ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Jonathan Antony, Prestasi Gemilang Lewat Papan Catur

14 Januari 2019
Jonathan Antony,  Prestasi Gemilang Lewat Papan Catur
Jawara Catur Jonathan Antony (Istimewa)

BAGI Jonathan Antony, permainan catur bukan hanya kesenangan semata. Olah raga yang menguras otak ini, menempatkan pelajar SMAK PENABUR Gading Serpong itu, bertitel Jawara Catur  pada Pekan Olahraga Provinsi Banten Tahun 2018.

Pada rangkaian kegiatan "Chess in School” yang berlangsung di Aula SMAK 1 PENABUR Jakarta, kemarin, Jonathan hadir meramaikan turnamen yang terdiri dari hiburan, edukasi, dan kompetisi tersebut. Ia pun bersemangat lantaran di momen itu, pelajar berkacamata ini bertemu dengan para pecatur internasional idolanya. "Saya menjadi sangat termotivasi untuk terus berlatih, bertanding, dan berprestasi seperti mereka," katanya pada scholae.co. "Bahkan saya ingin bisa lebih," cetus Jonathan lagi.

Baginya, even yang diprakarsai BPK PENABUR Jakarta dan didukung Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) itu, menggugah cita-citanya menjadi pecatur tingkat dunia. Hal yang selama ini masih menjadi harapannya, sampai kegiatan tersebut terealisasi. "Sebelumnya tidak pernah ada acara seperti ini, kita hanya datang untuk mengikuti turnamen catur," kata Jonathan.

Beruntung, sekolahnya sangat care terhadap minat dan bakat siswa yang bernaung di BPK PENABUR Jakarta. Jadilah Jonathan hadir menjadi saksi lahirnya bibit-bibit berkualitas yang mengungguli papan catur pada setiap kejuaraan. "Ini arah yang baik untuk memperkenalkan catur kepada para siswa BPK PENABUR," ungkap Jonathan yang tak mengira peserta tingkat sekolah dasar juga antusias mengikuti perhelatan ini. Padahal tidak mudah menyenangani bahkan tertarik terlibat adu kemampuan di depan papan catur.

Maka Jonathan pun, mengapresiasi kegiatan tersebut.  "Kita juga bisa berbagi informasi dan ilmu tentang catur, bisa bermain bersama dan fun," katanya. Sesuai dengan 'keuntungan' olah raga ini, catur memang dikenal sarat edukasi karena memerlukan analisis dalam permainannya. Buat siswa, ini juga merupakan proses pembelajaran yang tidak hanya terpaku pada materi pelajaran. Meski diakui Jonathan, bahwa matapelajaran pun, sangat penting buat diseriusi. "Apalagi sekarang kami sudah di kelas tiga. Fokus kami adalah mempersiapkan UAS, UN, dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi," ungkapnya. Sehingga anak muda berprestasi ini, masih menargetkan sekolah sebagai tujuan suksesnya.  

Sembari belajar, Jonathan pun memotivasi para pecatur muda seusianya. "Permainan catur itu seru dan menyenangkan. Jadi ikutilah dengan fun sembari mengasah kemampuan berpikir," katanya, memberi tips. Menurutnya, selain fun, catur juga membuat pintar karena berhubungan dengan matapelajaran matematika. "Kalau menyenangi catur, pasti lebih mudah mempelajari ilmu berhitung atau pelajaran matematika," ucap Jonathan.

Catur juga mempengaruhi kemampuan menganalisa dan menguatkan memori. Sehingga,  "Daya analisa dan daya pikir kita bisa berkembang dengan bermain catur," cetusnya lagi.

Kenyataan ini, dirasakannya sendiri sejak kecil. Jonathan memang menyukai permainan edukatif ini sejak usia kanak-kanak. Ia pun bercerita, ketika kecil ia termasuk anak yang susah makan, bahkan bisa dibilang Jonathan kecil membutuhkan waktu berjam-jam untuk menghabiskan makanannya. Sang ibu pun, mencari cara untuk mensiasati hal ini. "Supaya makanan cepat habis, ibu mengajak bermain catur," katanya, mengenang. Caranya, satu langkah bidik catur, mkan satu suap dilahap Jonathan. Jadilah, dalam 15 menit, ia mampu menghabiskan makanannya itu.

Strategi sang bunda, ternyata tidak hanya bermanfaat untuk mengunyah makanan. Lahir dari orangtua yang memang menyenangi matematika, Jonathan pun tumbuh sebagai remaja yang menggilai permainan catur. Dari hobinya, ia pun tercatat sebagai pecatur muda tingkat nasional.

Ia pun berpesan, agar kaum muda tekun dan menseriusi kemampuan serta bakat yang dimiliki. Karena dengan memanfaatkan masa muda melalui kegiatan yang bermanfaat, bisa membuahkan prestasi gemilang. "Yang pentig giat berlatih dan sering mengikuti pertandingan," pesannya, diakhir perbincangan.

(Kontributor: Theresia Masang)


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR