Kuliah Sambil Kerja, Tuntutan Ekonomi atau Belajar Mandiri

Kuliah sambil kerja sudah tak asing lagi di kalangan mahasiswa. Banyak pertimbangan yang dijadikan dasar mahasiswa memilih kuliah sambil bekerja. Antara tuntutan ekonomi dan melatih kemandirian mahasiswa merupakan alasan bagi mereka.

Fenomena kuliah sambil kerja banyak dijumpai di berbagai negara. Hal ini terjadi baik di negara berkembang maupun di negara maju yang telah mapan secara ekonomi. Di Indonesia, kondisi perekonomian yang cukup sulit bagi sebagian lapisan masyarakat mendorong mahasiswa mencari solusi dari masalah keuangan yang dihadapi dengan bekerja. Sebagian mahasiswa mempunyai masalah dengan biaya sehingga berusaha meringankan beban orangtuanya dengan bekerja.
    
Namun, sebagian mahasiswa lain bekerja dengan alasan kemandirian.Menurut pengamat pendidikan, Utomo Dananjaya, kuliah sambil kerja merupakan upaya membuka gerbang dunia kerja karena akan mematangkan pola pikir individu untuk menghadapi dunia kerja, dapat menumbuhkan jiwa kemandirian, dan menghubungkan antara teori yang didapat di kampus dengan kenyataan yang ada di dunia kerja.
    
Keputusan kerja sambil kuliah ini pernah dialami Stefania. Mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta Selatan ini mengaku mulai bekerja sejak semester dua. Pilihan tersebut tak lain karena uang yang dikirim orangtua tidak mencukupi biaya kuliah dan biaya hidupnya di tanah perantauan. Stefania beruntung diterima bekerja di sebuah bank swasta sebagai staff akunting, bidang yang sesuai dengan bidang ilmu yang digelutinya. Dengan bekerja, Stefani secara mandiri membiayai kuliah dan kehidupannya. Dan, kini kariernya pun cukup baik.      
    
Stefania mengaku terkadang merasa sulit mengatur waktu antara kerja dan kuliah, apalagi pekerjaan yang digelutinya bersifat terikat. Selain itu karena merasa asyik dengan pekerjaannya maka Stefani pun sering tidak fokus dengan kuliah.
    
Bagi Stefania yang memilih jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi perguruan tinggi tersebut, kuliah sambil kerja memang merupakan kegiatan yang sangat melelahkan namun banyak hal positif yang didapatnya dengan bekerja. Di samping mendapatkan penghasilan, pengalaman yang didapatkan saat bekerja sangat bermanfaat untuk mendukung perkuliahan itu sendiri.
     
Mengapa, seorang mahasiswa harus mencari uang sendiri? Pertama, keadaan ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan utuk mengalokasikan dananya guna membiayai kuliah anak-anaknya. Seperti kita tahu setelah krisis ekonomi banyak orang kehilangan pekerjaan atau menurunnya daya beli masyarakat. Jangankan untuk membiayai kuliah anaknya, untuk makan sekeluarga saja terasa sangat sulit.
    
Kedua, ada sebagian orang tua yang ingin menanamkan jiwa kemandirian pada anaknya sejak dini atau setelah merasa bahwa anaknya sudah cukup dewasa. Salah satu cara yang banyak dilakukan para orang tua untuk menanamkan jiwa kemandirian pada sang anak adalah dengan menyarankan anaknya untuk bekerja dan membiayai kuliahnya sendiri.
    
Ketiga, karena keinginan anak itu sendiri untuk belajar mandiri atau paling tidak mengurangi beban yang harus ditanggung orang tuanya. Sehubungan dengan adanya fenomena itu, saat ini sudah ada lembaga pendidikan yang menyediakan suatu sistem perkuliahan yang dapat mendukung bagi mahasiswanya yang ingin kuliah sambil bekerja, yakni dengan menyediakan kelas-kelas khusus disediakan dengan jam kerja yang ada. Kelas-kelas khusus tersebut adalah kelas malam atau karyawan yang diperuntukkan bagi mereka yang bekerja pagi, kelas weekend yang dapat dimanfaatkan oleh karyawan dengan lima hari kerja, kelas shift untuk yang bekerja dengan sistem pembagian waktu kerja.
 
