ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Chess in School, Cara Jitu Ciptakan Anak Cerdas

15 Januari 2019
Chess in School, Cara Jitu Ciptakan Anak Cerdas
Festival Chess in School BPK PENABUR Jakarta (Net)

PERMAINAN catur dapat berpengaruh terhadap prestasi akademik siswa, karena catur mampu melatih kemampuan otak. Demikian diungkapkan Ketua BPK PENABUR Jakarta, Antono Yuwono saat membuka Festival “Chess in School” pada Sabtu (12/01) lalu di  di  Aula SMAK 1 PENABUR, Jakarta Barat. Pantas saja, sekolah yang dikenal jawara arena olimpiade sains dan matematika itu, sering mendulang prestasi akademik. Karena materi pembelajaran yang diterapkan berorientasi pada nalar dan analisis.

Tidak cuma berguna dibidang akademis, catur juga dapat mencegah resiko Alzheimer sedari awal atau bagi penderita Alzheimer maupun stroke.  "Catur bisa meningkatkan konsentrasi,  dengan makin maraknya gudget anak-anak sulit untuk berkonsentrasi. Dengan adanya catur dapat memperkuat daya konsentrasi anak-anak," papar Antono pada scholae.co.

Tehnik permainan ini memang melatih otak untuk fokus dalam menentukan bidak-bidak catur. Langkah apa yang diambil lawan sehingga kita dapat mengatur plan a.b, c dan seterusnya dan menciptakan strategi sehingga dapat memenangkan pertandingan. Permainan catur dibutuhkan konsentrasi yang dalam sehingga  membantu  keseimbangan antara otak kanan dan kiri. Catur juga melatih kesabaran, keuletan dan belajar tanggung jawab.

Berikut 10 manfaat nyata yang bisa didapatkan bila mendalami permainan catur.

1. Meningkatkan IQ

Sudah bukan hal yang baru bahwa catur mampu meningkatkan Intelectual Questions seseorang. Dullea, Palm, dan Fergusan berpendapat serupa bahwa, mempelajari permainan catur secara sistematis berperan dalam peningkatan kecerdasan intelektual seseorang, sama halnya memperkuat kemampuan berhitung, bahasa, dan membaca masalah.
Penelitian :
Uji coba telah dilakukan di Venezuela terhadap 4 ribu siswa kelas 2 SD. Mereka di ajak untuk mempelajari catur selama 4,5 bulan dan hasilnya luar biasa, ada kenaikan IQ secara signifikan dari 4000 siswa tersebut. Bagi kita yang ingin meningkatkan nilai IQ kita, bisa menjadikan permaianan catur sebagai kebiasaan mulai sekarang.

2. Meningkatkan SQ

Tidak hanya IQ yang di dapat, SQ pun turut dipengaruhi oleh permainan ini. Spritual Question yang berperan dalam menumbuhkan spirit mental atau motivasi jiwa seseorang ini bisa di tingkatkan salah satunya dengan bermain catur.
Penelitian :
Hal ini di buktikan oleh penelitian Dr. Stefurak yang merupakan neuropsikologi kognitif menyatakan bahwa “instruksi dalam catur menstimulus pikiran dan emosi untuk menyusun susunan mental yang membuat timbulnya motivasi diri untuk pengembangan diri meraih prestasi belajar di sekolah dan dalam kehidupan”.

3. Memperkuat daya konsentrasi

Permainan catur menuntut seorang untuk fokus. Setiap langkah harus di pikirkan dengan matang. Sekali saja salah akan membuat semuanya berantakan, apalagi jika musuh sudah mulai menyerang dan mengacak-acak pola permainan kita. Tentu kita harus dituntut untuk keluar dari masalah yang di berikan musuh dan mesti melakukan pola serangan yang mampu menyudutkan lawan.

Menciptakan strategi dan taktik dalam permainan catur bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan konsentrasi yang sangat mendalam. Bahkan tidak sedikit pecatur yang benar-benar berkonsentrasi dalam permainan hingga tidak menghiraukan kondisi di luar dirinya. Hal ini bagus untuk melatih daya konsentrasi kita, fokus untuk menciptakan jalan keluar dan menyelesaikan pekerjaan adalah hal yang dibutuhkan oleh setiap orang di dunia kerjanya.

