ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Geliat Sekolah Mode

18 Desember 2012
Geliat Sekolah Mode
Keberadaan sekolah-sekolah mode di Indonesia memiliki pengaruh yang besar terhadap dunia mode di negara ini. Apalagi di era industri kreatif, sekolah mode menarik perhatian banyak pihak, sekaligus membuka celah bagi lapangan pekerjaan baru. Sekolah-sekolah mode asing pun berlomba masuk ke Indonesia.
    

Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo (LPTB SB) merupakan sekolah mode tertua di Indonesia. Sekolah yang didirikan Susan Budihardjo, salah satu generasi senior fashion designer di Indonesia ini didirikan tahun 1980 yang dalam kiprahnya hingga saat ini telah melahirkan desainer muda bertalenta yang ikut berperan aktif menyemarakkan dunia fesyen di Indonesia seperti Sebastian Gunawan, Eddy Betty, Adrian Gan, Irsan, Didi Budiarjo, Denny Wirawan,Widhi Budimulia,  serta masih banyak lagi yang lain.
   
Mereka seperti dijelaskan pendiri LPTB SB, Susan Budiardjo kepada SH belum lama ini telah menduduki posisi-posisi penting sebagai fashion designer, merchandiser, top stylist dan berbagai profesi lainnya.
   
"Dunia fesyen berkembang secara pesat, oleh karena itu misi utama Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budiardjo adalah untuk mempersiapkan para generasi baru yang berprestasi untuk memajukan dunia fesyen, khususnya fesyen Indonesia,"lanjut Susan.
   
Susan menjelaskan, lama belajar di LPTB 1 tahun, setara Diploma Satu. Kelas dibuka setiap 2 bulan. Satu kelas rata-rata 15-20 siswa dan mereka mengikuti pendidikan dari Senin hingga Jumat.  Siswa yang mengikuti pendidikan di LPTB SB kebanyakan dari luar Jawa dan biaya pendidikan pun menurut Susan sangat terjangkau.
   
Materi-materi yang diajarkan di lembaga pendidikan ini antara lain Fashion Design, Textile Design. Anatomy Drawing, Fashion History, Sewing & Pattern Making,  finishing dari basic hingga advance,Computer Design, Merchandising & Marketing. Materi lainnya adalah Moulage, Fashion Research, Grading, Textile Printing, Textile Design Industry, Monumental Textile, Visual Merchandising, Men's Wear, Childrens, Hand Painting. "Selama setahun mereka mendapatkan materi yang lengkap dengan komposisi teori 40% dan praktek 60%,"ujar Susan menambahkan.
   
Selain di Jakarta, LPTB SB juga telah melebarkan sayapnya dengan membuka cabang di Semarang dan Surabaya. Sementara tenaga pendidik ada yang merupakan alumni dan pengajar dari luar sekolah mode lainnya.
   
Target Susan, LPTB SB dapat dijadikan referensi orang luar sehingga mereka pun datang ke Indonesia dan bersekolah di LPTB SB. Dan sekarang saja kata dia siswa dari Malaysia dan Singapore juga bersekolah di lembaga yang dipimpinnya.

Asing Serbu

Sekolah mode lainnya adalah Akademi Seni Rupa & Design ISWI (Ikatan Sarjana Wanita Indonesia), Bunka (So-En) School of Fashion.

Desainer senior Poppy Dharsono untuk mendirikan Sekolah Mode Poppy Dharsono. Program pendidikan SMPD dirancang untuk memacu siswa berprestasi prima serta menyiapkan mereka dalam merintis profesi-nya di bidang fashion design.
   
Kurikulum yang interaktif disiapkan agar siswa menguasai "keterampilan teknis dan analis, kepekaan artistik, kemampuan akademik serta kapabilitas dalam mengekspresikan ide, baik secara verbal maupun visual".
   
Progam Sekolah Mode Poppy Dharsono diselenggarakan secara singkat, mendasar, menyeluruh yang ditempa praktek berkelanjutan dalam bentuk magang kerja di workshop para fashion desainer dan diakhir proses belajar diwujudkan dalam bentuk tugas akhir mandiri menyusun koleksi dengan bimbingan pengajar. Dulu, sekolah ini bernama IIFI beralamat di  Plaza 5 Pondok Indah Blok B-9 Jl Margaguna, Jakarta Selatan.
   
Adjie Notonegoro, perancang busana yang sudah tidak asing lagi di dunia fashion, juga ikut mendirikan sekolah model yaitu Portfolio Model Management & Modelling School yang dibuka tahun 1998, dan Flash yang berdiri sejak 18 Juli 2002. Dengan mengeluarkan biaya Rp 7,5 juta untuk wanita dan Rp 6,9 juta untuk pria untuk biaya pendidikan selama tiga bulan, banyak hal yang bisa diperoleh dari mengikuti kelas model ini.
   
