ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Unimed Coret Tiga Mahasiswa Bidikmisi

23 Oktober 2014
Unimed Coret Tiga Mahasiswa Bidikmisi
MEDAN – Dianggap tidak jujur memberikan data keluarga, tiga dari 533 mahasiswa bidikmisi di Universitas Negeri Medan (Unimed), Sumatra Utara, dicoret pihak rektorat. 

"Tiga mahasiwa bidik misi itu dinilai berbohong ketika mengisi bio data, kondisi keluarga, dan pekerjaan orang tua yang diminta oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)," kata Rektor Unmed Prof Dr Ibnu Hajar di Medan, Jumat (10/6).

Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan yang diberikan pada mahasiswa baru yang tidak mampu secara ekonomi dan berpotensi akademik baik.

"Calon mahasiswa bidikmisi ini, tentunya akan dilakukan penyaringan atau seleksi ketat oleh tim dari Unimed mengenai kondisi kehidupan mereka dan pekerjaan orang tua," kata Ibnu.

Rektor menyebutkan, jika nantinya data-data yang diberikan calon mahasiswa tidak sesuai dengan kenyataan, maka akan digugurkan oleh tim yang ditugaskan Kemendikbud.

Namun, ternyata ketiga calon mahasiswa peserta tersebut memberikan data-data yang tidak jujur, sehingga mereka harus dibatalkan dan tidak dapat diterima.

"Ketiga calon mahasiswa itu adalah orang yang mampu dan bukan tergolong miskin atau pantas menjadi mahasiswa bidikmisi, setelah tim melakukan peninjauan ke rumah mereka," ujar dia.

Ibnu mengingatkan, dalam penyeleksian mahasiswa bidikmisi itu, harus memberikan data yang akurat dan jangan yang tidak jelas. Sebab, pihak Unimed butuh calon penerima bantuan yang jujur, beretika, dan sopan.

"Bagaimana kita memilih peserta bidikmisi menjadi mahasiwa? Belum diterima saja, sudah memperlihatkan ketidakjujuran dan kurang konsekwen. Ini jelas berbahaya," kata dia.

Rektor menambahkan, Unimed sangat selektif untuk menerima calon mahasiswa bidikmisi. Karena, hal ini juga untuk menjaga nama baik perguruan tinggi negeri tersebut.

"Unimed tidak mau asal menerima mahasiswa bidikmisi yang kurang bertanggung jawab dan menghargai pemerintah yang membiayai uang kuliah mereka," kata Ibnu.

Sumber : Antara

Tags :

KOMENTAR