Harga Kursi Pimpinan Banggar DPR

Para wakil rakyat, semestinya menjadi teladan bagi rakyat yang mereka layani. Kebijakan membeli kursi pimpinan Badan Anggaran (Banggar) di ruang rapat baru, seharga Rp 24 juta dan diimpor dari Jerman menuai banyak kritik dari masyarakat tak terkecuali para mahasiswa Unika Atma Jaya.  Kenapa tidak memanfaatkan furnitur produk dalam negeri saja? Berikut laporan Yanuari Marwanto, Humas Unika Atma Jaya:


Erika (Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, 2010)
Beli Kursi Buatan Indonesia
"Sangat tidak worth it per unitnya 24 juta. Pantas saja Indonesia rakyatnya banyak yang miskin. Uang rakyat buat beli kursi import dari Jerman pula. Katanya rakyat Indonesia harus cinta buatan dalam negeri. Koq, wakil rakyatnya malah beli barang impor yah? Seharusnya belilah kursi buatan Indonesia sendiri. Dari segi ukiran, Jepara misalkan kualitas dan desainnya bagus"

 Nory (Hukum Ekonomi Bisnis, Fakultas Hukum Unika Atma Jaya, 2009)
Sangat berlebihan
"Keputusan itu (pembelian kursi) sangat berlebihan. Dana sebesar itu bisa dialokasikan untuk hal-hal lain seperti pendidikan, kesehatan, dan rakyat pra-sejahtera. Apalah artinya kursi yang hanya untuk duduk dan rapat dibandingkan dengan kesejahteraan rakyat,"

 

Nory (Hukum Ekonomi Bisnis, Fakultas Hukum Unika Atma Jaya, 2009)
Sangat berlebihan
"Keputusan itu (pembelian kursi) sangat berlebihan. Dana sebesar itu bisa dialokasikan untuk hal-hal lain seperti pendidikan, kesehatan, dan rakyat pra-sejahtera. Apalah artinya kursi yang hanya untuk duduk dan rapat dibandingkan dengan kesejahteraan rakyat,"