ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Membangun Keakraban Anak dan Orangtua dengan Metode Read Aloud

22 Januari 2019
Membangun Keakraban Anak dan Orangtua dengan Metode Read Aloud
Metode Read Aloud (Net)

MEMBACA dengan metode Read aloud bisa diartikan dengan membacakan anak buku cerita, namun dengan suara yang lebih nyaring dan jelas. Metode membacakan buku dengan suara kencang ini sangat baik dikenalkan pada anak-anak sejak dini.

Ada beberapa hal yang menjadikan metode read aloud ini penting untuk perkembangan anak. Mulai dari menstimulasi otak anak agar berkembang secara maksimal, lalu bisa memperkenalkan anak kepada kemampuan dasar literasi, yaitu mendengarkan. Bahkan metode ini juga memberikan kesempatan momen premium antara ibu dan anak. Momen premium antara ibu dan anak ini bisa dicipatakan lewat membacakan buku, karena proses ini mengharuskan ibu dan anak fokus satu sama lain. 

Sebuah penelitian mengungkap,  90% dari perkembangan otak anak terjadi pada umur 0 – 6 tahun, sehingga membiasakan membaca kepada anak harus segera dilakukan. Faktanya, tingkat literasi di Indonesia masih sangat rendah. Hal ini tentu saja mengingatkan kita semua untuk terus mendorong agar anak-anak miliki minat baca yang tinggi.
Beberapa manfaat berikut ini, memaparkan metode read aloud yang memberikan pengaruh positif pada anak.

1. Bisa membantu menstimulasi otak anak. Anak yang dibiasakan dibacakan buku oleh orangtuanya maka saraf di otaknya akan terangsang saling terhubung. Hal ini tentu saja sangat penting untuk perkembangan bahasa dan imajinasinya.

2. Melatih pendengaran anak. Dengan membacakan cerita dengan suara nyaring, otomatis akan membuat anak mendengarkan cerita dan belajar untuk mengenal intonasi, volume suara, dan jeda. Maka saat membacakan cerita untuk anak,  orangtua sebaiknya mengikuti tanda baca yang ada, dan lebih berekspresi.

3. Merangsang imajinasi anak. Tidak berbeda jauh dari mendongeng, membacakan buku juga bisa merangsang anak untuk mengembangkan imajinasinya.

4. Menciptakan momen premium antara orangtua dengan anak. Biasanya, momen membacakan cerita ini dilakukan ketika menjelang tidur atau di waktu luang lainya. Dengan membacakan cerita, bisa membangun kedekatan sehingga anak merasa dekat dengan orang tuanya. Sehingga menimbulkan perasaan nyaman kepada anak. Jadi di kepala anak akan mengasosiasikan kegiatan membaca dengan rasa nyaman.

5. Melatih rentang perhatian dan mengingat. Pada saat orangtua membacakan cerita, anak akan berlatih untuk mendengarkan dan menyimak dengan lebih baik, dan ini bisa membantu anak berkonsentrasi.



Editor: Maria L Martens
KOMENTAR