Selain itu, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Jakarta yang memiliki 2 peminatan, yaitu Desain Mode dan Produksi Busana juga merupakan pilihan lainnya.
   
Sementara sekolah mode waralaba asing tercatat, La Salle College International Jakarta, yang sudah berdiri sejak 1997, saat ini merupakan salah satu sekolah mode yang terkenal di Indonesia.
   
La Salle memiliki dua program di bidang fashion, yaitu fashion design dan fashion business. Truly menjelaskan, dalam fashion design, siswa akan mempelajari bagaimana cara mendesain sebuah busana sampai proses produksinya.
   
Siswa yang mengambil program ini nantinya dapat memiliki karier sebagai seorang desainer, konsultan fashion, fashion stylist, sampai wartawan fesyen. Sedangkan dalam fashion business,yang dipelajari adalah bagaimana cara membuat sebuah branded dan pemasarannya.
   
Untuk program ini, siswa nantinya dapat bekerja sebagai editor fashion, brand manager, sampai pemilik butik. Kontribusi La Salle terhadap dunia yang identik dengan serba glamour ini tidak perlu diragukan lagi. Saat ini sudah banyak lulusan dari La Salle yang bekerja sebagai store manager, brand manager, bahkan desainer di sebuah label yang tentunya akan memajukan industri mode di Indonesia.
   
ESMOD sendiri merupakan sekolah mode bertaraf internasional berpusat di Paris. Cabang-cabang di paris antara lain terdapat di Lyon, Bordeaux, Rennes, dan Roubaix. Selain itu juga terdapat di lebih dari 22 negara lain termasuk Indonesia.
   
ESMOD di Jakarta didirikan pada 6 September 1996. Pendiri sekolah mode ini adalah Hartini Hartato yang menjabat sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Desain Indonesia. Program pendidikan yang ditawarkan antara lain program Diploma Internasional, Fashion Design, dan Pattern Making yang pendidikannya bisa diselesaikan selama tiga tahun.
   
ESMOD Jakarta juga menawarkan paket program satu tahun dengan sertifikat internasional. Khusus pada program satu tahun ini profesi-profesi muda dikenalkan dengan berbagai pembelajaran dan penerapan dunia fesyen pada situasi nyata. Di dalamnya antara lain dengan pengenalan pengembangan teknik industri dan pembelajaran melalui studi konkrit. Profesi muda juga diajarkan prospektif melalui tren mode, konsepsi, kreasi dan pengelolaan koleksi. Selain itu juga ditawarkan program tambahan berupa kelas-kelas modologi. Dalam program tambahan ini pengarahan yang diberikan mencakut teknologi tekstil, seni dan sejarah fashion, fashion marketing, dan Computer Aided Design.
   
Pendatang baru dari luar adalah Istituto di Moda Burgo Indonesia (IMB Indonesia). Resmi didirikan Agustus 2011. Sekolah mode yang berlokasi di Bellagio Mal L2 #19-22, Lingkar Mega Kuningan Barat Kav. E4-3, Jakarta Selatan ini menyediakan program diploma untuk jurusan Fashion Design, Fashion Stylist, dan Pattern Making. Selain program diploma, IMB Indonesia juga membuka kursus-kursus untuk kategori pakaian wanita, pakaian pria, pakaian anak, underwear, wedding, pakaian renang, sepatu dan tas, aksesori, perhiasan, dan computer cad cam.
   
"Keunggulan dari IMB Indonesia adalah menggunakan individual lesson. Satu kelas hanya berisi 10 orang, dan masing-masing murid diamati satu-persatu, seperti konsep private. Guru-gurunya adalah lulusan Burgo dari Milan yang sudah memiliki pengalaman yang bisa dibuktikan dari portfolio mereka. Selain itu, khusus untuk program Diploma, selalu akan dilanjutkan ke Milan. Jadi setengah masa sekolah dihabiskan di Indonesia, setengahnya lagi di Milan," jelas Jenny.
   
Sekolah mode memang tetap krusial. Asal tahu saja sekolah mode sudah mulai dilirik banyak kamu muda. Dengan semakin berkembangnya dunia mode di Indonesia, eksistensi sekolah mode juga terkena imbasnya. Hal ini telihat dari meningkatnya minat kaum muda terhadap dunia fesyen seperti dikatakan Susan Budihardjo dan salah satu pengajar sekolah mode La Salle College International Jakarta, Truly Hutagalung. Anda yang berminat tinggal pilih! (Farida Denura)

Sumber: Harian Sore Sinar Harapan, edisi Selasa, 18 Desember 2012


 

Tags :

KOMENTAR