Positif dan Negatif
 
Kuliah sambil bekerja banyak memberi dampak bagi mahasiswa baik positif maupun negatif. Dampak positif yang diperoleh oleh mahasiswa yang kuliah sambil bekerja adalah dapat menyalurkan hobi, memiliki pengalaman di luar kelas, memperoleh keterampilan, pengetahuan tentang berbagai macam pekerjaan, dan bertanggung jawab. Selain itu, juga dapat melatih kemandirian dan memperoleh uang untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan kuliah
    
Dr Adi Suprapto, dosen Jurusan Administrasi Bisnis FISIP Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”Yogyakarta mengatakan di era globalisasi saat ini peran generasi muda khususnya mahasiswa membawa pengaruh luar biasa dalam perkembangannya di dunia usaha.     
    
Dikatakan Adi, ada dua faktor utama yang memengaruhi mahasiswa memilih kuliah sambil bekerja. Faktor pertama yakni berhubungan dengan masalah internal. Mahasiswa memilih kuliah sambil bekerja karena motif ekonomi, sebagai upaya mendapatkan tambahan biaya hidup. Sementara alasan lain yang merupakan faktor eksternal, yakni dalam rangka mengembangkan aktualisasi diri dalam menekuni sesuatu.
    
Mahasiswa yang memilih kuliah sambil kerja tambah Adi pada dasarnya memiliki banyak manfaat berguna saat nantinya terjun di dunia kerja. Adi mengatakan dunia pendidikan dalam hal ini juga berperan meningkatkan kualitas mahasiswa yang siap pakai.
    
Sementara itu, dalam pandangan Pratiwi MSi, staf pengajar Universitas Negeri Yogyakarta mahasiswa yang kuliah sambil bekerja akan membawa dampak psikologis. Dampak ini tercermin dalam sikap dan perilakunya.
    
Menurut dia, mahasiswa yang bekerja sambil kuliah biasanya mempunyai kematangan dalam dirinya. Mereka cenderung lebih dewasa dan biasa menyelesaikan dan memecahkan persoalan. Bahkan, biasa membuat solusi-solusi dalam masalah yang ditemukan di dunia pekerjaan.
    
Menurut Pratiwi, meskipun kuliah sambil bekerja membawa dampak positif, namun tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak mengerjakan tugasnya sebagai mahasiswa. Sebaliknya, pada saat bekerja harus bisa disiplin dan profesional. Kuliah jangan dijadikan alasan melalaikan tugasnya di tempat kerja. Mereka yang kuliah sambil bekerja harus benar-benar memiliki kekuatan apabila melakukan kedua hal tersebut sekaligus.
    
Penelitian yang dilakukan Singg yang dipublikasikan 2005 lalu menyatakan bahwa mahasiswa yang kuliah sambil bekerja memiliki kematangan karir dan tanggung jawab yang tinggi. Hal ini sejalan dengan pendapat Crites dalam Taganing, 2007 yang menyatakan bahwa untuk dapat memilih dan merencanakan karir yang tepat, dibutuhkan kematangan karir yaitu pengetahuan akan diri, pengetahuan tentang pekerjaan, kemampuan memilih pekerjaan, dan kemampuan merencanakan langkah-langkah menuju karir yang diharapkan.
     
Sementara Super dalam Winkel dan Hastuti, tahun 2006  menyatakan bahwa kematangan karir merupakan keberhasilan individu dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangan karir yang khas pada tahap perkembangan karir tertentu. Indikasi yang relevan dengan kematangan karir adalah kemampuan untuk membuat rencana, kerelaan untuk memikul tanggung jawab, serta kesadaran akan segala faktor internal dan eksternal yang harus dipertimbangkan dalam membuat pilihan pekerjaan atau memantapkan diri dalam suatu pekerjaan.
    
Individu dengan tingkat kematangan karir yang tinggi akan memperoleh karir yang sukses dan memuaskan. Individu akan menunjukkan kesadaran yang lebih pada proses pengambilan keputusan karir, berpikir tentang alternatif pekerjaan lain, dan menghubungkan perilaku saat ini dengan tujuan masa depan. Individu juga memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dalam membuat keputusan karir, menjalankan pilihan karir, dan kemauan untuk mengakui tuntutan dunia kerja.

Sumber: Harian Sore Sinar Harapan