ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Daerah Tingkatkan Literasi Perpustakaan

22 Januari 2019
Daerah Tingkatkan Literasi Perpustakaan
Perputakaan misi SMPN 1 Balikpapan, Kalimantan Timur (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Geliat daerah meningkatkan pengetahuan lewat bahan bacaan, berdampak postif. Diinisiasi  SMPN 1 Balikpapan, Kalimantan Timur, sekolah ini menumbuhkembangkan literasi bagi para siswa. Sekolah yang memiliki siswa 1074 ini,  lebih dari 75 persennya wali muridnya  menyumbang buku untuk sekolah, bahkan juga wali kelas mereka.

Gerakan ini pun terus didengungkan, dengan menyelenggarakan lomba perpustakaan mini  di tiap kelas. Misalnya, sejak Oktober 2018 lalu dilakukan sosialisasi pada orangtua untuk berkontribusi dengan menyumbangkan buku-buku bacaan.

Hasilnya, sumbangan buku pun bergulir.  Buku-buku yang disumbangkan adalah bacaan yang sesuai dengan usia siswa; novel, buku fiksi, komik dan lain-lain.  “Ide mengadakan lomba perpustakaan mini ini datang setelah salah satu guru kami, ibu Aryanti penanggung jawab bagian literasi di sekolah, mengikuti pelatihan literasi dari Kementrian Pendidikan, yang juga bersamaan dengan pelatihan Tanoto Foundation. Kedua program ini saling menunjang untuk peningkatan literasi di sekolah kami. Dari Tanoto kami banyak belajar strategi literasi,” ujar ibu Irma, guru bahasa Inggris yang menjadi salah satu panitia kegiatan tersebut, Senin (21/01).

Panitia lomba perpustakaan mini yang terdiri dari guru bahasa Indonesia dan bahasa Inggris juga menyusun kriteria-kriteria pemenang lomba. Diantaranya,  jumlah buku di tiap perpustakaan mini minimal 60 buku, terdapat daftar buku bacaan, daftar buku pengunjung,  dan kreatifitas pembuatan perpustakaannya.

Penjurian lomba diadakan selama dua hari. Hari pertama, dua orang juri yaitu Bapak Surata dan Mely Yana berkeliling untuk mengevaluasi perpustakaan mini di tiap kelas. “Pada hari tersebut, kami belum menilai, tapi memberi masukan terhadap tampilannya agar diperbaiki pada hari itu,” ujar ibu Sri Natalisniwati, salah seorang panitia menceritakan.

Penilaian dilakukan di hari kedua. Juara kemudian diumumkan pada hari Jumat saat acara Jumat Ilmiah di lapangan sekolah.  Tiap jenjang kelas memiliki juara masing-masing. “Karena kelas satu kan masih polos ya.  Jadi penilaian untuk mereka juga harus juga dibedakan,” ujar bu Irma. Juara 1, 2 dan 3 tiap tiap jenjang kelas masing-masing mendapatkan dua buku. “Tentu saja, walaupun jumlah bukunya sama, nilainya berbeda,” ujar bu Irma.  Biaya penyelenggaraan kegiatan dan hadiah buku Rp 1.200.000  diambil dari dana sekolah.

Ide lomba ini pada awalnya dibicarakan dengan kepala sekolah. Kepala sekolah menyetujui dan kegiatan melibatkan juga komite sekolah.  Untuk mendorong literasi sekolah, sekolah yang terletak di tengah kota Balikpapan ini juga mengadakan lomba resensi buku, membuat jurnal siswa, pembiasaan membaca 15 menit dan sebagainya. “Peran orang tua siswa dalam gerakan literasi di sekolah sangat urgen.  Selain menyumbang buku, orang tua siswa  punya peranan penting untuk mendorong pembiasaan membaca di rumah. Misalnya, dengan  membangun kesepakatan dengan anak mematikan hp dan televisi sampai waktu tertentu, digantikan dengan belajar atau membaca buku,” ujar Affan Surya, Provincial Coordinator program PINTAR Tanoto Foundation Kaltim.

Menurut Affan, literasi yang rendah pada tingkat individu bisa menyebabkan kurangnya kemampuan individu tersebut untuk memahami informasi dan mengolahnya menjadi sesuatu yang menguntungkan bagi hidupnya, rendahnya pendapatan,  pekerjaan, pengembangan diri yang kurang, rendahnya percaya diri, dan bahkan pada problema kesehatan individu. “Pada tingkat masyarakat, menyebabkan minimnya orang yang memiliki pengetahuan dan skill sehingga mempengaruhi pendapatan negara. Rendahnya Kualitas partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Hoaks juga mudah menyebar yang membuat masyarakat rentan konflik,” ujarnya menutup. 

Tanoto Foundation adalah Yayasan Filantropi dari Soekanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto. Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Kemenag daerah mitra, yayasan ini mendorong sekolah-sekolah untuk melakukan gerakan literasi. Namun tidak cuma literasi, lewat Program PINTAR, sekolah juga didorong untuk menyelenggarakan pembelajaran aktif dan manajemen berbasis sekolah yang akuntabel dan transparan.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR