ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Rahman, Anak Desa Berpendidikan Tinggi

21 April 2015
Rahman, Anak Desa Berpendidikan Tinggi
Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina.  Begitulah kira-kira ungkapan yang menyuruh kita untuk belajar tanpa batas dimensi ruang dan waktu, tak peduli siapa diri kita dan dari mana kita berasal. Pepatah itu terucap dari seorang guru saya saat masih duduk di kelas dua SD dengan maksud untuk menyemangati kami para siswanya yang hanya berjumlah tidak lebih dari sepuluh orang. Hampir tidak berbekas apa yang disampaikan sang guru tadi saat kami meninggalkan sekolah yang terletak di tengah perkebunan kelapa sawit yang dipagari sedikit hutan belukar ringan di sisi pinggirnya.

Hidup di pelosok desa yang jauh dari keramaian kota dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi membuat kami hampir tidak memiliki inisiatif dan keberanian untuk bersekolah hingga menjadi Sarjana. Di kala itu, sekolah hanya menjadi ajang bermain dan sebatas rutinitas formal yang wajib diikuti untuk mengisi waktu luang di rumah. Bahkan tidak sedikit dari teman-teman saya yang sudah putus sekolah di usia dini. Itulah sekilas gambaran singkat masa kecil saya yang tak akan pernah terlupakan sepanjang masa.

Hingga memasuki sekolah di tingkat menengah, saya belum mempunyai ambisi atau cita-cita untuk bersekolah hingga ke jenjang perguruan tinggi. Tidak mudah untuk terlepas dari doktrin masyarakat desa bahwa kuliah hanya akan menghabiskan uang dan nantinya akan tetap menjadi pengangguran. Titik balik itu terjadi saat saya lulus SMP. Keinginan untuk maju mulai bergejolak di pikiran sehingga membuat saya berambisi untuk melanjutkan sekolah ke kota. Berbekal ijazah SLTP dan nilai hasil Ujian Akhir Nasional yang cukup baik, saya sangat bersyukur dapat diterima di SMAN 5 Jambi. Dari sinilah perjuangan sesungguhnya dimulai.

Tahun pertama di SMA menjadi masa terberat dalam sejarah pendidikan saya karena ketertinggalan yang sangat jauh dalam proses belajar, khususnya di bidang studi Sains dan Bahasa Inggris. Keadaan ini terkadang membuat saya merasa minder di kelas. Setelah melewati masa-masa sulit di tahun pertama, saya memberanikan diri untuk mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam dan bertekad untuk menyelesaikan sekolah sebaik-baiknya guna membayar rasa lelah dan membagahagiakan keluarga di desa. Memasuki kelas XII, saya terpilih masuk di kelas Unggulan, jurusan IPA. Di sini kami tidak hanya mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional (UN), melainkan sudah membuat target universitas yang akan dimasuki setelah lulus nantinya.

Saat itu saya bercita- cita melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Niat saya berkuliah saat itu adalah untuk mematahkan doktrin masyarakat desa yang belum peduli akan pentingnya pendidikan untuk generasi yang lebih baik. Pada bulan Juni 2007, saya lulus SMA dengan prestasi sebagai peraih nilai UN tertinggi di sekolah untuk bidang studi Matematikan (9,67) dan tertinggi kedua di seluruh provinsi Jambi. Namun demikian, kebahagiaan itu tak bertahan lama karena setelah menyadari bahwa saya gagal masuk PTN melalui jalur siswa undangan.

“Sebaik-baik rencana yang telah kita buat, sungguh rencana Sang Pencipta jauh lebih indah,”ujarnya. Saya kemudian diterima masuk melalui jalur beasiswa Pemerintah Provinsi Jambi untuk program studi Strata-1 (S1) di jurusan Teknologi Industri Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB).Sejak masuk di perguruan tinggi, saya mulai mengasah softskill di bidang organisasi dengan tidak melupakan tugas dan kewajiban utama sebagai mahasiswa, yaitu belajar. Saya meyakini bahwa parameter kuantitatif yang objektif untuk mengukur keberhasilan studi adalah nilai Indeks Prestasi. Di IPB saya bertemu para dosen dan teman-teman yang luar biasa dengan segudang prestasi di tingkat nasional dan internasional. Hal ini menginspirasi saya untuk dapat menjadi seperti mereka kelak. Salah satu target saya saat itu adalah bersekolah di luar negeri.

Tanggal 15 Oktober 2010 menjadi hari yang sangat spesial ketika kali pertama saya menginjakkan kaki di Berlin dalam rangka mengikuti lomba karya tulis ilmiah di bidang energi terbarukan. Satu bulan setelahnya, saya menjadi delegasi Indonesia pada Forum Linkungan Asia Pasifik yang diadakan di Seoul, Korea Selatan. Target bersekolah ke luar negeri akhirnya tercapai ketika saya terpilih sebagai Exchange Student di University of Kansas, AS. Mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar di AS dan bergabung dengan mahasiswa internasional merupakan sukses terbesar saya selama ini. Itu dikarenakan banyak sekali manfaat dan hal positif yang telah saya dapatkan. Di sana saya berlatih untuk membuka cakrawala berpikir secara global namun tetap bertindak sesuai budaya timur.

Pada akhir tahun 2011, saya meraih gelar sarjana dengan predikat sangat memuaskan. Di saat itu pula, saya menjadi orang yang pertama kali bergelar Sarjana di desa. Setelah lulus sarjana, saya berpikir untuk langsung melanjutkan studi ke jenjang S2 meskipun pada akhirnya niatan tersebut belum terwujud karena keterbatasan finansial dan keinginan untuk hidup lebih mandiri. Oleh karenanya, saya memutuskan untuk bekerja di perusahaan swasta yang memberikan peluang baik bagi saya untuk mendapatkan pengalaman sosial dan “kehidupan praktik” di dunia kerja. Pengalaman kerja selama 3 tahun telah mengembangkan kemampuan saya secara lebih matang tentang berbagai aspek kepemimpinan yang meliputi kejujuran, kerja sama, tanggung jawab, integritas, dan kedisiplinan, di samping tentunya aspek material yang juga saya dapatkan.

Meskipun telah beberapa tahun bergelut di dunia kerja, sedari dulu saya selalu meyakini bahwa pendidikan adalah investasi terbaik bagi suatu generasi penerus yang akan menjadi akar kokoh bagi kemajuan bangsa. Hal ini membuat saya bertekad untuk terus dapat melanjutkan sekolah hingga ke jenjang tertinggi. Sangat beruntung bagi saya dan seluruh masyarakat Indonesia bahwa saat ini pemerintah memberikan beasiswa pendidikan untuk jenjang Magister dan Doktoral bagi para generasi muda yang akan meneruskan kepemimpinan di masa depan untuk bangsa yang lebih maju. Berbekal pengalaman kerja dan ilmu pengetahuan yang saya dapatkan di jenjang sarjana, saya memberanikan diri untuk mendaftar beasiswa yang kini telah dikenal secara luas dengan nama “Lembaga Pengelola Dana Pendidikan” (LPDP). Setelah melalui serangkaian proses seleksi yang sangat menantang, Alhamdulillah saya terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa untuk Program Magister. Dengan pencapaian ini, saya ingin bersyukur bahwa satu lagi dari sekian banyak mimpi masa lalu yang kini menjadi nyata.

Melalui beasiswa LPDP ini, saya memiliki kesempatan yang luas untuk kembali kepada passion saya di bidang energi terbarukan yang sangat saya yakini akan menjadi primadona dan tulang punggung kemandirian energi bangsa Indonesia di masa depan. Dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun yang akan datang, saya bertekad untuk memberikan peran penting secara nyata bagi kemajuan teknologi dan penerapan energi terbarukan di Indonesia melalui profesi sebagai peneliti profesional di lembaga riset nasional dan menggerakan social-entrepreneurship di bidang energi terbarukan. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Indonesia dan masyarakat secara luas atas bantuan yang telah diberikan dalam bentuk program beasiswa untuk meningkatkan kualitas intelektual Sumber Daya Manusia (SDM) strategis di Indonesia.

Untuk rekan-rekan generasi muda dari manapun asalnya dan dimanapun kini berada, sudah saatnya kita bertekad untuk mencari ilmu pengetahuan setinggi mungkin, karena faktor ekonomi kini sudah bukan menjadi alasan untuk bersekolah bagi mereka yang mau berusaha dan bekerja keras. Beranilah untuk bermimpi dan bertekadlah untuk menggapainya, karena dari situlah semua energi akan terkumpul dan menjadi kekuatan yang besar, dimana akan ada berbagai dukungan positif yang datang, hingga pada akhirnya mampu meraih apa yang kita cita-citakan demi masa depan bangsa yang lebih baik.

