ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Usai Verifikasi, Tercatat 955.474 Siswa Ikuti SNMPTN 2019

30 Januari 2019
Usai Verifikasi, Tercatat 955.474 Siswa Ikuti SNMPTN 2019
Jalur SNMPTN 2019 (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Animo siswa yang mengadu peruntungan lewat jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2019, cukup signifikan. Tercatat jumlah sekolah yang mengisi data tercatat 18.206 dan siswa yang mendaftar 2.340.922 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 955.474 siswa lolos verifikasi pengisian kelengkapan pangkalan data siswa dan sekolah (PDSS) dan dinyatakan sah mengikuti SNMPTN.

"Hingga verifikasi terakhir pukul 18.00 WIB, sebanyak 14.888 sekolah telah melakukan finalisasi dan jumlah siswa yang sudah terverifikasi sebanyak 955.474 orang," ungkap Koordinator Pelaksana Teknis Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Budi Prasetyo di Jakarta, kemarin.

Para siswa diharap menunggu hasil pemeringkatan sistem LTMPT hingga 3 Februari 2019. "Bagi siswa yang terdata masuk ke pemeringkatan, kami minta mulai melakukan pendaftaran SNMPTN mulai 4 Februari 2019," cetusnya.

Sebelumnya, jumlah sekolah yang mengisi data tercatat 18.206 dan siswa yang mendaftar 2.340.922 orang. Namun, Budi mengatakan data final jumlah siswa yang sudah terverifikasi masih bisa bertambah.

"Bagi siswa yang tidak melakukan verifikasi, tetapi pihak sekolah telah melakukan pengisian data dan finalisasi, LTMPT melakukan verifikasi otomatis bagi siswa yang memenuhi persyaratan," jelas guru besar UGM itu.

Ia mengatakan animo sekolah untuk mengikuti SNMPTN 2019 terbilang tinggi. Pada 2018, jumlah sekolah yang dapat difinalkan tercatat 10.152 dan yang gagal ikut SNMPTN 7.697 sekolah. Sebaliknya, siswa yang terverifikasi 648.104 orang. "Sehingga animo sekolah dan siswa tetap tinggi mengikuti jalur SNMPTN tahun ini."

Sekolah yang tidak mengisi PDSS diindikasikan tidak berminat atau kemungkinan siswa mereka diterima pada jalur SNMPTN yang mendasarkan pada nilai rapor sangat kecil. Alasan kedua, sekolah terkendala oleh akreditasi sekolah atau nomor pokok sekolah nasional (NPSN) dan ketiga, sekolah lebih memilih jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) atau jalur mandiri.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR