ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Politeknik Indonesia Siap Jadi Motor Industri 4.0

06 Desember 2018
Politeknik Indonesia Siap Jadi Motor Industri 4.0
Pembukaan kegiatan Polytexpo 2018 - International Polytechnic Conference and Exhibition (Istimewa)

MALANG, SCHOLAE.CO - Kesiapan dunia pendidikan politeknik dalam memajukan industri 4.0 ditegaskan melalui kegiatan Polytexpo 2018 - International Polytechnic Conference and Exhibition, yang berlangsung di Politeknik Negeri Malang pada 3 & 4 Desember 2018 lalu.

“Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi melalui Polytechnic Education Development Project (PEDP), yang didukung Asian Development Bank dan Pemerintah Canada, selama lima tahun terakhir ini fokus pada peningkatan kualitas keluaran pendidikan politeknik dan relevansinya dengan kebutuhan pasar kerja. Terutama untuk memenuhi tuntutan industri 4.0 yang berbasis teknologi digital dan khususnya yang terkait dengan ekonomi kreatif,” jelas Direktur Pembelajaran, Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, MP.

Indonesia diprediksi akan membutuhkan sedikitnya 113 juta pekerja terampil pada tahun 2030 – dari yang saat ini yang tersedia sebanyak 55 juta orang – agar mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi di sejumlah sektor prioritas. PEDP dibentuk untuk memperkuat kualitas institusi politeknik dan lulusannya khususnya dalam mendorong sektor manufaktur, infrastruktur, pertanian, energi dan pariwisata.

Demi mencapai tujuan tersebut, PEDP melakukan upaya penyempurnaan kurikulum yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Prosesnya dimulai dari studi pelacakan (tracer study), penentuan profil lulusan, penetapan bahan kajian, penyusunan distribusi matakuliah dan penyusunan perangkat pembelajaran serta instrumen evaluasi, untuk dapat menentukan hasil pembelajaran seperti yang diharapkan oleh pengguna jasa.

Proyek ini diimplementasikan melalui 2 mekanisme hibah, yaitu; hibah penugasan kepada 13 politeknik negeri melalui beberapa kriteria yang ditetapkan, dan hibah kompetisi kepada 27 politeknik negeri dan swasta (di antaranya terpilih 6 politeknik swasta).

Beberapa capaian PEDP antara lain meningkatnya kemampuan dan keterampilan staf pengajar dan teknisi, bertambah lengkapnya peralatan laboratorium dengan teknologi terkini, juga kurikulum serta materi ajar yang telah disempurnakan dan lebih sesuai dengan tuntutan industri saat ini.

Selain itu, di hampir semua politeknik penerima bantuan PEDP kini telah didirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) untuk membekali lulusannya dengan sertifikasi keahlian yang diperlukan. Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) juga disiapkan untuk memberikan pengakuan terhadap capaian pembelajaran seseorang baik itu melalui pendidikan formal, non-formal maupun informal, sehingga ia dapat melanjutkan pendidikan atau menerima sertifikasi di jenjang yang setara dengan pengalamannya.

Tidak hanya itu, setiap politeknik didorong agar mempunyai keunggulan yang spesifik sesuai dengan kondisi setempat dan kapasitas sumberdaya-nya melalui apa yang disebut sebagai Pusat Unggulan Teknologi (PUT). PUT ini dapat berupa pusat kegiatan penelitian terapan, pusat pelatihan, teaching factory, atau dalam bentuk lain dimana proses pembelajaran mahasiswa terintegrasi di dalamnya, sehingga diharapkan bisa menumbuhkan semangat.

Sebagai bagian dari strategi untuk membangun hubungan antara lembaga politeknik sebagai penyedia layanan pendidikan, dunia usaha dan dunia industri, serta masyarakat, PEDP membuat pendekatan unik dengan membuka kesempatan pertemuan kolektif, yang hari ini dikemas dalam sebuah kegiatan populer berupa International Polytechnic Conference and Exhibition yang terbuka bagi publik umum.

Konferensi ini menyajikan diskusi panel yang menghadirkan perspektif akademisi politeknik internasional dan nasional, serta pelaku industri internasional dan nasional, untuk mengetahui revolusi industri 4.0 secara lebih baik sekaligus menyiapkan langkah ke depan dalam mengembangkan era industri baru ini.

Juga terdapat sesi workshop dimana para perwakilan institusi politeknik dan pelaku industri melakukan demonstrasi, berbagi praktik baik, kisah sukses, studi kasus, dan hasil pembelajaran terkait kegiatannya dalam era industri 4.0. Hal-hal yang didemonstrasikan terkait erat dengan inovasi produk dan jasa yang memanfaatkan bantuan teknologi digital, cloud computing, mesin robotik, data sensor dan sebagainya.

“Teknologi baru seperti big data, artificial intelligence (kecerdasan buatan) dan internet of things akan mendorong transformasi ekonomi, menciptakan industri baru, serta mewujudkan kualitas dan efisiensi pekerjaan yang lebih baik. Tanpa pengembangan keterampilan dengan baik, pekerja tidak dapat mengejar peluang yang ditawarkan oleh teknologi-teknologi baru tersebut,” ujar Rudi van Dael, Senior Social Sector Specialist Asian Development Bank.

Dalam kegiatan ini, 34 politeknik negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia - sebagai institusi penerima dukungan PEDP - juga terlibat dalam sesi seminar yang mengetengahkan karya tulis ilmiah para akademisi dengan ragam topik seputar teknologi informasi, teknik kimia, teknik sipil, manufaktur dan mekanik, tenaga listrik dan elektronik, pertanian dan perikanan, serta kesetaraan gender dalam pendidikan politeknik.

Pada kesempatan ini, PEDP juga melaporkan hasil pekerjaannya kepada Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui penerbitan buku “Tumpuan Harapan: Reformasi Politeknik Pasti Hebat”; “Pusat Unggulan Teknologi, Mandiri dan Unggul”; dan “Praktik Baik Kesetaraan Gender di Politeknik”.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR