ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Pelajar SMAK PENABUR Gading Serpong - Jawara Bidang Hayati

16 Desember 2018
Pelajar SMAK PENABUR Gading Serpong - Jawara  Bidang Hayati
Michaela Samantha (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Untuk memotivasi kaum milenial memperdalam keilmuan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengadakan kegiatan "Millenial Talk: Sains untuk Daya Saing Bangsa" di Jakarta, pekan lalu.

Generasi millenials yang lahir di dekade 80-an hingga 2000 merupakan kelompok terbesar dalam struktur penduduk saat ini. Keberadaannya diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada negara melalui pendekatan berbasis sains.

LIPI secara konsisten terus berperan dalam mengembangkan budaya ilmiah kepada generasi muda Indonesia melalui penyelenggaraan Kompetisi Ilmiah LIPI serta pemberian penghargaan kepada peneliti muda berprestasi.

Millenials diprediksi akan menjadi agen perubahan dengan pemikiran kritis dan ide-ide inovatif. “Mereka memiliki kepekaan yang tinggi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk memacu inovasi-inovasi kreatif yang penting bagi masyarakat,” jelas Pelaksana Tugas Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries.

Menurut Nur, millennials adalah generasi pekerja keras, menjadi bagian komunitas global dunia serta memiliki akses berlimpah , terhadap pendidikan, dan teknologi yang berbeda dengan generasi pendahulunya. “Dengan meningkatkan minat mereka terhadap isu-isu sosial, mereka mampu memecahkan masalah dengan memanfaatkan perkembangan teknolgi dan ilmu pengetahuan.”

Pada kesempatan itu pula, Nur Tri menyampaikan generasi milenial harus memiliki tiga hal yang menjadi motto LIPI, yaitu integritas, ilmiah dan unggul. "Generasi milenial tidak boleh sombong. Harus mencari pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara," tuturnya. Maka LIPI mengadakan "Millenial Talk: Sains untuk Daya Saing Bangsa" sebagai upaya mengembangkan budaya ilmiah dan menggali pemikiran serta karya generasi muda.

Acara tersebut juga menghadirkan pemenang pertama Karya Ilmiah Remaja LIPI 2018, yaitu William, pelajar SMA Santa Laurensia yang menjadi pemenang pertama bidang teknik, dan Michaela Samantha, pelajar SMAK PENABUR Gading Serpong yang menjadi pemenang pertama bidang hayati.  Michaela Samantha mengembangkan penelitian mengenai beras hasil rekayasa genetika yang mengandung sedikit karbohidrat dan lebih banyak protein dibandingkan beras biasa.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR