ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | SCHOLAE

Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, MSc

27 Maret 2013
Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, MSc
Mimpi menghasilkan lulusan berjiwa teknopreneur yang mampu berkolaborasi namun memiliki kemandirian yang tinggi merupakan mimpi Rektor Universitas Trilogi (Untri), Prof. Dr Asep Saefuddin. Untuk membangun kewirausahaan tersebut Prof Asep pun sejak awal telah membangun  academic atmosfer di kampus. Angin perubahan baru.

Sekolah Tinggi Ekonomi, Keuangan, dan Perbankan Indonesia (Stekpi) sejak 27 Maret 2013 di usianya yang ke-25 tahun berganti nama menjadi Universitas Trilogi (Untri). Perubahan tersebut merupakan perubahan mandat agar tidak hanya di satu bidang saja yakni komponen finansial melainkan juga di komponen non finansial sehingga harus berubah menjadi sebuah universitas. Semacam ada perluasan cakupan meliputi sektor finansial, sektor riil, industri kreatif, dan telematika.
   
Ketika mendapat amanah dari Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ), yayasan pendiri universitas, sebagai Rektor Universitas Trilogi (disingkat Trilogi), pria kelahiran Garut, 16 Maret 1957 ini mencurahkan seluruh kemampuannya guna memajukan universitas yang menekankan pada tiga pilar: “Teknopreneur, Kolaborasi, dan Kemandirian”.
   
Dalam perbincangan dengan SH, Selasa (18/3) lalu di ruang kerjanya, Prof Asep menjelaskan ihwal kata trilogi pada nama universitas tersebut. Trilogi yang dimaksud menekankan 3 pilar dari pendidikan yaitu teknopreneur, kolaborasi, dan kemandirian.
   
Mantan Wakil Rektor IPB bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Kerjasama tahun 2003-2008 ini menjelaskan pilar pertama yaitu Teknopreneur menekankan  kewirausahaan berbasis teknologi sehingga mampu menggali potensi diri, inovatif, adaptif, dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal yang mengacu pada prinsip zero waste dan menggerakkan partisipasi seluruh masyarakat.
   
Teknopreneur yang ingin dihasilkan Trilogi menurut dia adalah entrepreneur yang mempunyai kekuatan science dan technology. Karena, katanya seorang entrepreneur bila ingin survive  dia harus mengetahui bagaimana pengembangan ilmu pengetahunan dan teknologi di dalam mengembangkan bisnisnya.
   
Menurut Guru Besar yang sudah cukup lama berkiprah di Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, Jawa Barat ini entrepreneur diperlukan untuk mengisi sebuah negara menjadi sejahtera. “Jika tidak mempunyai, maka warganya akan tergantung pada anggaran dari pemerintah. Tahun 2000 awal, hasil riset, minimum 2% dari negara itu adalah entrepreneur. Kalau 2% saja, maka Indonesia butuh sekitar 5 juta orang menjadi entrepreneur untuk menggerakan masyarakat,”terang Ketua Tim “IPB World Class University” pada tahun 2007 lalu.
   
Sementara pilar kedua yaitu Kolaborasi menekankan pada mahasiswa agar mau dan mampu bekerjasama antar individu dan atau lintas bidang ilmu sehingga tercipta sinergi, membagi resiko dan menambah manfaat secara berkeadilan dalam tim yang kuat dan dinamis serta membangun jejaring baik horizontal maupun vertikal.
   
Kolaborasi menurut dia merupakan pengejewantahan dari Pancasila dimana ekonomi yang mau dikembangkan harus berbasis kerjasama. Dengan kolaborasi diharapkan bisa saling mengisi agar hasilnya optimum. Berbagai kekuatan itu bergabung secara total dan ini menjadi bagian dari kurikulum Trilogi diwujudkan dalam bentuk sistem pembelajaran berbasis kelompok. Di dalam kelompok dibuat sedemikian rupa sehingga para pemimpinnya bergantian dari anggota sekitar 20 orang di  masing-masing kelompok. Jadi semua anggota pernah merasakan sebagai masyarakat maupun sebagai pimpinan.
   
Sedangkan pilar ketiga yaitu kemandirian lebih pada menggali kemampuan dan potensi diri untuk ketegaran, keteguhan, mengurangi ketergantungan dan memperbesar saling bantu (konsep interdepensi). Kemandirian menurut Doktor alumnus University of Guelph, Canada dalam bidang ilmu Biostatistics and Population Medicine/Quantitative Epidemiology ini, mencerminkan suatu jiwa yang psntang mengemis. Kemandiri itu bersifat inklusif untuk selalu berkeinginan dapat membantu orang lain, tidak eksklusif dan egoistis.
   
Melalui tiga pilar ini Dosen dan Peneliti pada Departemen Statistika, FMIPA IPB mengharapkan lulusannya bisa menjadi entrepreneur yang mampu berkolaborasi namun mandiri dimana lulusan tersebut bisa menjadi pencipta kerja, bisa mendirikan perusahaan, bisa memanfaatkan sumber daya alam secar bijak. Dan, mereka pun mampu melihat ke bawah, ke masyarakat kecil yang memiliki usaha kecil menengah sehingga dapat mengembangkan entrepreneur di akar rumput (grass root).
   
Ketiga pilar ini merupakan satu kesatuan integral yang tidak bisa dipisahkan sehingga baik itu teknopreneur, ataupun kolaborasi dan kemandirian itu merupakan segitiga sama sisi yang tidak bisa dipisahkan. Dengan demikian kata dia, itu menjadi tagline Universitas Trilogi.

Academic Atmosfer   
Untuk membangun kewirausahaan ini tambah Prof Asep, sejak awal kampus telah dibangun melalui sebuah academic atmosfer dimana atmosfer yang dia hirup adalah jiwa entrepreneur seperti kolaborasi dan kemandirian. Di sana, mahasiswa dibiasakan untuk selalu bekerjasama, berkolaborasi dan tak kalah penting juga disiplin, menghormati orang, menghargai pendapat orang yang juga merupakan bagian dari kolaborasi itu sendiri.
   
“Nah, kultur-kultur itu yang dibangun di kampus tersebut sehingga semenjak si mahasiswa itu masuk ke Trilogi selalu ditekankan tentang marilah kita menjadi wirausaha, marilah kita berkolaborasi, dan jangan lupa kita harus mandiri,”tegasnya.
   
Di dalam proses pembelajaran, atmosfer yang diperkenalkan adalah pembelajaran berbasis kelompok dimana si mahasiswa dibangun berdasarkan kelompok-kelompok yang merupakan campuran antara berbagai asal-usul dan Indeks Prestasi Akademiknya. Jadi di dalam kelompok tidak dominan pintar semua melainkan campuran yang saling membantu, mendukung dan mendongkrak mahasiswa yang lain.
   
Sistem pembelajaran ini lebih menekankan active learning dimana selain diskusi kelompok mahasiswa juga aktif mencari informasi di internet dan tidak hanya berbasis kertas saja atau terlalu tergantung pada dosen. Porsi dosen hanya sekitar 30%. Dosen sebagai fasilitator menstimulir si mahasiswa untuk belajar, berkolaborasi, mengasah ilmu dan teknologi (hard skill) dengan pendekatan soft skill (komunikasi yang baik, hormat, dan konsep diri lainnya).
   
Mahasiswa juga kata dia dilibatkan dalam semua kegiatan menjadi event organizer (EO) berbagai kegiatan kampus, seperti seminar, lokakarya, focus group discussion. Di sana mereka belajar menjadi EO supaya dapat mengatur waktu dan acara. Jadi suasana yang dibangun adalah masyarakat pembelajar, menghormati perbedaan pendapat, kebebasan berpikir yang mencintai keteraturan dan keindahan  lingkungannya, baik sosial atau pun alam. Maka yang terjadi adalah akumulasi pendapat, pikiran, inovasi, keterbukaan, kekayaan berpikir,  sehingga berkembanglah inovasi-inovasi.
   
