ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | SCHOLAE

Jurus Menggaet Calon Mahasiswa Baru

19 Maret 2012
Jurus Menggaet Calon Mahasiswa Baru
Berbagai cara dilakukan perguruan tinggi untuk menggaet calon mahasiswa baru. Mulai dari menggelar pameran, jalur undangan hingga gencarnya promosi dengan sejumlah benefit yang ditawarkan.Tujuannya, tak lain adalah menarik minat calon mahasiswa sebanyak mungkin. Seberapa menarikkah?

Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah III Jakarta misalnya, bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta tengah menggelar pameran “Pekan Pendidikan Jakarta” bertema “Membidik Kampus-Kampus Favorit Jakarta”. Pameran berlangsung dari 7-9 Februari 2012 di Istora Senayan, Jakarta Selatan.
    
Pameran ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini pameran dikonsep layaknya berwisata. Para siswa kelas III SMA dan SMK akan diajak untuk 'wisata pendidikan tinggi'. Pengamatan SH pada Kamis (9/2), pameran dibanjiri ribuan calon mahasiswa. Hampir setiap stan diserbu. Ada yang hanya mengambil brosur, ada juga yang berkonsultasi dengan para penjaga stan pameran.
    
LP3I misalnya, pada hari yang sama menggelar diskusi bertema “Tips dan Trik Mempersiapkan Diri menjadi Remaja Mandiri yang Siap Menghadapi Dunia Usaha dan Industri” dengan menghadirkan pembicara H. Marissa Haque, Ikang Fawzi, Arifin Dimyati, SH, Corporate HR Manager sebuah  perusahaan swasta di Jakarta serta Juprianus Kaloto seorang pengusaha sukses kontainer. Acara ini menurut Head of PR LP3I, Irenne KD, dihadiri oleh ratusan ribu pelajar se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya.     
    
Seminar ini tentu bertujuan memberikan wawasan kepada calon mahasiswa ketika memutuskan untuk kuliah. Salah satu perguruan tinggi yang bisa menjadi pilihan mereka adalah LP3I dimana sudah terbukti lulusannya menurut Irenne, dijamin langsung mendapat kerja. Bahkan, ketika masih duduk di bangku kuliah pun sudah ditawarkan pekerjaan.
    
Pameran kali ini diikuti 120 peserta perguruan tinggi, di antaranya 90  merupakan perguruan tinggi Jakarta dan selebihnya dari luar Jakarta. Agar pengunjung tidak jenuh, pameran juga diisi dengan festival tari seperti tari Saman, festival band dan juga try out.
    
Sebagaimana diungkapkan Ketua Panitia Pameran Pendidikan Jakarta, Zaidi A. Zaiti, tujuan dari pameran ini menunjukkan bahwa kampus-kampus swasta tidak kalah bagusnya dengan kampus-kampus negeri dan memberi pembekalan kepada para siswa SMA agar tidak salah dalam memilih jurusan. Dengan adanya pameran ini, para siswa juga bisa bertanya segala hal kepada peserta pameran tentang jurusan maupun informasi kampus yang dicari.    
    
Selain pameran, strategi lain menjaring mahasiswa  yang dilakukan adalah strategi jemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah untuk menjaring mahasiswa baru. Seperti disampaikan Wakil Rektor Akademi Pariwisata Widya Nusantara Surakarta, Suwito, SE, strategi jemput bola dilakukan karena animo mahasiswa terus menurun. “Kami datang ke sekolah-sekolah untuk menjaring mahasiswa baru,”ujarnya. Uniknya, strategi jemput bola ini tak cuma dilakukan PTS. Perguruan tinggi negeri juga melakukan langkah serupa.     
    
Melalui strategi ini akan dilakukan seleksi dan tes masuk di kota yang dikunjungi, sehingga siswa tidak harus jauh-jauh meninggalkan kota asal untuk berburu perguruan tinggi. Sekarang adalah era perguruan tinggi berburu calon mahasiswa.
    
Jalur undangan yang diberlakukan PTN cukup banyak diminati calon mahasiswa baru. Peminatnya selalu berjubel mencapai puluhan ribu, bahkan tahun ini diperkirakan peminatnya akan naik. Sementara kuotanya sekitar 25 persen dari jumlah mahasiswa yang diterima secara keseluruhan.
    
Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof Dr Yogi Sugito sendiri mengakui jika kualitas mahasiswa jalur undangan tersebut belum diuji, karena lebih banyak mengarah pada pemerataan, mulai dari Sabang hingga Merauke. Secara ekonomi, jalur tersebut memberikan kesempatan yang cukup luas bagi siswa-siswi berprestasi namun tidak memiliki kemampuan ekonomi secara baik.
    
