ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Indonesia Masih Krisis Guru Produktif

21 Januari 2019
Indonesia Masih Krisis  Guru Produktif
Menristekdikti Mohamad Nasir (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Ketersediaan SDM bidang pendidikan di tanah air, belum mencukupi kebutuhan yang di lapangan. Bahkan kebutuhan guru produktif yang makin tinggi tidak diimbangi dengan ketersediaan SDM. Data Kementerian dan Kebudayaan (Kemendikbud) 2018 mencatat bahwa kebutuhan guru produktif mencapai 94.553 orang.

Menanggapi kondisi ini, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tengah menyiapkan jalur khusus Pendidikan Profesi Guru (PPG). Jika sebelumnya PPG hanya bisa lewat jalur Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK), kini ada jalan lainnya.

Menurut Menristekdikti Mohamad Nasir, ada tiga desain baru yang dirancang untuk PPG. Tujuannya untuk memperbanyak guru produktif. Tiga jalur yang dimaksud adalah LPTK, dari politeknik, dan lulusan fakultas teknik.

"Lulusan LPTK memiliki kelemahan dalam kompetensi, tapi unggul di bidang pedagogik. Sementara lulusan politeknik ataupun fakultas teknik unggul dalam kompetensi tapi lemah dalam pedagogiknya," kata Nasir, di Jakarta, kemarin.

Nasir memberi contoh saat datang ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Guru yang mengajar di sekolah itu guru normatif (seperti guru agama, Bahasa Indonesia dan sebagainya) dan guru adaptif (guru sains, matematika dan sebagainya).  "Waktu itu saya tanya, siapa yang mengajar perikanan. Mereka jawab guru kimia, jadi memang kita masih mengalami kekurangan pada guru produktif," ucapnya.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR