ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Karen, Murid SD yang Jago Seni Kaligrafi

11 Februari 2019
Karen, Murid SD yang Jago Seni Kaligrafi
Karen, siswa kelas VI SDK PENABUR Jakarta (Foto: Dok. Humas BPK PENABUR)

ADA yang menarik dari gelaran dalam Pentas Seni dan Pameran "Aku Indonesia" yang diadakan SDK BPK PENABUR Jakarta, Sabtu (09/02) kemarin. Selain menyajikan pagelaran seni tari, seni musik, choir, ansamble dan teater, kegiatan yang melibatkan 7560 siswa dari 20 sekolah SDK BPK PENABUR di Jakarta ini, juga menggelar aktivitas penulisan kaligafi.

Seni yang merujuk pada budaya ketimuran, atau lebih spesifik lagi dari Arab ini,  mengandung makna kepandaian menulis indah, atau tulisan yang indah. Bahasa Arab sendiri menyebut khat yang berarti garis atau tulisan indah. Dan pada pameran yang baru pertamakali diadakan tersebut, hasil seni kaligafi mendapatkan apresiasi terbanyak, bahkan mampu terjual 350 ribu rupiah!

Adalah Karen, siswa kelas VI SDK PENABUR Jakarta yang mampu menuangkan tulisan kaligafi menjadi seni lukis yang indah, bahkan dikagumi ratusan pengunjung. Jerih payahnya berlatih dengan menghabiskan 5 hingga 6 jam sehari selama empat hari tersebut, menuai decak kagum para pengajar bahkan mendapat nilai tertinggi.

Tak mudah bagi Karen, melenturkan gerakan tangan ke dalam kanvas dengan goresan kaligrafi. Namun pelajar yang telah menginjak remaja ini, menjadi figur sentral lantaran kemampuannya menyelesaikan tulisan dalam bentuk kaligrafi. 

Karen pun bercerita bahwa minatnya pada seni budaya Asia ini berawal dari hobi coret mencoret rangkaian bentuk tulisan. "Dari dulu memang sudah hobi menulis indah," kata Karen. Maka siswi belia yang bercita-cita menjadi Profesor Biokimia itupun, menampilkan kemampuannya melukis kaligrafi. Tema yang diusung Karena adalah Diversity yang memuat lagu perjuangan, nama pahlawan, nama suku dan budaya di Indonesia.

Memang belajar seni lukis atau mengasah atau mengembangkannya bukan untuk seseorang menjadi pelukis atau seniman. Karena pada awalnya ilmu ini dipergunakan sebagai pengembangan dan mengasah kecerdasan pada otak kanan. Yaitu mengasah motorik halus, melatih fokus pada pekerjaan, emosional, kreatifitas, menjaga keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri sehingga otak tidak lelah atau stress ketika menghadapi persoalan aritmatik atau sosial.

Kegiatan ini dapat sangat berguna dalam mempromosikan kesejahteraan individu. Selain meningkatkan kemampuan mental dan emosional, seorang individu dapat menikmati peningkatan keterampilan sensorik dan motorik melalui melukis dan menggambar konstan. Semua orang dapat terlibat dalam melukis dan menggambar, sehingga kegiatan ini pasti patut dicoba.

Para pakar bahkan menyebut ada 10 manfaat kesehatan dengan melakukan kegiatan melukis atau menggambar. Yaitu, meningkatkan kreativitas, meningkatkan memori, meningkatkan keterampilan berkomunikasi, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, melepaskan stres, emosi lebih positif, pelepasan emosi yang tersembunyi, peningkatkan kecerdasan emosional, meningkatkan kepekaan rasa, mobilitas lebih baik, serta meningkatkan ketelitian. 

(Reporter : Theresia Masang)



Editor: Maria L Martens
KOMENTAR