrasahnya.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR