ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Kemendikbud Upayakan Gaji Guru Honorer Setara UMR

28 Januari 2019
Kemendikbud Upayakan Gaji Guru Honorer Setara UMR
Gaji guru honorer diusulkan setara UMR (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Pada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta guru honorer mendapatkan gaji minimal setara Upah Minimum Regional (UMR). Permohonan ini  disampaikan saat rapat bersama di Kantor Kementerian Keuangan, di Jakarta Rabu (27/1/2019). "Kita usulkan kepada Ibu Menteri Keuangan agar guru honorer mendapatkan minimun upah minimum regional/UMR di masing masing daerah," kata Mendikbud.

Mendikbud Muhadjir meminta agar anggarannya nanti dimasukkan ke dana alokasi umum (DAU) bukan ke dalam anggaran daerah. Karena jika nanti dibebankan kepada APBD, pihaknya tidak bisa memaksa daerah untuk mengalokasikannya. Jika nanti anggarannya dimasukkan ke dalam DAU, khususnya DAU untuk gaji guru akan bisa kontrol dengan baik.

Kabarnya, Menteri Keungan Sri Mulyani sepakat akan ditindaklanjuti untuk dipetakan lebih rinci supaya dapat dipastikan bahwa ada ketersediaan dana sesuai jumlah guru. Anggarannya sendiri belum bisa diperkirakan seberapa besar untuk kebutuhan meningkatkan gaji guru honorer minimal UMR. Pemerintah akan mengangkat status guru honorer melalui seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ataupun rekrutmen PPPK.

Menurut Mendikbud, saat ini ada sekitar 700.000 guru honorer di seluruh Indonesia. Jumlah guru yang akan menerima gaji minimal UMR pun dilakukan bertahap. Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan akan terus mengkaji gaji honorer. Pihaknya akan terus mendiskusikan, membahasnya dengan melihat semua aspek. Bukan hanya masalah gaji yang perlu dibahas, namun juga terkait peningkatan tenaga didik agar lebih berkualitas.  "Ini kan bukan masalah digaji atau tidak, tapi persoalan apakah mereka bisa terus menjadi alat atau sumber daya yang bisa mendidik anak-anak didik kita, kan mereka profesinya guru jadi itu harus terus ditingkatkan, kita membahas cukup banyak aspeknya," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.




Editor: Maria L Martens
KOMENTAR