Beberapa perguruan tinggi juga menyelenggarakan open house. Dalam open house ini, berbagai keunggulan pada tiap program studi dan di tingkat perguruan tinggi dipamerkan melalui presentasi, tayangan video, foto, dan contoh produk. Seakan tidak ingin kehilangan kesempatan, ajang open house juga dipakai untuk menerima pendaftaran dan melaksanakan tes masuk saat itu juga.
    
Upaya pemasaran tidak hanya terbatas pada kegiatan promosi sesaat, tetapi juga strategi jangka panjang berupa program menjalin relasi dan kerja sama dengan SMA. Dalam beberapa tahun belakangan, para kepala dan guru bimbingan konseling di SMA menjadi orang penting yang diperhatikan dan dimanjakan.

Ada pula perguruan tinggi yang melakukan kerjasama secara berkesinambungan misalnya program pendampingan pelajaran teknologi informasi atau revitalisasi perpustakaan di SMA. Program kerja sama ini diharapkan bisa menanamkan brand awareness di kalangan guru dan siswa SMA dan membuat mereka mengingat perguruan tinggi itu untuk dipilih di kemudian hari.

Jalur SNMPTN
Perguruan Tinggi Negeri (PTN) merupakan salah satu yang mungkin sangat dicari beberapa kalangan saat ini, khususnya para pemuda yang telah atau akan menyelesaikan pendidikan tingkat atasnya. Tak salah apabila dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk setiap PTN di Indonesia berjalan cukup ketat terutama dalam perhelatan akbar SNMPTN setiap tahunnya. Pasalnya, banyak kalangan menganggap bahwa ketika seseorang menuntut ilmu di suatu Perguruan Tinggi milik pemerintah, maka prospek kerja ke depannya sedikit lebih mudah. Oleh karena itu, untuk masuk ke dalam dunia kampus yang notabene adalah instansi negara bukanlah suatu hal mudah. Apalagi bagi para peserta SNMPTN yang kabarnya mencapai 500 ribu peserta tiap tahunnya.
    
Agar siswa-siswi dapat meriah impian kuliah di PTN favorit berikut beberapa jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru yang diberlakukan di PTN seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) ; Jalur saja  SNMPTN, Universitas Indonesia (UI)  melalui  SNMPTN, SIMAK UI, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui  SNMPTN dan  Seleksi masuk ITS (SMITS), Universitas Gadjah Mada (UGM)  melalui jalur SNMPTN saja sementara Universitas Padjajaran  melalui jalur SNMPTN, Seleksi masuk UNPAD (SMUP).
    
Untuk seleksi masuk UNPAD dan ITS (SMITS dan SMUP) biayanya sedikit di atas rata-rata karena jalur ini termasuk jalur mandiri. Lain halnya dengan jalur SIMAK UI yang merupakan seleksi mahasiswa baru dari jalur reguler sehingga harga uang pangkal dan uang semester-nya tidak berbeda dengan teman-teman yang lolos dari jalur SNMPTN.
    
SIMAK UI merupakan salah satu jalur masuk ke Universitas Indonesia yang mempunyai kuota yang cukup besar untuk para calon mahasiswa di Indonesia. Hampir sama seperti sebelumnya, kali ini SIMAK UI 2012 diadakan serentak di seluruh Indonesia. Pendaftaran SIMAK UI dibuka pada PUBLISH_DATE 4 -12 Juni 2012 mendatang. Dan untuk tes seleksi diadakan pada PUBLISH_DATE 1 Juli 2012 dan untuk pengumuman pada PUBLISH_DATE 2012. SIMAK UI ini untuk menampung mahasiswa S1 Reguler, S1 Pararel dan Vokasi (D3). Seleksi ini dilakukan secara tertulis di seluruh Indonesia.
    
Namun, jika calon mahasiswa yang ingin memasuki S1 kelas Internasional, mereka akan mendapatkan hari yang berbeda untuk jadwal tes seleksinya dan mereka juga harus masuk KKI (Kelas Khusus Internasional ). Kelas ini memiliki biaya yang berbeda untuk pendaftarannya. Untuk SIMAK UI Reguler, Pararel dan Vokasi, teman-teman dapat harus membayar Rp 250.000  untuk pendaftarannya dan jika teman ingin menambah jurusan untuk masuk, akan dikenakan biaya Rp 50.000 per jurusan hingga maksimal 8 jurusan. Sedangkan untuk kelas internasional, calon mahasiswa harus membayar Rp 1 juta uang pendaftaran hanya untuk satu jurusan. Banyak jalan menuju dunia perguruan tinggi. Maka, raihlah kesempatan yang terbuka luas ini!

Sumber: Harian sore Sinar Harapan

Tags :

KOMENTAR