4. Memperkuat daya kreatifitas

Dalam Permainan catur kita di latih untuk mampu membayangkan langkah-langkah yang terjadi selanjutnya. Setiap langkah yang kita jalankan atau yang dijalankan oleh musuh mesti dipikirkan apa efek selanjutnya. Untuk melakukan itu pemain di haruskan mampu membayangkan kondisi yang akan terjadi selanjutnya. Inilah skill abstraksi yang bisa terbentuk yang mana kemampuan abstraksi sangat dibutuhkan bagi seseorang untuk menciptakan ide-ide baru yang menunjukkan daya kreatifitasnya.
Penelitian :
Penelitian yang dilakukan oleh Dr Albert Frank, di Zaire pada tahun 1973 yang dilakukannya selama setahun menemukan bahwa anak-anak yang bermain catur memiliki kecerdasan spasial, numeric, administrasi, dan kemampuan mengarang. Temuan tersebut berlaku bagi mereka yang mempelajari catur dan tidak dipengaruhi oleh factor bakat atau genetic seperti yang di kemukakan oleh Dr Robert bahwa kemampuan tersebut tak hanya secara individual tertentu namun berlaku bagi mereka semua yang memperlajari catur.

5. Melatih berpikir sistemik

Penelitian :
Dr Robert ferguson juga telah melakukan penelitian terhadap PA Scholl District kepada siswa SMP disana. Dia berhasil menemukan bahwa waktu yang digunakan selama 64 jam dalam 32 pekan untuk bermain catur menunjukkan kemajuan dalam perkembangan daya kritisnya. Inilah yang disebut sebagai daya berpikir kedepan, memahami hal-hal sistemik apa yang akan terjadi, apakah menguntungkan atau tidak. Dialektika itulah yang selalu muncul saat kita bermain catur. Oleh karena itu pemain akan mampu menciptakan langkah preventif yang bisa berdampak sistemik bagi pola permainan yang berlangsung.

6. Melatih berpikir logis

Setiap bidak memiliki gerakan yang berbeda. Setiap gerakan tersebut yang memberikannya hak untuk melangkah. Gerakan setiap bidak akan mempengaruhi permainan kita apakah semakin berkembang atau justru malah menyudutkan kita. Saat memainkan bidak-bidak tersebut kita di tuntut untuk berpikir logis, apakah dengan memainkan bidak tersebut mampu membuat ancaman terhadap musuh sesuai yang kita harapkan atau tidak.

Jika kita menemukan lketidaktepatan dalam memikirkan logika setiap langkah bidak-bidak kita, maka permainan akan sulit kita kembangkan. Inilah yang dimaksud dengan bermain catur, kita pun dituntut untuk senantiasa berpikir logis untuk menciptakan langkah-langkah yang tepat.

7. Melatih kesabaran

Bermain catur butuh berpikir yang mendalam. Berpikir dengan sangat dalam itupun membutuhkan waktu yang sangat lama. Tidak aneh jika kita lihat bahwa catur berlangsung sangat lama bahkan sampai berjam-jam. Jika yang bertanding adalah para master kelas internasional pasti akan membutuhkan waktu yang sangat-sangat lama, bahkan bisa saja sampai draw atau tidak ada yang menang maupun yang kalah. Inilah yang membuat pemain tersebut terlatih kesabarannya. Sekalinya kita tidak sabar, justru akan membuat kita mengambil keputusan langkah yang salah.

8. Kemampuan analisis meningkat

Seperti yang diungkapkan oleh para pakar sebelumnya, bahwa dengan bermain catur turut mempengaruhi peningkatan kemampuan menghitung. Wajar saja, karena dalam permainan catur kita juga harus pandai berhitung. Apakah ini menguntungkan atau merugikan? apakah dengan sisa bidak yang dimiliki bisa mematikan lawan? hasil apa yang realistis di dapatkan?

9. Mencegah resiko alzheimer

Pikiran-pikiran itu yang pasti muncul di kepala setiap pemain. Setiap pertanyaan tersebut membutuhkan analisis yang mendalam. Oleh karena itu bagi yang ingin pandai berhitung, mulailah dengan bermain catur.
Sebagai pengetahuan bagi anda, penyakit Alzheimer ini bisa di katakan seperti penyakit mental di dalam otak kita, yang biasanya dialami oleh orang tua. Menurunnya kemampuan otak seperti daya ingat melemah, mudah kikuk, dsb merupakan gejala penyakit ini. Dengan permainan catur, penyakit ini bisa dicegah sedari awal.
Penelitian :
Pakar di bidang ilmu pembedahan yaitu Lord Darzi, mengatakan bahwa setiap orang memiliki resiko terkena penyakit otak tua. Oeh karena itu sedari awal mulailah mencegahnya dengan merubah pola makan, berolahraga, dan merangsang otak dengan permainan-permainan seperti puzzle dan catur.

10. Melatih kepekaan

Dalam permainan catur kita harus peka terhadap setiap gerakan bidak musuh dan tidak boleh menganggapnya remeh. Oleh karena itu dengan bermain catur turut membantu kepekaan kita.
Penelitian :
Studi yang dilakukan pada tahun 1990-1992 di kota New York, menunjukkan hasil bahwa pemain catur meningkat daya kinerja membacanya. Membaca disini diartikan sebagai membaca kondisi, istilah lain adalah kepekaan diri.

(Kontributor: Theresia Masang)


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR