ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Kasus Ijazah Palsu, Duh Rendahnya Integritas

27 Mei 2015
Kasus Ijazah Palsu, Duh Rendahnya Integritas
Felicia Apriliani Wijaya, Mahasiswa Psikologi UPH 2012 (Foto: Dok. Pri)
Dunia pendidikan Indonesia tercoreng dengan terbongkarnya dugaan ijazah asli tapi palsu. Kasus ini kembali ramai lantaran adanya pengaduan masyarakat yang menyebut ada sekitar 18 perguruan tinggi yang melakukan praktek transaksi jual-beli ijazah. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sedang gencar-gencarnya membongkar praktek tersebut. Sudah seburuk itukah wajah dunia pendidikan kita? Lantas apa komentar mahasiswa seputar soal itu? Berikut nukilannya:


Felicia Apriliani Wijaya, Mahasiswa Psikologi UPH 2012
Tidak Memiliki Integritas
"Menurut saya percuma jika seseorang lulus menggunakan ijazah palsu. Hal tersebut tidak menunjukkan kompetensi mereka yang sesungguhnya. Seseorang yang menggunakan ijazah palsu juga tidak memiliki integritas. Begitipula dengan universitas yang menyediakannya. Universitas seharusnya mendidik generasi muda. Jika universitas tersebut menyediakan ijazah palsu maka mereka tidak mendidik generasi muda. Padahal generasi muda merupakan orang orang yang akan meneruskan bangsa dan menjadi penentu kesuksesan bangsa"


Abraham Sescar Pohajouw, Teknik Industri UPH 2013
Sangat Baik Diungkit Lagi
"Memang isu ijazah palsu di Indonesia sudah tidak asing, karena banyak orang sudah mengetahui hal itu. Namun, merupakan hal yang sangat baik jika kasus ini diungkit kembali. Ijazah palsu itu sendiri sangat buruk karena hal itu ilegal dan membuat orang tidak memiliki kualitas yang teruji. Ijazah itu adalah standar dan pengakuan bagi kita, khususnya mahasiswa, kalau kita itu memang telah menempuh pendidikan yang sebenarnya selama 3-4 tahun. Itu juga dasar bahwa kita memang berpendidikan. Bagaimana orang berijazah palsu itu dapat bersaing dengan lulusan universitas yang telah susah-susah belajar dan menempuh proses pendidikan yang panjang? Apalagi kita tahu Indonesia sedang menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dimana akhir tahun 2015 ini banyak orang luar yang akan masuk dan bekerja di Indonesia dengan lebih mudah dan tanpa halangan berarti. Lulusan universitas harus benar-benar berkualitas tinggi sehingga dapat bersaing dengan orang luar, khususnya ASEAN. Kualitas tersebut tidak bisa didapatkan pada orang dengan ijazah palsu."


Tags :

KOMENTAR