Setelah bermetamorfosa menjadi sebuah universitas, Untri memiliki 13 program studi, 5 program studi merupakan kelanjutan dari Stekpi dimana di dalamnya terdapat Program Magister Manajemen (S2 Manajemen), dan 8 program studi baru yaitu: Program Studi Industri Kreatif (Desain Produk dan Komunikasi Visual), Program Studi Bio Industri (Agribisnis, Agroekoteknologi, Ilmu dan Teknologi Pangan), Program Studi Telematika (Teknik Informatika dan Sistem Informasi)
   
Trilogi juga kata Prof Asep bekerjasama dengan tiga institusi pendidikan terkemuka yaitu IPB, ITB, dan UI yang ikut membantu penataan kurikulum dan menjadi tenaga pengajar di Trilogi.
            
Dia juga menjelaskan alasan pemilihan program studi baru tersebut. Pemilihan program studi Bio Industri disebabkan karena ke depan negara Indonesia harus kuat dengan ketahanan pangan. Indonesia memiliki sumber daya alam yang kuat dalam pangan tersebut sehingga harus dikelola dengan baik. Untuk itu Trilogi akan bekerjasama selain dengan IPB, juga Mekarsari, P4TK (Pusat Pengembangan Pelatihan Pendidikan Tenaga dan  Keterampilan Pertanian-Cianjur), dan Biitrop Bogor.
             
Untuk program studi Industri Kreatif, dia beralasan saat ini sedang digalakkan dan memang menjadi trend menggunakan daya nalar seperti industri kreatif berbasis kandungan lokal, seperti batik yang menjadi kebanggaan bangsa. Prodi ini akan bekerjasama dengan ITB. Untuk Program Studi Telematika dan perbanhkan akan bekerjasama dengan UI, misalnya IT for banking.
              
Selain itu di bawah kepemimpinannya, Prof Asep juga telah membentuk Pusat Studi Ekonomi Pancasila yang akan melakukan telaah ekonomi Pancasila, penelitian, penerbitan buku dan implementasi ekonomi Pancasila pada tataran empiris. Lalu, Pusat Studi Global Strategic Management untuk pengkajian dan aplikasi manajemen yang baru. Pusat Sumber Daya Belajar (Learning Resourves Center) untuk kepentingan internal mahasiswa.

Lima Bulan Sang Rektor

Prof. Dr. Asep Saefuddin memang belum lama menjabat sebagai Rektor Universitas Trilogi, Jakarta. Lima bulan yang lalu tepatnya 4 Okotber 2013 pria kelahiran Garut 16 Maret 1957 ini dipercaya untuk memimpin universitas yang dulu bernama Sekolah Tinggi Ekonomi, Keuangan, dan Perbankan Indonesia (Stekpi).
   
Selama lima bulan tersebut Prof Asep telah melakukan berbagai gebrakan dengan menggelar berbagai kegiatan guna pencapaian target jumlah penerimaan mahasiswa baru 2014 sebanyak 150 mahasiswa. Kegiatan tersebut antara lain: Publikasi media misalnya menyebarkan informasi tentang universitas dalam berbagai kesempatan dan publikasi di seluruh media untuk mempromosikan Untri. Kegiatan Peduli Lingkungan dalam rangka Sumpa Pemuda dengan menggelar kegiatan Pemuda Peduli Lingkungan. Kegiatan Trilogi Festival. Kegiatan Nonton Bareng bersama IndoBarca. Konsolidasi dengan tim promosi dan mahasiswa. Seminar penelitian setiap hari Jumat, penyiapan Jurnal Kesejahteraan Sosial, workshop dosen tentang proses pembelajaran berkelompok dan tridarma terintegrasi, pembekalan materi Balance Score Card di kalangan mahasiswa dan masih banyak kegiatan lainnya. Secara internal di Trilogi Friday is English Day, setiap hari Jumat civitas wajib berkomunikasi dengan bahasa Inggris.
   
Dia juga mendirikan Pusat Studi Ekonomi Pancasila. Kehadiran pusat studi ini akan diimplementasikan secara langsung ke setiap mahasiswa melalui penerapan mata kuliah Ekonomi Pancasila dan Ekonomi Kerakyatan. Pusat kajian ini juga akan melakukan telaah ekonomi Pancasila melalui diskusi, penelitian, penerbitan buku dan implementasi ekonomi Pancasila pada tataran empiris.
   
