ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Kompetensi Dosen Harus Ditingkatkan Hadapi Pembelajaran E-Learning

07 Februari 2019
Kompetensi Dosen Harus Ditingkatkan Hadapi Pembelajaran E-Learning
Menristekdikti Mohamad Nasir (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Kemajuan teknologi komunikasi, berpengaruh terhadap segala bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Inovasi yang saat ini terjadi adalah, berkembangnya sistem pendidikan dengan menggunakan digital sebagai sarana pembelajaran.

Digital media untuk pendidikan ini, ditengarai tengah menjadi tren, bahkan digandrungi kaum milenial yang terbiasa menggunakan sarana ini.  Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir pun mendorong agar lembaga pendidikan turut memanfaatkan sarana ini.

Perguruan tinggi diharapkan mampu menerapkan proses pembelajaran daring (e-learning). Itu sebabnya, kemampuan dosen harus ditingkatkan. "Dengan e-learning, Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi Indonesia bisa lebih tinggi dari APK saat ini (34,58)," kata Menteri Nasir.

Sistem pembelajaran secara e-learning harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi dosen. Mahasiswa yang dihadapi dosen saat ini adalah generasi milenial dan generasi Z. Itu sebabnya, dosen harus meningkatkan kompetensi keilmuan serta melakukan inovasi metode pembelajaran.

“Saya minta kualifikasi dan kompetensi dosen ditingkatkan. Kita harus bisa melakukan evaluasi diri, ada di mana posisi kita dibandingkan dengan negara lain, sehingga hal ini bisa dimanifestasikan kepada para mahasiswa agar mereka bisa memberikan kontribusi ebih bermakna bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia," bebernya.

Nasir mengungkapkan dosen yang berkompetensi dan selalu sadar akan perkembangan ilmu di negara lain akan membuat mahasiswa lebih kompetitif dalam mensejahterakan rakyat.

Dalam meningkatkan kompetensinya, Nasir sampaikan mahasiswa perlu berinisiatif menggali ilmu dari berbagai sumber, salah satunya melalui materi pembelajaran dalam jaringan (online learning).

"Sementara itu dari sisi mahasiswa, yang harus dibenahi adalah kesiapan belajar mandiri mahasiswa. Karena dalam pembelajaran daring lebih banyak mengadopsi istilah self directed learning , maka self directed learning mahasiswa menjadi penting," papar Menteri Nasir.

Nasir percaya mahasiswa Indonesia sudah tidak asing dengan perkembangan teknologi, sehingga mereka l lebih adaptif pada penggunaan online learning.


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR