ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Uni Eropa Berikan Beasiswa Erasmus Plus Kepada 100 Mahasiswa Indonesia

04 Agustus 2015
Uni Eropa Berikan Beasiswa Erasmus Plus Kepada 100 Mahasiswa Indonesia
Lebih dari 100 mahasiswa Indonesia memperoleh beasiswa Erasmus Plus (Erasmus+) program dari Uni Eropa (UE). Mereka akan segera berangkat ke berbagai negara anggota Uni Eropa untuk menempuh pendidikan S-1, S-2, S-3 dan pasca-doktoral di berbagai perguruan tinggi di Eropa mulai tahun akademik 2015.
JAKARTA - Tahun ini lebih dari 100 mahasiswa Indonesia memperoleh beasiswa Erasmus Plus (Erasmus+) program dari Uni Eropa (UE). Penerima beasiswa Erasmus+ akan segera berangkat ke berbagai negara anggota Uni Eropa untuk menempuh pendidikan S-1, S-2, S-3 dan pasca-doktoral di berbagai perguruan tinggi di Eropa mulai tahun akademik 2015. Sebagian dari penerima beasiswa Erasmus+ akan menempuh pendidikan sekurang-kurangnya di dua perguruan tinggi yang terletak di negara Eropa yang berbeda.

Pada acara penyerahan sertifikat beasiswa Erasmus+ pada  Sabtu 1 Agustus hari ini di Jakarta, Julio Arias, Kepala Bagian Politik, Pers dan Informasi dari Delegasi Uni Eropa memberikan selamat kepada para penerima beasiswa atas keberhasilan mereka mendapatkan beasiswa Erasmus+. “Beasiswa Erasmus+ memberikan peluang kepada para mahasiswa untuk membangun masa depan yang lebih baik. Kami berharap beasiswa ini dapat mendukung mereka untuk meningkatkan keahlian di bidang masing-masing dan sekembalinya ke Indonesia mereka dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan di Indonesia. Kami berharap mereka akan kembali membawa kenangan yang indah tentang Eropa", kata Arias.

Program Erasmus+, yang didanai oleh Uni Eropa, bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap pengembangan ketrampilan dan keahlian para generasi muda, meningkatkan pemahaman antar budaya, dan mendukung kerjasama internasional dan memperluas jaringan antar akademisi dan perguruan tinggi di Eropa dan negara-negara lain. Mulai awal tahun 2014, nama Erasmus Mundus berubah menjadi Erasmus+ dengan menggabungkan tujuh program pendidikan tinggi kedalam satu program yang bernama "Erasmus+".

Mewakili para penerima beasiswa, Intan Farhana, mahasiswi Universitas Syiah Kuala, Aceh, mengatakan bahwa menempuh pendidikan di Eropa merupakan cita-citanya sejak kecil. "Erasmus+ akan memberikan pengalaman yang berharga bagi kami untuk menimba ilmu dengan sistem pendidikan yang mapan, budaya yang baru serta lingkungan yang berwawasan luas. Setelah studi kami selesai, kami berharap dapat berkontribusi untuk negeri ini dan membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik", tambahnya.  

Saat ini terdapat 140 program Magister S-2 Erasmus+ dan 42 program Doktorat S-3 Erasmus+ yang ditawarkan dan mencakup berbagai bidang seperti teknologi, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, bisnis, ilmu ekonomi, hukum serta ilmu pengetahuan budaya/ sastra. Sejak tahun 2004, sudah lebih dari 1,000 mahasiswa Indonesia telah memperoleh manfaat dari program beasiswa ini. Program Erasmus+ juga telah mendukung kerjasama antara berbagai perguruan tinggi di Eropa dan negara-negara lain di seluruh dunia.

Uni Eropa dan Negara-Negara Anggotanya memiliki komitmen untuk mendukung Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemberian skema beasiswa untuk menempuh pendidikan di pusat-pusat unggulan di seluruh Eropa. Selain beasiswa Erasmus+, setiap tahunnya Uni Eropa dan Negara-Negara Anggota Uni Eropa memberikan sekitar 1,700 beasiswa kepada mahasiswa Indonesia melalui berbagai program beasiswa untuk belajar di Eropa.

"Beasiswa Eropa ini memberikan kesempatan yang berharga untuk belajar tentang kebudayaan Eropa, bahasa serta sistem akademik di berbagai perguruan tinggi terbaik di Eropa. Selain meningkatkan keahlian para mahasiswa, beasiswa ini juga bertujuan untuk memperkaya pengalaman hidup para generasi muda dan membantu meningkatkan saling pengertian dan keterbukaan antar manusia dan budaya", tambah Arias.

Eropa merupakan tujuan yang makin populer bagi pelajar-pelajar Indonesia yang berencana meneruskan pendidikannya di luar negeri. “Sekitar 5,000 pelajar Indonesia berangkat ke Eropa untuk menempuh pendidikan sarjana dan pasca sarjana pada tahun 2014. Secara keseluruhan, sekitar 9,000 mahasiswa Indonesia saat ini sedang menempuh pendidikan di Eropa”, ujar Arias.

Tentang Erasmus+
Uni Eropa merupakan kelompok 28 negara-negara indenpenden yang unik dengan sekitar 505,7 juta warga negara yang tinggal dalam batas wilayahnya. Ke 28 Negara Anggota Uni Eropa adalah Austria, Belanda, Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Hongaria, Inggris Raya, Irlandia, Italia, Jerman, Kroasia, Latvia, Lithuania, Luksemburg, Malta, Perancis, Polandia, Portugal, Rumania, Siprus, Slovenia, Slowakia, Spanyol, Swedia dan Yunani.

Sementara Erasmus+ adalah program baru dengan dana dari Uni Eropa sebesar € 16 milyar untuk membiayai program pendidikan, pelatihan, pemuda dan olah raga. Program ini dibentuk berdasarkan atas keberhasilan program Uni Eropa di bidang program pertukaran pelajar Erasmus. Erasmus+ menggabungkan 7 program yang didanai Uni Eropa yaitu: Tempus, Leonardo, Erasmus, Erasmus Mundus, Alfa, Comenius dan Edulink.

Aplikasi program S-2 Erasmus+ mulai tahun akademik 2016 akan dibuka sekitar bulan Oktober 2015. Informasi lebih lanjut tentang program beasiswa Erasmus+ dapat diperoleh di http://eeas.europa.eu/delegations/indonesia/more_info/erasmus_mundus/index_id.htm atau langsung akses ke: Program beasiswa S-2 Erasmus+: http://bit.ly/EM-emmc  Program beasiswa S-3 Erasmus+: http://bit.ly/EM-emjd




Tags :

KOMENTAR