ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | SCHOLAE

Cendra Perkasa B.Av. ATP, Gelar Sarjana Seperti Memiliki Emas

04 Agustus 2015
Cendra Perkasa B.Av. ATP, Gelar Sarjana Seperti Memiliki Emas
Cendra Perkasa B.Av ATP (Foto-Foto: Dok. New Zealand Education)
Alumni Universitas Massey di Palmerston North, New Zealand, Cendra Perkasa B.Av ATP, menyadari bahwa dia ingin menjadi pilot. Setelah lulus SMA, dia mulai menyusun daftar sekolah penerbangan terbaik, dan pada 2006, pilihannya membawanya ke Universitas Massey di New Zealand.

“Alasan mengapa saya memilih New Zealand adalah karena Universitas Massey merupakan salah satu sekolah terbaik yang menawarkan gelar sarjana sekaligus lisensi terbang Commercial Pilot License. Dan saya kaget saat mengetahui bagaimana kompetitifnya jurusan penerbangan ini dari sekitar 80 pelamar, hanya 20 pelajar yang diterima,” katanya kepada pers, Rabu (29/7/2015) di Jakarta.

Cendra juga menambahkan pilihan untuk sekolah di luar negeri tidaklah mudah bagi dirinya terutama saat keluarganya memiliki ekspektasi tinggi dan kompetisi antar para pelajar di sekolah. Namun, Cendra masih mampu menikmati hari-hari belajar saya di New Zealand karena lingkungannya yang kondusif, yang membantu dirinya untuk lebih fokus ketika belajar. Palmerston North adalah kota yang tenang seperti kota pelajar, kebanyakan tempat publik tutup pada pukul 8 malam. Makin sedikit hal-hal yang dapat mendistraksi, maka semakin banyak waktu yang saya gunakan untuk belajar. Walaupun dia tinggal jauh dari keluarga, New Zealand membuat dirinya merasa seperti di rumah, dan Palmerston North adalah kota yang aman.

"Sekolah-sekolah di New Zealand terlihat mampu menghargai murid-murid asing. Saya dikelilingi dengan teman-teman yang baik, dan kami mendukung satu sama lain selama masa-masa kuliah kami. Selain itu, saya menjadi pengurus aktif dari Association of Indonesian Students in New Zealand (Persatuan Pelajar Indonesia/PPI) dan terkadang kami mengadakan acara untuk mempromosikan budaya Indonesia di New Zealand,"ungkapnya.

Cendra termasuk angkatan pertama yang lulus pada 2009, bersama dengan tiga murid lainnya. Dia sekarang terbang dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Pada 2013, Cendra mendapat tugas baru untuk menerbangkan armada pesawat terbaru dari Garuda Indonesia, Boeing 777. Saat ini Cendra adalah pilot aktif yang menerbangkan B777 di hampir semua rute internasional ke Timur Tengah, Asia, dan Eropa.

“Ketika tinggal di New Zealand, pengetahuan bukanlah satu-satunya hal yang saya terima setelahmenyelesaikan kuliah. Para pengajar, yang memiliki metode belajar profesional dan pengetahuan yang berkualitas, mengajarkan saya untuk berpikir secara kritis dan analitis,” kata Cendra.

Cendra mengibaratkan gelar Sarjana dan Lisensi Pilot Komersial yang didapatnya dari Selandia Baru tersebut seperti memiliki emas.Cendra berasal dari keluarga militer, ayahnya adalah Pilot TNI-AU, Cendra menyukai ide mengenai penerbangan sejak kecil.

Sebagai seorang ayah dari Jihan yang berusia enam bulan, Cendra tidakhanya berprofesi sebagai pilot dari Garuda Indonesia, ia juga seorang instruktur untuk armada pesawat Boeing 777 terbaru. Prasyarat untuk dapat menjadi bagian dari keluarga militer adalah keharusannya untuk sering berpindah tempat. Terdaftar di lima sekolah dasar di seluruh dunia, Cendra memiliki pengalaman unik yang membuka wawasannya terhadap sistem pendidikan yang berbeda. Mengenai Indonesia dan Selandia Baru, Cendra mengakui bahwa pendekatan Negara Kiwi yang sangat terfokus lebih cocok baginya.

Walaupun gaya pendidikan di universitas tersebut sangat terbuka, Cendra memiliki kesulitan dengan bahasa, dan dia perlu menguasainya sebelum dapat memenuhi ambisi hidupnya. Untuk dapat lulus dan mendapatkan lisensi, pilot harus lulus International English Language Testing System (IELTS). Dia pernah dua kali gagal dalam tes, yang dia katakan dengan bangga dan lucu, namun kalian akan memahaminya ketika dia memberi gambaran tentang kelasnya.

Cendra, dengan keinginannya untuk berkontribusi pada negaranya, melewatkan kesempatannya untuk bekerja di maskapai penerbangan terbaik lain untuk bekerja di maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia. Mengatakan hal tersebut, dia tetap merindukan tempat yang selama empat tahun dia sebut ‘rumah’. Cintanya terhadap the South Island—Pulau Selatan, aksen di Negeri Kiwi, dan terbang di medan yang berbeda, telah meyakinkannya untuk mengunjunginya lagi saat putrinya sudah cukup besar untuk dapat menghargai Selandia Baru sebesar yang dia rasakan.

Lingkungan yang aman dan alami meninggalkan kesan pada pilot muda dan sukses ini. Rasa hormat dan pemahamannya terhadap budaya asli mereka, bagi Cendra, berbeda dari apa yang dia saksikan di luar negeri. Ketertarikan terhadap budaya juga membuatnya takjub, ketika dia memiliki kesempatan untuk mengenalkan budaya Indonesia di Negeri Kiwi saat menjadi Ketua Asosiasi Pelajar Indonesia (Indonesian Student Association) di Palmerston North.

Menurut Cendra, kemampuannya dalam beradaptasi dengan budaya dan lingkungan baru sangat membantu untuk mengatasi tantangan saat bersekolah di luar negeri. Dia memberi saran agar setiap siswa yang ingin menjadi pelajar internasional selalu mengembangkan kemandirian diri dan berbaur dengan masyarakat.

New Zealand menyediakan institusi paling berkualitas bagi pelajar Indonesia. Melalui ENZ, Pemerintah New Zealand telah berkomitmen untuk menawarkan lingkungan yang mendukung, ramah, dan aman dengan gaya hidup yang menarik kepada seluruh pelajar Indonesia.

Berdasarkan Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), pada 2014, New Zealand mendapat peringkat sebagai negara yang menginvestasikan dana paling besar di pendidikan (21 persen dari total anggaran belanja publik), dengan mudah mengalahkan negara lainnya seperti Meksiko, Brazil, Korea Selatan, Swiss and Amerika. Investasi kuat pemerintah di bidang pendidikan telah mendorong lebih tingginya kualitas pendidikan dan kesempatan yang lebih besar kepada para pelajar di New Zealand.




Tags :

KOMENTAR