Penguatan guru pertanian menjadi fokus perhatian Prof Asep dengan menjalin kerjasama dengan P4TK Pertanian Cianjur atau VEDCA (Vocational Education Development Center for Agriculture) untuk membangun kerjasama pendidikan guru SMK Pertanian dengan membuka program studi S1 Pendidikan Guru Pertanian. Lembaga ini mempunyai peran yang sangat strategis untuk memfasilitasi dan membina SMK Pertanian di Indonesia.
   
Dalam rangka dies natalis perdana, Trilogi juga menggelar seminar nasional tentang MDG'S dan peran Pemda dalam ekonomi biru pada tanggal 11-12 Maret. Seminar tersebut bertujuan untuk membahas model-model ekonomi alternatif dan tatakelola pemerintahan lokal dalam pencapaian MDGs melalui ekonomi biru.
   
Kegiatan dies natalis lain yang dilakukan sang Rektor adalah melakukan sosialisasi Lubang Resapan Biopori (LRB). LRB merupakan teknologi lokal sederhana tetapi memberikan manfaat yang sangat luar biasa antara lain memperbaiki tekstur tanah, menyuburkan tanah melalui peran organisme yang ada di dalam tangah, serta mempercepat penyerapan air.
   
Trilogi juga menggandeng BNN untuk memerangi narkoba dengan siap membangun generasi anti narkoba.


DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, MSc
Tempat/Tgl Lahir : Garut, 16 Maret 1957

JABATAN
Rektor Universitas Trilogi Jakarta

PENDIDIKAN
1976 - 1980     : Lulus S-1, Statistika Institut Pertanian Bogor (IPB)
1989 - 1991     : Lulus S2, Quantitative Genetics and Breeding Strategy, University of Guelph, Canada.
1992-1996     : Lulus S3, Biostatistics and Population Medicine/Quantitative Epidemiology,
                          University of Guelph, Canada.

PENGALAMAN JABATAN
Oktober 2013 -sekarang     : Rektor Unika Trilogi Jakarta 
2013
Penerima Partnetship Award Universuty of Queensland, Australia
2012
Dewan Guru Besar IPB sebagai Ketua Komisi Jati Diri dan Karakter Bangsa
Dewan Guru Besar IPB sebagai Ketua Panitia Adhoc Budaya Akademik Unggul IPB
Dewan Guru Besar IPB sebagai Ketua Panitia Adhoc Jati Diri dan Budaya Bangsa
Kepala Bagian Analisis Statistika dan Permodelan, Departemen Statistika FMIPA IPB
Anggota Working Group on Complex System FMIPA IPB
Ketua Divisi Kerjasama Program Studi Pascasarjana Lingkungan dan Pengelolaan Sumberdaya Alam
Ketua Tim Persiapan Pembentukan Sekolah Pascasarjana Lingkungan Hidup
Ketua Divisi Kerjasama Program Studi Pascasarjana Lingkungan dan Pengelolaan Sumberdaya Alam
Ketua Tim Penyiapan Kerjasama IPB dan Universitas Queensland Australia
2014
Ketua Steering Committee (SC)-International Conference on Statistical Science, ISSOS yang bermarkas di Pakistan.
2012
Tim Kajian Pemetaan Unit Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk Persiapan penyusunan BSC (Balance Score Card).
2012
Tim Kajian Lembaga Akreditasi Mandiri PT
2011
Tim Kajian Model Akreditasi PT
2010-2011
Tim Pemetaan Politeknik Negeri di Indonesia Berbasis Balanced Score Card.
2009-sekarang
Koordinator Tim Penelitian Geoinformatika untuk Kemiskinan FMIPA IPB.
2008-2010
Anggota atau Ketua berbagai kajian tentang kelembagaan, pangan energi, kemsikinan dan lain-lain.

Sumber: Harian Sore Sinar Harapan













   






Tags :

KOMENTAR