BIODATA:

MOTTO:
“Pendidikan adalah investasi terbaik bagi generasi penerus, karena pemuda terdidik adalah akar kokoh untuk kemajuan bangsa”

MINAT:
Renewable energy, public speaking, having organization

INFORMASI PRIBADI:
Nama: Rahman Jinar Hadi
Alamat: Jl. WR. Supratman No.80, Surabaya, 60264, Indonesia
Tempat/Tgl Lahir:11 Februari 1989
Jenis Kelamin: Laki-Laki

Email rahmanjinarhadi@yahoo.co.uk

PENDIDIKAN FORMAL:
2015: (dalam proses administrasi) Master of Engineering (ME) in Chemical Engineering  University of Canterbury, New Zealand 2007 BSc in Agroindustrial Technology from department of Agriculture Engineering and Technology, Bogor Agricultural University, Bogor- Indonesia
2004:  Senior High School SMA 5 Jambi – Indonesia
2001:  Junior High School SMP 5 Bayung Lincir, Jambi – Indonesia

PENDIDIKAN INFORMAL (TRAINING):
2011: Student Exchange Program to the University of Kansas, USA
2011: Good Laboratory Practices (Bogor Agricultural University), Bogor
2010: Strategic Human Resource Development Program (PPSDMS), Bogor

PRESTASI & PENGHARGAAN:
2015: Beasiswa Pendidikan Indonesia LPDP, Program Master di New Zealand.
2011: Exchanged Student in the University of Kansas, US.A
2010: The Ministry of National Education Travel Grand to present Scientific Paper in Renewable Energy Conference, Berlin, Germany.
2010: UNEP Eco Peace Leadership Center Travel Grant to Present Paper on the Asia Pacific Environment Forum, Kang Won, South Korea.
2010: UNEP Eco Peace Leadership Center Annual Grant to Implement Biomass Energy Project in Bogor The Ministry of Higher Education Grant for Student Creativity Program Competition.
2009: The Ministry of Higher Education Grant for Student Creativity Program Competition .
2008: 10% Best Student of Pre-Department Course in Bogor Agricultural University
2007: The Governor of Jambi Full Scholarship Grant to Study in Bachelor Degree at Bogor Agricultural University
2006: 10% Best Student of Natural Science Class at Senior High School, SMAN 5 Jambi

RISET:
2011: “The Performance Test of Biopellets From Biomass of Rice Husk Waste as an Alternative Renewable Fuel” Research Funded by UNEP Eco Peace Leadership Center Research Project Leader
2010: The Utilization of Palm Midrib Biopellets as a Renewable Energy for Household Activity
Funding: UNEP Eco Peace Leadership Center

2010: Research Team Member The New Innovation of Biodegradable Plastic Production by Using the Root Starch of Banana Tree
Funding: The Ministry of Higher Education of Indonesia

PENGALAMAN KERJA:
2013: Area Sales & Distribution Supervisor PT FrieslandCampina Indonesia
2012: Management Trainee PT United Tractors,Tbk
2011: Teaching Assistant
2010: Freelance Teacher of Physics for Junior High School

ORGANISASI & KEGIATAN ILMIAH POPULER:
2011: General Leader Bioenergy and Environmental Community Faculty of Agriculture Engineering and Technology
2011: International Forum Member Asia Pacific Environment Forum
Facilitator : UNEP Eco Peace Leadership Center
2011: International Forum Member Student Connect
Facilitator: U.S. Department of State
2010: Reporter Campus Newspaper Bogor Agricultural University
2009: Head of Division Agriculture Technology Development Student Executive Board of Faculty of Agriculture Engineering and Technology
2008: Staff Division Department of Agriculture Student Executive Board of Bogor Agricultural University
2007: Team Member International Chemistry Olympiad Senior High School, SMAN 5 Jambi

PUBLIKASI PILIHAN:
2010: Mengkritisi Urgensi Diskusi pada Tragedi Koja Tahun 2010 (Criticize the Urgency of Discussion in Tragedy of Koja in www.eramuslim.com)
2010: Kontroversi Ujian Nasional, kejujuran, dan tata karma (The controversial of National Examination, Honesty, and Custom).
2010: Perbedaan Paradigma Masyarakat pasca Terkuaknya sejumlah Kasus Korupsi pada Beberapa Pejabat Strategis Negara. (The paradigm difference of the societies after some corruption cases were occurred and exposed in several strategic country staffs)
2010: Refleksi Perayaan Hari Pendidikan Nasional (The Reflection of National Education Day Celebration)
2010: Pemanfaatan Biopellets sebagai Bahan Bakar Terbarukan pada Aktivitas Rumah Tangga. (The Utilization of Biomass Pellets as Biofuel in Household UNEP Eco Peace Leadership Center (EPLC) Activity)
2010: Uji Keragaan Biopelet dari Biomassa Limbah Sekam Padi.(Oryza Sativa Sp.) sebagai Bahan Bakar Alternatif Terbarukan (The Performance Test of Biopellets From Biomass of Rice Husk Bogor Agricultural University Waste as an Alternative Renewable Fuel).

Seperti dikisahkan Rahman kepada scholae.co, Selasa (21/4/2015)


Editor: Farida Denura
KOMENTAR